METROTODAY, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bergerak cepat menangani para korban bangunan ambruk di Ponpes Al Khoziny, Buduran.
Hingga Senin malam (29/9) pukul 22.41, layanan medis terus dimaksimalkan oleh Dinas Kesehatan, BPBD, dan rumah sakit rujukan.
Data terbaru menunjukkan, RSUD Sidoarjo menerima 36 pasien. Dari jumlah itu, 21 pasien masuk kategori hijau (luka ringan), 13 pasien kategori kuning (luka sedang), dan 3 pasien kategori merah (luka berat).
Sebanyak 27 pasien sudah dipulangkan, 5 pasien masih dirawat, 2 pasien dalam observasi, dan 2 pasien baru saja masuk perawatan.
RS Siti Hajar juga menangani korban. Tercatat ada 8 pasien luka sedang, 2 pasien luka berat, dan 1 pasien meninggal dunia.
Sementara itu, 24 pasien lainnya telah diperbolehkan pulang. Adapun RS Delta Surya masih merawat 4 pasien hingga tadi malam.
Pemkab Sidoarjo memastikan seluruh kebutuhan medis korban terpenuhi, termasuk pendampingan bagi keluarga yang terdampak.
“Kami all out. Semua layanan medis dan psikososial dipastikan tersedia,” tegas pejabat Pemkab melalui keterangan resmi.
Dengan kolaborasi cepat antara rumah sakit, tenaga medis, dan relawan, diharapkan proses pemulihan para korban berjalan optimal.
Pemkab juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan tidak ada yang terlewat dalam penanganan. (*)
Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…
Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…
Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…
Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…
Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…
This website uses cookies.