Categories: Surabaya Raya

Kunjungan ke Posko Kesehatan Mudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Menurun

METROTODAY, SURABAYA – Selama operasional Posko Mudik dan Balik Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 13–26 Maret 2026, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya mencatat sebanyak 32 pelayanan kesehatan yang diberikan.

Keluhan kesehatan yang dialami penumpang didominasi oleh penyakit tidak menular seperti gastritis, ISPA, diare, atralgia, dan hipertensi, dengan gastritis atau maag menjadi yang terbanyak.

“Keluhan penumpang didominasi penyakit tidak menular, seperti gastritis, ISPA, diare, atralgia, dan hipertensi. Mungkin karena pemudik lelah setelah menempuh perjalanan panjang dengan kapal laut,” tutur Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, Jumat (27/3).

Ia menambahkan bahwa jumlah kunjungan dan penanganan masalah kesehatan pemudik tahun ini berbeda dibandingkan tahun lalu, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat.

“Kita juga sering melakukan sosialisasi kesehatan, memberikan imbauan kepada pemudik. Dengan begitu kesadaran masyarakat akan kesehatan saat mudik dan balik Lebaran menggunakan kapal laut meningkat,” ujar Rosidi.

Untuk penyakit menular, Rosidi memastikan jumlahnya relatif kecil dan tidak ditemukan kasus berbahaya maupun potensi kejadian luar biasa (KLB). “Hasil pemantauan juga menunjukkan tidak ada kasus positif campak maupun TBC, sehingga kondisi secara umum tetap aman dan terkendali,” jelasnya.

Selain itu, tidak terdapat laporan penanganan khusus bagi ibu hamil, namun posko tetap siap memberikan pelayanan bagi seluruh penumpang termasuk kelompok rentan. Jumlah kunjungan paling banyak terjadi pada pertengahan periode arus mudik yaitu 18–23 Maret, dengan catatan tidak ada kasus yang dirujuk ke rumah sakit maupun kejadian kecelakaan dan kematian.

Menurut prediksi Pelindo, intensitas arus balik yang akan terjadi pada 28-29 Maret akan sama dengan arus mudik. Meski demikian, pihaknya terus melakukan kesiapsiagaan menghadapi puncak arus balik.

“Saat mobilitas masyarakat sedang tinggi, dimana risiko penularan penyakit juga tinggi, kami sebagai representasi Kemenkes hadir melakukan pencegahan penularan penyakit dengan lebih intens dari hari-hari biasa,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kapolda Jatim: Jumlah Kecelakaan selama Operasi Ketupat Semeru 2026 Naik 78 Persen

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengungkap jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di wilayahnya…

4 hours ago

TKA Tak Jadi Penentu Kelulusan, Dispendik Surabaya Dorong Siswa Ikuti untuk Evaluasi

Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026 di Kota Surabaya digelar berbasis…

6 hours ago

Berat Badan Pemain Persebaya Terjaga Usai Jeda Libur Lebaran, Bernardo Tavares Beri Apresiasi

Setelah menjalani masa jeda kompetisi Super League sekitar dua pekan dalam rangka menyambut Idulfitri, skuad…

6 hours ago

Jumlah Jamaah Umrah Jatim Naik Signifikan, Kemenhaj Imbau Pilih Penerbangan Langsung

Jumlah jamaah umrah asal Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan pesat dalam beberapa pekan terakhir. Di…

7 hours ago

Dishub Surabaya Jual Voucher Parkir R2 dan R4 di Toko Modern hingga Sentra Kuliner

Pemkot Surabaya bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH) dan PT Peruri Wira Timur (PWT)…

7 hours ago

1 Juta Orang Gunakan Angkutan Laut saat Mudik, Pelabuhan Tanjung Perak Tersibuk

Perjalanan mudik melalui angkutan laut menunjukkan pertumbuhan signifikan. Lebih dari 1 juta orang menggunakan terminal…

13 hours ago

This website uses cookies.