17 March 2026, 17:22 PM WIB

Tiket Murah dan Bisa Bawa Mobil Dorong Minat Pemudik Pakai Kapal Laut

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mencatat kenaikan jumlah pemudik yang menggunakan moda kapal laut jelang Lebaran tahun ini. Hingga H-7, tercatat sebanyak 76.800 penumpang telah melalui pelabuhan tersebut, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manager Cabang Kalimas PT Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menjelaskan detail kenaikan jumlah penumpang.

“Hingga H-7 tercatat sudah 76.800. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada jumlah penumpang sebanyak 71.200 orang. Jadi overall ada kenaikan sebanyak 7,84 persen penumpang saat mudik lebaran kali ini,” tuturnya, Senin (16/3).

Penumpang yang menggunakan kapal laut didominasi dari berbagai kota di Kalimantan dan Sulawesi. “Peningkatan yang terbanyak penumpang ada dari Balikpapan, kemudian Makassar, Lembar, Banjarmasin, Sampit, Kumai,” jelas Ana.

Pihaknya sebelumnya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 13-14 Maret, dengan lonjakan hingga 11.000 penumpang pada tanggal 13 Maret. Namun, data historis menunjukkan hari dengan jumlah penumpang terbanyak jatuh pada tanggal 10 Maret.

“Tapi kalau kita lihat dari historical data, tanggal 10 hari Selasa kemarin itu penumpang yang paling banyak, karena jumlahnya mencapai 12.500. Kemungkinan karena para penumpang lebih memilih mudik lebih awal ya, karena menghindari kepadatan tentunya di pelabuhan,” ujarnya.

Ana menambahkan bahwa pemudik yang mudik lebih awal kebanyakan merupakan buruh perkebunan dan pedagang.

“Kalau dilihat sih lebih banyak dari buruh ya. Kalau untuk pegawai kemungkinan di tanggal 13-14 karena kan ada kebijakan WFA. Tapi kalau buruh kemungkinan lebih awal mereka mudiknya karena kebanyakan dari Kalimantan,” ungkapnya.

Beberapa faktor menjadi penyebab kenaikan jumlah pemudik, antara lain keinginan pulang kampung, harga tiket yang lebih terjangkau dibandingkan pesawat, serta kemudahan membawa kendaraan pribadi.

“Kalau kita lihat di Nataru kemarin kan tidak ada peningkatan yang cukup signifikan, kemungkinan orang-orang ini juga menahan untuk pulang kampung. Kalau kita lihat kan untuk tiket kapal laut ini lebih murah ya kalau dibandingkan dengan tiket pesawat gitu dan mereka juga bisa membawa mobil kan jadi lebih fleksibel kalau mau mudik kemudian mau bersilaturahmi dengan keluarganya,” jelasnya.

Menanggapi kondisi cuaca yang sering hujan, Ana mengakui adanya potensi keterlambatan kapal yang dapat menyebabkan penumpukan penumpang. Namun, antisipasi telah dilakukan dengan menyiapkan ruang tunggu sementara dan berkoordinasi dengan BMKG.

“Jadi ada potensi pasti keterlambatan kapal. Nah, kalau keterlambatan kapal kan berarti ada dampak penumpukan penumpang. Kami sudah menyiapkan ruang tunggu sementara untuk mengantisipasi penumpukan penumpang,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para pemudik untuk memesan tiket secara online dan berhati-hati dengan barang bawaan. “Jadi lebih hati-hati dalam membawa barang bawaan dan hindari calo lebih baik pesan tiket secara online,” imbaunya.

Hingga Minggu (15/3) sore, tercatat jumlah penumpang yang turun dari kapal sebanyak 58.687 orang, sedangkan yang naik sebanyak 18.487 orang. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mencatat kenaikan jumlah pemudik yang menggunakan moda kapal laut jelang Lebaran tahun ini. Hingga H-7, tercatat sebanyak 76.800 penumpang telah melalui pelabuhan tersebut, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manager Cabang Kalimas PT Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menjelaskan detail kenaikan jumlah penumpang.

“Hingga H-7 tercatat sudah 76.800. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada jumlah penumpang sebanyak 71.200 orang. Jadi overall ada kenaikan sebanyak 7,84 persen penumpang saat mudik lebaran kali ini,” tuturnya, Senin (16/3).

Penumpang yang menggunakan kapal laut didominasi dari berbagai kota di Kalimantan dan Sulawesi. “Peningkatan yang terbanyak penumpang ada dari Balikpapan, kemudian Makassar, Lembar, Banjarmasin, Sampit, Kumai,” jelas Ana.

Pihaknya sebelumnya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 13-14 Maret, dengan lonjakan hingga 11.000 penumpang pada tanggal 13 Maret. Namun, data historis menunjukkan hari dengan jumlah penumpang terbanyak jatuh pada tanggal 10 Maret.

“Tapi kalau kita lihat dari historical data, tanggal 10 hari Selasa kemarin itu penumpang yang paling banyak, karena jumlahnya mencapai 12.500. Kemungkinan karena para penumpang lebih memilih mudik lebih awal ya, karena menghindari kepadatan tentunya di pelabuhan,” ujarnya.

Ana menambahkan bahwa pemudik yang mudik lebih awal kebanyakan merupakan buruh perkebunan dan pedagang.

“Kalau dilihat sih lebih banyak dari buruh ya. Kalau untuk pegawai kemungkinan di tanggal 13-14 karena kan ada kebijakan WFA. Tapi kalau buruh kemungkinan lebih awal mereka mudiknya karena kebanyakan dari Kalimantan,” ungkapnya.

Beberapa faktor menjadi penyebab kenaikan jumlah pemudik, antara lain keinginan pulang kampung, harga tiket yang lebih terjangkau dibandingkan pesawat, serta kemudahan membawa kendaraan pribadi.

“Kalau kita lihat di Nataru kemarin kan tidak ada peningkatan yang cukup signifikan, kemungkinan orang-orang ini juga menahan untuk pulang kampung. Kalau kita lihat kan untuk tiket kapal laut ini lebih murah ya kalau dibandingkan dengan tiket pesawat gitu dan mereka juga bisa membawa mobil kan jadi lebih fleksibel kalau mau mudik kemudian mau bersilaturahmi dengan keluarganya,” jelasnya.

Menanggapi kondisi cuaca yang sering hujan, Ana mengakui adanya potensi keterlambatan kapal yang dapat menyebabkan penumpukan penumpang. Namun, antisipasi telah dilakukan dengan menyiapkan ruang tunggu sementara dan berkoordinasi dengan BMKG.

“Jadi ada potensi pasti keterlambatan kapal. Nah, kalau keterlambatan kapal kan berarti ada dampak penumpukan penumpang. Kami sudah menyiapkan ruang tunggu sementara untuk mengantisipasi penumpukan penumpang,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para pemudik untuk memesan tiket secara online dan berhati-hati dengan barang bawaan. “Jadi lebih hati-hati dalam membawa barang bawaan dan hindari calo lebih baik pesan tiket secara online,” imbaunya.

Hingga Minggu (15/3) sore, tercatat jumlah penumpang yang turun dari kapal sebanyak 58.687 orang, sedangkan yang naik sebanyak 18.487 orang. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait