Categories: Surabaya Raya

Meski Tidak Ditemukan Superflu di Bandara dan Pelabuhan, BBKK Surabaya Minta Warga Tetap Jaga Kesehatan

METROTODAY, SIDOARJO – Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya mencatat sebanyak 36 orang mengalami penyakit menular seperti ISPA dan flu saat melakukan perjalanan masuk atau keluar melalui bandara dan pelabuhan di wilayah kerjanya.

Meski Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat Jawa Timur sebagai provinsi dengan kasus terbanyak super flu Influenza A (H3N2) Subclade K secara nasional, tidak ditemukan kasus tersebut di posko kesehatan.

Kepala BBKK Surabaya Rosidi Roslan menjelaskan sebagian besar kasus penyakit menular adalah ISPA. “Ada penyakit menular seperti ISPA, kebanyakan gejala flu dan batuk. Tapi sejauh ini aman,” tuturnya, Rabu (7/1).

Selain itu, terdapat 459 kasus penyakit tidak menular yang ditangani. “Paling banyak di penyakit tidak menular keluhannya terkait hipertensi dengan gejalanya seperti pusing,” jelasnya.

Meskipun Jawa Timur memiliki 23 kasus super flu varian H3N2 secara nasional, Rosidi mengaku tidak ada kasus yang masuk kriteria untuk swab selama libur Nataru.

“Jadi kita tidak bisa mendeteksi varian flu (super flu varian H3N2) karena tidak semua kasus ISPA masuk kriteria untuk dilakukan swab,” ungkapnya.

Menurut dia, kriteria swab pada pelaku perjalanan adalah suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius.

“Jadi belum ada yang memenuhi kriteria-kriteria harus dilakukan pengambilan sample melalui swab,” jelasnya.

Rosidi menambahkan bahwa super flu Influenza A (H3N2) Subclade K bukan varian baru, hanya daya sebarnya lebih cepat meskipun tidak seganas Covid-19.

“Jadi rasanya tidak perlu khawatir berlebihan. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana mengurangi kecepatan penyebarannya, seperti virus menular atau flu pada umumnya, tentu saja menjaga diri agar tidak tertular adalah hal paling penting,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau pelaku perjalanan untuk selalu menjaga kesehatan. “Rajin memakai masker kembali di situasi atau tempat-tempat tertentu yang memungkinkan kita bersinggungan dengan banyak orang juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan disiplin,” imbaunya.

Posko kesehatan Nataru terpadu BBKK Surabaya berada di Bandara Juanda dan Dhoho, serta Pelabuhan Tanjung Perak, Gresik, Tuban, dan Kalianget. Selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, tercatat total 533 kunjungan layanan kesehatan. “Jadi alhamdulilah Nataru kali ini masyarakat sehat di jalan, dan liburan aman,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

7 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

11 hours ago

Jatim Segera Punya Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Kediri, Ringankan Beban Juanda dan Asrama Haji Surabaya

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…

11 hours ago

Enam Bangli di TPU Keputih Surabaya Digusur, Lahan 1.800 Meter Persegi Dikembalikan Jadi Area Pemakaman

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menertibkan enam bangunan liar (bangli) yang berdiri…

14 hours ago

Dari Kawasan Lokalisasi jadi Ruang Berkarya, Tangan-Tangan Kecil Membatik di Eks Gang Dolly Surabaya

Suasana hangat penuh tawa memenuhi Pasar Burung Dolly, RW 12 Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Dalam…

15 hours ago

Ketua Forum Pemred SMSI: Ini Tugas Baru Media Pers sebagai Kunci Tangkal Hoaks

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan PWI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat menyatakan bahwa…

17 hours ago

This website uses cookies.