29 August 2025, 14:28 PM WIB

Anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori Sambang Rakyat, Upayakan Bantu Rehab Rumah

METRO TODAY, SIDOARJO – Erna Sri Wahyuni menunggu-nunggu kedatangan anggota DPRD Sidoarjo H. Dhamroni Chudlori. Di pintu depan rumahnya masih yang menyatu dengan dapur dan sumur, Erna berharap memperoleh sedikit bantuan. Agar bisa memperbaiki rumah kecilnya yang sempit kumuh.

”Tanah warisan. Saya bangun seadanya,” ungkap Erna sambil menggendong balitanya saat menyambut kedatangan Dhamroni Chudlori pada Jumat pagi (29 Agustus 2025).

Ada harapan. Ada sukacita di hati warga Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, tersebut. Suaminya bekerja sebagai tukang bangunan. Penghasilan cukup untuk makan dan biaya hidup ketiga anak mereka. Masing-masing Amin, 13 tahun; Erlin Dwi, 8; dan M. Owen, 2.

Erna Sri Wahyuni menggendong putranya saat menunggu kedangan anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori. (Foto: METRO TODAY)

Rumah Erna berdiri di atas lahan seluas sekitar 5 x 9 meter. Hanya ada sebuah kamar yang ditembok. Dindingnya masih berupa batu bata yang belum dipelur. Selebihnya, Erna menempati ruangan kayu dan plastik bekas. Pintu depannya pun langsung menuju dapur. Peralatan masak maupun cucian tampak tercecer di sekitarnya.

Sholikah, 72, ibu kandung Erna Sri Wahyuni, mengaku cuma mampu meninggali putri keduanya itu tanah. Rumah yang dibangunnya bersama almarhum suami pada 1959 dibagi menjadi empat petak. Tiga bidang untuk anak pertama, ketiga, dan Erna sebagai putri kedua. Satu petak masih ditempatinya sampai sekarang.

Menawi angsal bantuan, alhamdulillah. Kasihan putri kulo ini, Pak,” ungkap Sholikah.

Tiba di rumah Erna Sri Wahyuni, Dhamroni Chudlori memberikan bantuan sembako. Lalu, segera minta izin masuk. Melihat kondisi ruang dalam rumah. Suasana gelap. Lantainya pun belum disemen. Pakaian, barang-barang, maupun mainan anak-anak berceceran di lantai.

”Bu Erna, apa yang dibutuhkan. BPJS Kesehatan sudah punya nggih,” tanya legislator asal Kecamatan Tulangan tersebut.

”Sampun, Pak,” jawab Erna sambil menunjukkan kartu keluarga (KK) dan KTP.

Kondisi rumah Erna Sri Wahyuni di Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu. (Foto: METRO TODAY)

Dhamroni Chudlori pun segera memotret KK dan KTP tersebut. Lantas, foto dokumen kependudukan itu dikirimkannya ke Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo Ilhamuddin. Berikutnya dia menelepon untuk memastikan bahwa data rumah Erna Sri Wahyuni telah masuk ke catatan Baznas.

”Minta tolong nggih Pak Kiai, kondisi rumahnya seperti ini,” ungkap wakil rakyat dari PKB tersebut.

Nggih Pak. Senin kami survei,” jawab Ilhamuddin dari seberang telepon.

Nggih maturnuwun,” ucap Dhamroni Chudlori.

Dia berpesan agar bantuan dari Baznas ini diterima dengan amanah. Nilainya sekitar Rp 20 juta. Uang itu benar-benar dimanfaatkan untu memperbaiki rumah agar layak dihuni bersama keluarga. Sehat dan aman. Anak-anak bisa tidur dengan nyaman dan tenang.

Erna Sri Wahyuni pun menjawabnya berkali-kali.

Nggih, Pak. Maturnuwun nggih, Pak.”

Istri Sidiq Pramono tersebut mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Wajahnya berseri-seri.

Kulo seneng, Pak. Sampai mboten saget ngomong,” ungkap perempuan berusia 42 tahun.

Begitu pula Sholikah, sang ibu. Perempuan 72 tahun itu menyatakan sangat gembira. Sebab, dia sendiri hanya mampu mewariskan tanah sepetak. Mau membantu biaya bangun rumah sudah tidak punya.

Mugo-mugo diparingi kemudahan, Pak Dewan” ungkapnya.

Anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori berbicara dengan Kades Lambangan Mulyanto di depan rumah Erna Sri Wahyuni. (Foto: METRO TODAY)

Dhamroni Chudlori pun berpamitan. Sebab, dia hendak mengunjungi lagi warga tidak mampu lain di desa yang sama. Ditemani Kades Lambangan Mulyanto.

Saat hendak pamit, emak-emak tetangga Erna Sri Wahyuni berdatangan. Ada lima orang perempuan. Mereka pun satu per satu menyalami Dhamroni Chudlori. Sambil senyum-senyum.

”Pak Dewan, omahku pisan po o didandani. (Pak, apa bisa rumah saya diperbaiki juga,” kata salah seorang emak-emak parobaya.

Aku lho rondho, Pak,” tegas perempuan berdaster itu sambil senyum-senyum.

”Iya Pak. Kasihan itu Pak, janda,” timpal emak-emak lainnya.

”Ayo-ayo, minta bantuan Pak Dewan sing ngganteng iku lho,” seru yang lain. (MT)

METRO TODAY, SIDOARJO – Erna Sri Wahyuni menunggu-nunggu kedatangan anggota DPRD Sidoarjo H. Dhamroni Chudlori. Di pintu depan rumahnya masih yang menyatu dengan dapur dan sumur, Erna berharap memperoleh sedikit bantuan. Agar bisa memperbaiki rumah kecilnya yang sempit kumuh.

”Tanah warisan. Saya bangun seadanya,” ungkap Erna sambil menggendong balitanya saat menyambut kedatangan Dhamroni Chudlori pada Jumat pagi (29 Agustus 2025).

Ada harapan. Ada sukacita di hati warga Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, tersebut. Suaminya bekerja sebagai tukang bangunan. Penghasilan cukup untuk makan dan biaya hidup ketiga anak mereka. Masing-masing Amin, 13 tahun; Erlin Dwi, 8; dan M. Owen, 2.

Erna Sri Wahyuni menggendong putranya saat menunggu kedangan anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori. (Foto: METRO TODAY)

Rumah Erna berdiri di atas lahan seluas sekitar 5 x 9 meter. Hanya ada sebuah kamar yang ditembok. Dindingnya masih berupa batu bata yang belum dipelur. Selebihnya, Erna menempati ruangan kayu dan plastik bekas. Pintu depannya pun langsung menuju dapur. Peralatan masak maupun cucian tampak tercecer di sekitarnya.

Sholikah, 72, ibu kandung Erna Sri Wahyuni, mengaku cuma mampu meninggali putri keduanya itu tanah. Rumah yang dibangunnya bersama almarhum suami pada 1959 dibagi menjadi empat petak. Tiga bidang untuk anak pertama, ketiga, dan Erna sebagai putri kedua. Satu petak masih ditempatinya sampai sekarang.

Menawi angsal bantuan, alhamdulillah. Kasihan putri kulo ini, Pak,” ungkap Sholikah.

Tiba di rumah Erna Sri Wahyuni, Dhamroni Chudlori memberikan bantuan sembako. Lalu, segera minta izin masuk. Melihat kondisi ruang dalam rumah. Suasana gelap. Lantainya pun belum disemen. Pakaian, barang-barang, maupun mainan anak-anak berceceran di lantai.

”Bu Erna, apa yang dibutuhkan. BPJS Kesehatan sudah punya nggih,” tanya legislator asal Kecamatan Tulangan tersebut.

”Sampun, Pak,” jawab Erna sambil menunjukkan kartu keluarga (KK) dan KTP.

Kondisi rumah Erna Sri Wahyuni di Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu. (Foto: METRO TODAY)

Dhamroni Chudlori pun segera memotret KK dan KTP tersebut. Lantas, foto dokumen kependudukan itu dikirimkannya ke Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo Ilhamuddin. Berikutnya dia menelepon untuk memastikan bahwa data rumah Erna Sri Wahyuni telah masuk ke catatan Baznas.

”Minta tolong nggih Pak Kiai, kondisi rumahnya seperti ini,” ungkap wakil rakyat dari PKB tersebut.

Nggih Pak. Senin kami survei,” jawab Ilhamuddin dari seberang telepon.

Nggih maturnuwun,” ucap Dhamroni Chudlori.

Dia berpesan agar bantuan dari Baznas ini diterima dengan amanah. Nilainya sekitar Rp 20 juta. Uang itu benar-benar dimanfaatkan untu memperbaiki rumah agar layak dihuni bersama keluarga. Sehat dan aman. Anak-anak bisa tidur dengan nyaman dan tenang.

Erna Sri Wahyuni pun menjawabnya berkali-kali.

Nggih, Pak. Maturnuwun nggih, Pak.”

Istri Sidiq Pramono tersebut mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Wajahnya berseri-seri.

Kulo seneng, Pak. Sampai mboten saget ngomong,” ungkap perempuan berusia 42 tahun.

Begitu pula Sholikah, sang ibu. Perempuan 72 tahun itu menyatakan sangat gembira. Sebab, dia sendiri hanya mampu mewariskan tanah sepetak. Mau membantu biaya bangun rumah sudah tidak punya.

Mugo-mugo diparingi kemudahan, Pak Dewan” ungkapnya.

Anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori berbicara dengan Kades Lambangan Mulyanto di depan rumah Erna Sri Wahyuni. (Foto: METRO TODAY)

Dhamroni Chudlori pun berpamitan. Sebab, dia hendak mengunjungi lagi warga tidak mampu lain di desa yang sama. Ditemani Kades Lambangan Mulyanto.

Saat hendak pamit, emak-emak tetangga Erna Sri Wahyuni berdatangan. Ada lima orang perempuan. Mereka pun satu per satu menyalami Dhamroni Chudlori. Sambil senyum-senyum.

”Pak Dewan, omahku pisan po o didandani. (Pak, apa bisa rumah saya diperbaiki juga,” kata salah seorang emak-emak parobaya.

Aku lho rondho, Pak,” tegas perempuan berdaster itu sambil senyum-senyum.

”Iya Pak. Kasihan itu Pak, janda,” timpal emak-emak lainnya.

”Ayo-ayo, minta bantuan Pak Dewan sing ngganteng iku lho,” seru yang lain. (MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait

/