Penerimaan kali ini juga menjangkau wilayah yang sangat luas, berasal dari 32 provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini menegaskan posisi Unair sebagai tujuan utama pendidikan tinggi nasional.
Tingginya minat masyarakat terhadap jenjang Vokasi membuat Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan, menilai hal tersebut merupakan respons positif karena masyarakat mulai memahami keunggulan lulusan jalur tersebut dalam kesiapan kerja.
“Saya rasa ini cukup bagus ya, bahwa masyarakat sekarang ini sudah memilih vokasi atau mempercayai vokasi di Universitas Airlangga. Mungkin, bisa juga disebabkan oleh masyarakat saat ini juga berpikir masalah nanti dia setelah lulus, mereka menginginkan juga pekerjaan. Dan vokasi ini memang difokuskan pada vokasional, artinya mempersiapkan mereka untuk bisa bekerja lebih cepat,” ungkap Prof Madyan.
Terkait strategi pemilihan program studi, Prof Madyan menjelaskan bahwa mayoritas pendaftar yang diterima di jalur vokasi sebenarnya menempatkan pilihan tersebut sebagai urutan ketiga.
Hal ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa cenderung memprioritaskan jenjang Sarjana pada pilihan pertama dan kedua, namun akhirnya lolos pada pilihan ketiga di jenjang Vokasi.
“Rata-rata vokasi tadi adalah sebagian besar itu adalah pilihan yang ketiga dia. Artinya mungkin calon siswa dalam hal ini juga mungkin pilihan satunya bisa program studi S1 gitu ya. Kalau pilihan ketiganya ataupun pilihan keduanya juga masih S1, dan pilihan ketiganya misalnya vokasi, nah ternyata mereka diterima di pilihan tiga yang paling banyak. Karena tadi yang lebih dari 50 persen ya, itu adalah pilihan ketiga,” jelasnya.
Disinggung mengenai persaingan yang terjadi, ia membenarkan bahwa Fakultas Kedokteran (FK) kembali menjadi program studi dengan tingkat keketatan tertinggi di Unair, sebagaimana yang terjadi pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebelumnya.
Bahkan, prediksi yang sama juga ditujukan untuk jalur seleksi mandiri nanti. “Iya, luar biasa. SNBP kemarin kan juga kedokteran yang paling tinggi. Mungkin sekali lagi saya enggak tahu ini, Mandiri juga kedokteran, insyaallah paling ketat,” tambahnya.
Terkait kuota seleksi mandiri, pihak Unair mengungkapkan rata-rata daya tampung yang disediakan berada di kisaran 48 persen, dengan angka maksimal mencapai 50 persen dan terendah 20 hingga 30 persen, tergantung kebijakan masing-masing program studi. (ahm)
Page: 1 2
Indonesian Super League 2025/2026 resmi berakhir. Persib Bandung berpesta dengan menjadi juara tiga kali secara…
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mematangkan rencana pembangunan Flyover Gedangan sebagai solusi kemacetan di jalur utama…
Dalam rangka memeriahkan HJKS ke-733, Pemkot Surabaya menggelar tradisi Ruwatan Kota di Halaman Tugu Pahlawan,…
Nama Bojan Hodak kini layak disebut sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah Persib Bandung, bahkan…
Persebaya Surabaya menutup perjalanan mereka di kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang sangat…
Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel resmi mengumumkan skuad final The Three Lions untuk menghadapi Piala…
This website uses cookies.