22 March 2026, 9:39 AM WIB

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

spot_img

METROTODAY, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat dan Iran memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia.

Menjelang Lebaran, tepatnya pada 19 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto sudah memimpin rapat membahas langkah-langkah penghematan energi. Presiden menekankan pentingnya langkah antisipatif yang terukur untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang dinamis.

”Presiden menginstruksikan agar efisiensi difokuskan pada beberapa sektor spesifik guna menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Presiden telah mengusulkan sejumlah langkah. Di antaranya, pembatasan penggunaan kendaraan pribadi serta penerapan sistem kerja fleksibel. Prabowo mencontohkan, beberapa negara di kawasan seperti Pakistan dan Filipina yang telah lebih dulu menerapkan sistem kerja hybrid, yakni empat hari kerja tatap muka dan satu hari kerja daring.

Rencana Work From Home (WFH)

Salah satu rencana yang tengah digodok adalah penerapan Work From Home (WFH) setelah libur Hari Raya Idul Fitri. Kebijakan itu disebut bisa menghemat penggunaan energi sekaligus  mengurangi tekanan terhadap anggaran subsidi energi nasional.

Kebijakan itu akan diterapkan secara terbatas. Tidak setiap hari. Direncanakan, kebijakan WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan. Pemerintah memperkirakan, WFH selama satu hari tersebut akan menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan WFH akan didetailkan lagi.

”Namun, setelah Lebaran akan mulai diberlakukan, baik untuk ASN maupun sebagai imbauan bagi sektor swasta. Kecuali yang bergerak di pelayanan publik,” ujar Airlangga pada  Sabtu (21/3/2026).

Penerapan WFH diharapkan tidak hanya berlaku bagi ASN, tetapi juga dilakukan pemerintah daerah dan sektor swasta. ”Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas, dari bensin penghematannya cukup signifikan. Seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” katanya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan WFH dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi nasional. Terutama melalui pengurangan mobilitas harian masyarakat.

”Perhitungan kasar, WFH dapat menghemat sekitar 20 % konsumsi BBM,” ungkapnya.

WFH yang diterapkan sehari dalam satu pekan dinilai tepat untuk menjaga produktivitas kerja tetap optimal. ”Kalau terlalu sering WFH, dikhawatirkan produktivitas menurun,” ujarnya. (red/MT)

spot_img

METROTODAY, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat dan Iran memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia.

Menjelang Lebaran, tepatnya pada 19 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto sudah memimpin rapat membahas langkah-langkah penghematan energi. Presiden menekankan pentingnya langkah antisipatif yang terukur untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang dinamis.

”Presiden menginstruksikan agar efisiensi difokuskan pada beberapa sektor spesifik guna menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Presiden telah mengusulkan sejumlah langkah. Di antaranya, pembatasan penggunaan kendaraan pribadi serta penerapan sistem kerja fleksibel. Prabowo mencontohkan, beberapa negara di kawasan seperti Pakistan dan Filipina yang telah lebih dulu menerapkan sistem kerja hybrid, yakni empat hari kerja tatap muka dan satu hari kerja daring.

Rencana Work From Home (WFH)

Salah satu rencana yang tengah digodok adalah penerapan Work From Home (WFH) setelah libur Hari Raya Idul Fitri. Kebijakan itu disebut bisa menghemat penggunaan energi sekaligus  mengurangi tekanan terhadap anggaran subsidi energi nasional.

Kebijakan itu akan diterapkan secara terbatas. Tidak setiap hari. Direncanakan, kebijakan WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan. Pemerintah memperkirakan, WFH selama satu hari tersebut akan menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan WFH akan didetailkan lagi.

”Namun, setelah Lebaran akan mulai diberlakukan, baik untuk ASN maupun sebagai imbauan bagi sektor swasta. Kecuali yang bergerak di pelayanan publik,” ujar Airlangga pada  Sabtu (21/3/2026).

Penerapan WFH diharapkan tidak hanya berlaku bagi ASN, tetapi juga dilakukan pemerintah daerah dan sektor swasta. ”Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas, dari bensin penghematannya cukup signifikan. Seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” katanya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan WFH dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi nasional. Terutama melalui pengurangan mobilitas harian masyarakat.

”Perhitungan kasar, WFH dapat menghemat sekitar 20 % konsumsi BBM,” ungkapnya.

WFH yang diterapkan sehari dalam satu pekan dinilai tepat untuk menjaga produktivitas kerja tetap optimal. ”Kalau terlalu sering WFH, dikhawatirkan produktivitas menurun,” ujarnya. (red/MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait