3 March 2026, 4:59 AM WIB

Wapres ke-6 Try Sutrisno Wafat, Mensesneg: Kita Berduka Sangat Mendalam

spot_img

METROTODAY, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti ibu pertiwi. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, tutup usia pada Senin (2/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Tokoh militer bersahaja kelahiran Surabaya, 15 November 1935, itu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 90 tahun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi kabar tersebut dengan nada bicara yang penuh kehilangan. Ia menyatakan bahwa pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia merasakan dukacita yang luar biasa atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa tersebut.

“Benar, Bapak Try Sutrisno telah meninggal dunia. Kita berdukacita sangat mendalam,” ungkap Prasetyo Hadi di Jakarta.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993–1998 itu, pemerintah langsung bergerak cepat.

Prasetyo Hadi telah menginstruksikan jajaran RSPAD Jakarta, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, hingga Kementerian Sekretariat Negara untuk mengawal seluruh prosesi perkabungan hingga pemakaman.

Segala kebutuhan mulai dari pemulasaraan jenazah hingga upacara pemakaman secara militer disiapkan dengan standar tertinggi. “Saya sudah meminta RSPAD, Garnisun, dan Setneg untuk memberikan atensi terbaik bagi almarhum,” tegas Mensesneg.

Kabar duka ini pertama kali tersiar dari pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), tempat almarhum mengabdikan diri di masa tuanya sebagai Dewan Pengarah.

Setelah proses pemandian di RSPAD, jenazah almarhum dibawa menuju rumah duka yang berlokasi di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Pihak keluarga pun menyampaikan pesan menyentuh melalui keterangan tertulis, meminta doa dan pintu maaf bagi almarhum.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tulis petikan pesan dari pihak keluarga.

Try Sutrisno dikenal bukan hanya sebagai pejabat negara, melainkan juga sebagai sosok prajurit yang disiplin namun rendah hati. Karier militernya mencapai puncak saat ia menjabat sebagai Panglima ABRI (kini TNI) sebelum akhirnya terpilih menjadi Wakil Presiden.

Selamat jalan, Pak Try. Pengabdianmu bagi bangsa akan selalu terkenang di setiap sudut negeri. (*)

spot_img

METROTODAY, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti ibu pertiwi. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, tutup usia pada Senin (2/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Tokoh militer bersahaja kelahiran Surabaya, 15 November 1935, itu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 90 tahun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi kabar tersebut dengan nada bicara yang penuh kehilangan. Ia menyatakan bahwa pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia merasakan dukacita yang luar biasa atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa tersebut.

“Benar, Bapak Try Sutrisno telah meninggal dunia. Kita berdukacita sangat mendalam,” ungkap Prasetyo Hadi di Jakarta.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993–1998 itu, pemerintah langsung bergerak cepat.

Prasetyo Hadi telah menginstruksikan jajaran RSPAD Jakarta, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, hingga Kementerian Sekretariat Negara untuk mengawal seluruh prosesi perkabungan hingga pemakaman.

Segala kebutuhan mulai dari pemulasaraan jenazah hingga upacara pemakaman secara militer disiapkan dengan standar tertinggi. “Saya sudah meminta RSPAD, Garnisun, dan Setneg untuk memberikan atensi terbaik bagi almarhum,” tegas Mensesneg.

Kabar duka ini pertama kali tersiar dari pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), tempat almarhum mengabdikan diri di masa tuanya sebagai Dewan Pengarah.

Setelah proses pemandian di RSPAD, jenazah almarhum dibawa menuju rumah duka yang berlokasi di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Pihak keluarga pun menyampaikan pesan menyentuh melalui keterangan tertulis, meminta doa dan pintu maaf bagi almarhum.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tulis petikan pesan dari pihak keluarga.

Try Sutrisno dikenal bukan hanya sebagai pejabat negara, melainkan juga sebagai sosok prajurit yang disiplin namun rendah hati. Karier militernya mencapai puncak saat ia menjabat sebagai Panglima ABRI (kini TNI) sebelum akhirnya terpilih menjadi Wakil Presiden.

Selamat jalan, Pak Try. Pengabdianmu bagi bangsa akan selalu terkenang di setiap sudut negeri. (*)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait