METROTODAY, SIDOARJO – Serangan Israel ke Iran yang menyebabkan ketegangan di timur tengah berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan jemaah umrah Indonesia, khususnya dari wilayah Jawa Timur.
Meski demikian, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur mengimbau jemaah serta keluarga di tanah air agar tetap tenang. Pasalnya, penerbangan umrah dari Arab Saudi ke Surabaya maupun sebaliknya masih tetap dibuka dan belum ada peringatan untuk penghentian operasional penerbangan.
“Sampai saat ini belum ada pemberitahuan ke masyarakat soal penghentian terkait penerbangan untuk Indonesia. Jadi hanya diimbau bahwa mereka diminta untuk saling komunikasi sama warga negara Indonesia, kalau perlu masuk grup sebagai bentuk antisipasi bahwa kalau ada sesuatu, komunikasi mudah,” tutur Plt Kakanwil Kemenhaj Provinsi Jatim, Mohammad As’adul Anam, Minggu (1/3).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebaran jemaah Indonesia khususnya dari Jawa Timur cukup luas, mulai dari Madinah hingga Makkah, sehingga diperlukan komunikasi yang baik jika terjadi kendala selama ketegangan berlangsung.
“Karena sebaran jamaah kita di sana kan juga cukup luas, bisa jadi di Madinah, bisa jadi di Makkah atau di hotel. Jadi sebarannya akan begitu luas, sehingga imbauan itu nanti sebagai bentuk antisipasi kalau ada problem yang mendadak,” jelasnya.

Anam juga memastikan bahwa penerbangan yang mengangkut jemaah umrah dari Jawa Timur melalui maskapai seperti Garuda Indonesia, Asia Air, Saudi Arabia Airlines, maupun Lion Air, masih berjalan sesuai jadwal.
“Beberapa maskapai masih on schedule, artinya masih tetap ada penerbangan untuk aktivitas umrah jemaah,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi terbaru terkait jemaah umrah. “Kami melakukan monitoring ya, melakukan monitoring dengan Saudi Arabia Airlines untuk wilayah Indonesia Timur,” imbuhnya.
Anam juga mengimbau agar jemaah umrah maupun keluarga di tanah air tidak perlu risau, karena otoritas terkait telah menyediakan langkah antisipasi. “Jadi nggak perlu risau karena otoritas terkait memberikan jalan seperti itu, jadi nggak perlu risau terkait dengan itu,” katanya.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah telah mengeluarkan imbauan resmi pada 28 Februari 2026 terkait perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penyesuaian operasional penerbangan internasional.
Beberapa penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, atau pembatalan, sehingga disarankan untuk memastikan status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke tanah suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnial Simanjuntak, mengimbau kepada jemaah yang akan berangkat ke tanah suci untuk menunda umrah sampai kondisi kondusif. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan warga negera Indonesia saat umrah.
“Dengan kondisi saat ini yang ada di timur tengah yang tidak kondusif, kami Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah untuk menunda umrah sampai dengan situasi kondusif,” imbau Dahnial.
Ia juga mengimbau kepada seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di tanah suci tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta otoritas terkait.
“Kemenhaj, Perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi bersama otoritas terkait terus berupaya memastikan agar jemaah tetap aman dan terlayani dengan baik,” ujarnya.
PPIU juga tetap menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh. Keluarga jemaah di tanah air diharapkan tetap tenang, dengan komunikasi yang dilakukan melalui PPIU masing-masing agar setiap perkembangan diperoleh dari saluran resmi dan dapat dipertanggungjawabkan. (ahm)


