Categories: Lifestyle

Metrotowatch #2: Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Tidak Ramah Pendaki, tapi Ramah Perut yang Butuh Geli

METROTODAY, SIDOARJO – Kesuksesan Sekawan Limo pada 2024 membuat Bayu Skak kembali mengajak penonton mendaki dunia mistis khas Jawa Timur melalui Sekawan Limo 2: Gunung Klawih.

Sekuel produksi Starvision dan Skak Studios ini masih mempertahankan formula yang membuat film pertamanya membekas di hati penonton, yakni perpaduan horror rakyat, komedi absurd, persahabatan, dan dialog Jawa Timuran yang terasa lebih akrab di telinga. Sekawan Limo 2 tayang dengan durasi 122 menit, dan skor IMDb untuk film ini adalah 7.0/10.

Cerita berlatar tiga tahun setelah peristiwa di Gunung Madyopuro yang menjadi latar seri pertama. Bagas, Lenni, Juna, Dicky, dan Andrew kembali berkumpul dalam sebuah reuni keluarga.

Suasana hangat tersebut mendadak berubah ketika keluarga Andrew terancam menjadi tumbal praktik ilmu hitam yang berhubungan dengan Gunung Klawih. Demi menyelamatkan sahabatnya, lima sekawan itu kembali melakukan perjalanan yang membawa mereka berhadapan dengan misteri, dunia gaib, dan berbagai kejadian tak masuk akal yang justru menjadi sumber tawa sepanjang film.

Jika film pertama lebih menekankan misteri mengenai siapa manusia dan siapa hantu, Sekawan Limo 2 memilih jalur yang lebih ekstrem. Bayu Skak tampaknya tidak terlalu tertarik membangun ketegangan horor yang serius.

Sebaliknya, ia membiarkan komedi mengambil alih kemudi cerita. Hasilnya adalah film yang lebih dekat dengan komedi petualangan ketimbang horor murni. Penonton yang datang untuk mencari jumpscare mungkin akan sedikit kecewa, tetapi mereka yang mencari hiburan ringan berpotensi pulang dengan perut yang banyak tertawa.

Kekuatan terbesar film ini terletak pada chemistry pemainnya. Bayu Skak, Benedictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, dan Nadya Arina kembali tampil natural dalam membangun dinamika pertemanan yang terasa solid.

Karakter Juna dan Dicky menjadi pusat banyak adegan komedi yang berhasil mencuri perhatian penonton. Keberadaan nama-nama senior seperti Cak Kartolo dan Marwoto juga memberikan warna tersendiri yang memperkuat nuansa komedi khas Jawa Timur.

Dari sisi teknis, film ini mengalami peningkatan dibanding pendahulunya. Tata artistic dunia gaib terlihat lebih berani, sementara sinematografi mampu menampilkan suasana Gunung Klawih dengan cukup menarik.

Meski demikian, beberapa kritikus seperti yang ditulis Layar.id menilai konflik utama dan pengembangan sejumlah karakter masih terasa kurang maksimal. Ada beberapa subplot yang muncul sekilas tanpa mendapatkan penyelesaian yang benar-benar memuaskan.

Kritikus Bobby Batara dari Pundit Film memberikan nilai 7,5./10 dan menyebut film ini berhasil menjalankan fungsi utamanya sebagai hiburan.

Menurutnya, kekonyolan para karakter dan dunia hantu yang absurd menjadi daya tarik utama yang membuat penonton terus penasaran dan mengikuti cerita hingga akhir.

Sementara itu, ulasan Layar.id menilai kekuatan film justru berada pada komedi yang mengalir alami, meski cerita utama dinilai tidak sekental film pertama.

IDN Times juga menyoroti bagaimana Bayu Skak berusaha memasukkan isu sosial dan sejarah ke dalam cerita, mulai dari tema diskriminasi etnis hingga tragedi masa lalu.

Namun menurut ulasan tersebut, film kadang terlihat bingung menentukan fokus antara horor, drama, dan komedi. Kendati begitu, unsur hiburan tetap berhasil tersampaikan berkat humor khas yang menjadi identitas utama produk ini. (ezaar/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Gov x Creator Connect Vol. 2, Pemkab Sidoarjo Gandeng Kreator Digital Perkuat Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat transformasi komunikasi publik dengan merangkul para kreator digital sebagai mitra strategis.…

27 minutes ago

Suasana Haru Wisuda Unesa: Ibu Gantikan Putrinya yang Meninggal Dunia, Adik Dapat Beasiswa

Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang digelar di Graha Unesa, Kamis…

4 hours ago

Persebaya Gandeng RS Mayapada Bangun Ekosistem Sports Medicine Terintegrasi Pertama di Indonesia

Persebaya Surabaya mengambil langkah besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan performa pemain dan staf…

12 hours ago

Venezuela Diguncang Gempa Dahsyat 7,5 Magnitudo, Ratusan Orang Ditemukan Tewas

Venezuela dilanda bencana alam paling mematikan dalam beberapa decade terakhir setelah dua gempa bumi kuat…

15 hours ago

Son Heung-min Duduk di Bangku Cadangan, Korea Selatan Tumbang di Tangan Afsel

Timnas Korea Selatan harus menelan pil pahit setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan pada laga…

15 hours ago

Datang Bawa Mimpi, Pulang Jadi Juru Kunci! Ceko Dibantai Meksiko dan Dihujani Kritik

Timnas Meksiko menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan cemerlang. Bermain di hadapan puluhan ribu…

16 hours ago

This website uses cookies.