“Setiap karya kami bukti dukungan kepada perempuan kreatif, penerapan prinsip ramah lingkungan, serta upaya melestarikan budaya. Kehadiran kami di sini menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dan Jepang,” jelasnya.
Selama di Jepang yang berlangsung di Plaza Marui 15–21 April 2026 lalu ia dan timnya tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga menggelar fashion show di kawasan Sannomiya Street hingga melakukan pertemuan bisnis dengan pelaku industri tekstil besar di Osaka.
Antusiasme masyarakat Jepang, khususnya generasi muda, terlihat sangat tinggi. Banyak dari mereka yang baru menyadari bahwa teknik tradisional tersebut bisa dikembangkan menjadi busana masa kini yang menarik.
“Pengalaman ini sangat berharga. Kami bisa berinteraksi langsung, mempelajari selera pasar, dan bertemu perusahaan besar. Ini modal berharga untuk membuka peluang kerja sama di masa mendatang,” ungkapnya.
Dari partisipasi ini, Veni mengaku mendapatkan banyak jaringan dan wawasan baru. Ke depannya, ia berencana terus berinovasi menyesuaikan desain dengan pasar Jepang serta mulai mempersiapkan langkah untuk ekspor resmi. (ahm)
Page: 1 2
Insiden kecelakaan yang menimpa jemaah haji kloter 2 Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo saat mengikuti…
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menangkap pelaku pembunuhan berinisial Hk, 44 di Jalan Kalimas,…
Suasana tenang Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, mendadak berubah duka setelah Kepala Desa setempat,…
Suasana duka menyelimuti Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (3/4/2026). Kepala Desa setempat, Mujiono,…
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa…
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Taman…
This website uses cookies.