METROTODAY, SURABAYA – Libur panjang Isa Almasih membuat pusat penjualan oleh-oleh khas Surabaya dan Jawa Timur di kawasan Pasar Genteng ramai dipadati pengunjung.
Banyak wisatawan yang akan kembali ke daerah asal usai berlibur di Surabaya memburu oleh-oleh, terutama makanan khas seperti kerupuk olahan ikan laut, bandeng asap, dan otak-otak bandeng.
“Libur panjang ini memang ramai sekali. Banyak yang beli oleh-oleh untuk dibawa pulang,” kata Bella, pegawai di salah satu pusat oleh-oleh di Pasar Genteng, Minggu (1/6).
Bella menambahkan bahwa omzet penjualan di pusat oleh-oleh tersebut meningkat hingga 90 persen selama libur panjang ini dibandingkan hari biasa.
“Alhamdulillah, penjualan meningkat signifikan,” tuturnya.
Pusat oleh-oleh di kawasan Pasar Genteng menawarkan beragam pilihan makanan dan jajanan khas Surabaya dan Jawa Timur, mulai dari kerupuk ikan, bandeng asap, otak-otak bandeng, sambal, hingga petis. Harga jualnya pun bervariasi, mulai dari Rp 30 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
“Saya beli bandeng asap dan kerupuk untuk dibawa pulang ke kampung halaman,” ujar Bambang Julianto, salah satu pengunjung.
“Rasanya kurang lengkap kalau pulang liburan nggak bawa oleh-oleh khas Surabaya.”
Mayoritas oleh-oleh yang dijual di pusat oleh-oleh Pasar Genteng merupakan hasil produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kota Surabaya dan Jawa Timur. Hal ini turut mendukung perekonomian lokal. (*)
Persebaya Surabaya mulai menyusun rangkaian persiapan matang menyongsong kompetisi mendatang. Tim berjuluk Bajul Ijo ini…
Rangkaian operasional ibadah haji tahun 2026 secara resmi selesai. Meskipun seluruh jemaah sudah kembali ke…
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengecam keras tindakan keji yang dilakukan oleh seorang ayah yang…
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, tak kuasa menahan haru hingga meneteskan air…
Swiss akhirnya mematahkan kutukan panjang mereka di fase gugur Piala Dunia. Bertanding menghadapi Aljazair pada…
Pesatnya perkembangan Kota Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur ternyata masih terdapat sejumlah warga…
This website uses cookies.