Jemaah Embarkasi Surabaya saat berada di asrama haji diimbau untuk menjaga kesehatan agar bisa melangsungkan proses ibadah haji dengan lancar di tanah suci. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Satu jemaah haji Embarkasi Surabaya yang berasal dari Kabupaten Pasuruan dilaporkan meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. Almarhumah bernama Kamariyah, 85, yang tergabung dalam kloter 8, menghembuskan nafas terakhir setelah mengalami gangguan pernapasan di Madinah.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyebut usia yang sudah lanjut menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi kesehatan almarhumah menurun secara drastis.
“Iya, beliau dari kloter 8 asal Pasuruan dengan usia yang sudah lanjut, 85 tahun. Meninggal dunia setelah mengalami sesak napas dan sakit di sana,” ujarnya, Senin (27/4).
Anam menjelaskan bahwa seluruh penanganan terkait almarhumah akan dilakukan sesuai dengan prosedur resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
Hal ini mencakup pengaturan pelaksanaan ibadah pengganti atau badal haji, pemakaman, hingga pemenuhan hak-hak administrasi bagi keluarga yang ditinggalkan.
Untuk ibadah haji yang belum terselesaikan, pihaknya akan segera menunjuk seseorang yang memenuhi syarat guna melanjutkan rangkaian ibadah atas nama almarhumah. Sementara itu, jenazah Kamariyah akan dimakamkan di pemakaman di Madinah, yaitu Al Baqi.
“Badal haji bagi jemaah yang meninggal dunia akan diatur oleh petugas, dengan menunjuk pihak yang memenuhi syarat untuk melaksanakan ibadah haji atas nama jemaah tersebut,” tegasnya.
Selain urusan ibadah dan pemakaman, proses pencairan asuransi bagi ahli waris juga akan diproses melalui tahapan administrasi yang berlaku. Salah satu dokumen utama yang menjadi syarat mutlak adalah sertifikat kematian resmi yang diterbitkan oleh otoritas Arab Saudi.
“Untuk proses asuransi, pencairan akan dilakukan setelah terbit sertifikat kematian resmi dari otoritas Arab Saudi. Dokumen ini nantinya menjadi syarat utama bagi ahli waris di Indonesia,” jelasnya.
Pihak PPIH juga mengimbau seluruh jemaah, khususnya yang berusia lanjut, untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti anjuran petugas. Menjaga kebugaran fisik dinilai sangat penting agar rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan aman, nyaman, dan lancar.
Sementara itu, hingga Senin (27/4), proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya terus berjalan lancar dan sesuai jadwal.
Sebanyak 21 kloter telah diterbangkan, yang setara dengan sekitar 18 persen dari total 7.964 jemaah yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 3.795 jemaah laki-laki dan 4.169 jemaah perempuan yang diberangkatkan secara bertahap.
Anam juga menyebutkan, tercatat ada empat jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena masalah kesehatan.
Tiga di antaranya sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya, namun kini kondisinya sudah membaik dan dinyatakan layak terbang oleh tim medis.
Mereka saat ini hanya menunggu ketersediaan kursi pesawat untuk bergabung dalam kloter keberangkatan berikutnya. (ahm)
Untuk mempermudah dan mempercepat proses keberangkatan, layanan Makkah Route kembali diterapkan bagi seluruh jemaah haji…
Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan penting sekaligus memuaskan saat menghadapi rival sekota sekaligus sesama tim…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya resmi membatalkan empat perjalanan kereta api…
Laga big match derbi Jawa Timur pekan ke-30 Super League 2025/2026 bakal sangat panas. Karena…
Untuk memperingati Hari Bumi Sedunia 2026, SMA Negeri 2 Sidoarjo mengadakan Pendididkan dan Latihan (Diklat)…
Insiden kecelakaan maut melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya dengan Kereta Rel…
This website uses cookies.