Jemaah haji kloter 1 dan 2 asal Kabupaten Probolinggo saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 760 calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter satu dan dua Embarkasi Surabaya telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Selasa (21/4) pukul 11.15 WIB.
Setelah tiba, mereka disambut dan diterima langsung oleh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya di Gedung Mina dan Muzdalifah untuk mengikuti serangkaian proses administrasi serta pengecekan kesehatan yang telah disiapkan panitia.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa seluruh tahapan yang dijalankan telah disusun secara terstruktur dan sistematis. Sehingga setiap kebutuhan dan keperluan jemaah dapat dipenuhi secara berurutan dan teratur.
Alur proses yang diterapkan dimulai dari penentuan akomodasi, pembagian gelang identitas, penyerahan dokumen perjalanan berupa paspor, penyerahan uang biaya hidup atau living cost, hingga tahap terakhir yaitu penyerahan dan aktivasi perlengkapan ibadah atau yang disebut dengan nusuk.
“Kedatangan jemaah langsung diterima oleh PPIH dan mereka melakukan administrasi mulai dari akomodasi, kemudian gelang, kemudian paspor, living cost berikutnya sampai yang terakhir nanti adalah nusuk,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa untuk tahun ini, pihaknya tidak mengadakan rangkaian seremonial penyambutan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Keputusan ini diambil dengan tujuan memangkas waktu proses, sehingga jemaah dapat lebih cepat mendapatkan kesempatan untuk beristirahat di kamar masing-masing setelah perjalanan yang telah ditempuh.
Menurutnya, panitia hanya akan menyampaikan berbagai arahan dan informasi penting yang dibutuhkan jemaah tanpa mengadakan acara penyambutan yang memakan waktu lama.
“Untuk seremonial tidak ada. Kita enggak ada sambutan, ini arahan-arahan saja. Memang kita tidak adakan,” ujar Anam.
Sementara itu, salah satu jemaah yang berasal dari Kabupaten Probolinggo dan tergabung dalam kloter 1, Nurhayati, menyampaikan kesan positifnya terhadap seluruh proses yang ia alami.
Menurutnya, setiap tahapan yang dijalankan berlangsung dengan sangat cepat dan mudah dipahami, bahkan untuk proses aktivasi Nusuk yang merupakan hal baru yang diterapkan di embarkasi ini, hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk diselesaikan.
“Mudah sekali, hanya satu menit untuk aktivasi Nusuk,” ujar Nurhayati.
Secara keseluruhan, ia mengaku merasa puas dan bersyukur karena seluruh rangkaian penerimaan serta pengurusan dokumen berjalan dengan baik dan tertib.
Berkat kelancaran tersebut, ia dan rekan-rekan jemaah dapat segera beristirahat dan melanjutkan aktivitas, termasuk untuk makan siang. “Alhamdulillah semua lancar, bagus, tertib,” pungkasnya. (ahm)
Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…
Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…
Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…
Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…
Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…
Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…
This website uses cookies.