Categories: Internasional

Pesawat Angkut Militer Kolombia Jatuh di Hutan Putumayo, 66 Prajurit Tewas

METROTODAY, PUTUMAYO – Kabar duka menyelimuti militer Kolombia. Pesawat angkut legendaris C-130 Hercules milik Angkatan Dirgantara Kolombia jatuh dan terbakar hebat di kawasan hutan Putumayo, Senin (23/3) waktu setempat. Update terbaru menyebutkan, sedikitnya 66 nyawa melayang dalam insiden maut tersebut.

Pesawat dengan nomor lambung FAC 1016 itu sejatinya tengah mengemban misi pergerakan pasukan menuju pos terdepan di Amazon.

Namun, tak lama setelah lepas landas dari bandara di Puerto Leguizamo, kawasan yang berbatasan langsung dengan Ekuador dan Peru, pesawat bermesin empat itu gagal menambah ketinggian dan terhempas ke dasar hutan.

Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, tak mampu menyembunyikan rasa sesaknya. “Ini adalah peristiwa yang sangat menyakitkan bagi negara. Masih terlalu dini untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan ini,” ujarnya dengan nada getir, Selasa (24/3).

Data dari laporan Caracol dan AFP mengonfirmasi rincian korban yang gugur. Dari 66 korban tewas, 58 di antaranya adalah prajurit Angkatan Darat Nasional, enam personel Angkatan Dirgantara, dan dua sisanya merupakan anggota Kepolisian Nasional.

Jumlah ini diprediksi masih bisa bergerak dinamis. Pasalnya, terdapat simpang siur data manifes. Jenderal Carlos Fernando Silva Rueda menyebut ada 125 orang di dalam pesawat, namun laporan lain menyebut angka personel mencapai 128 orang.

Gubernur wilayah Putumayo, Jhon Gabriel Molina, mengakui proses evakuasi berjalan sangat pelik. “Bandara di sini kecil dan medan hutannya sulit. Itu menghambat evakuasi jenazah maupun korban luka yang masih tersisa di lokasi,” ungkapnya melalui unggahan video.

Rekaman dramatis yang dibagikan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, memperlihatkan detik-detik pesawat raksasa itu berjuang keras untuk naik sebelum akhirnya menukik jatuh.

Kepulan asap hitam dan api yang menjilat pepohonan menjadi pemandangan memilukan di lokasi kejadian.

Presiden Petro pun langsung menyentil kondisi alutsista negaranya. Meski tidak secara gamblang menyalahkan kondisi pesawat, ia menekankan pentingnya modernisasi peralatan militer.

“Ini kecelakaan mengerikan. Kita perlu modernisasi peralatan militer kita,” tegas Petro melalui akun X miliknya.

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi penerbangan militer di Amerika Selatan. Pasalnya, ini adalah insiden kedua yang melibatkan pesawat C-130 Hercules dalam kurang dari sebulan.

Sebelumnya pada 27 Februari lalu, pesawat serupa milik militer Bolivia juga jatuh di dekat La Paz dan menewaskan 24 orang.

Padahal, Hercules selama ini dikenal sebagai pesawat angkut yang tangguh di landasan darurat.

Kini, tim investigasi tengah bekerja keras mengungkap apakah faktor cuaca, human error, atau kegagalan teknis yang menjadi biang keladi jatuhnya sang burung besi di Putumayo. (MT)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Menanti Debut Herdman dan Kembalinya Elkan Baggott di FIFA Series 2026

Gairah baru menyelimuti pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia jelang ajang FIFA Series 2026. Laga kontra…

1 hour ago

Mobil Dinas Berplat Merah L 1901 EP Viral di Medsos Dipakai Mudik, Diklaim Bukan Milik Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya menegaskan bahwa kendaraan berpelat merah bernomor L 1901 EP yang viral di media…

3 hours ago

Hari Ini Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Wilayah Daop 8 Surabaya, Keberangkatan Masih Tinggi

Puncak arus balik pada masa angkutan Lebaran 2026 di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya…

5 hours ago

Dirikan 365 Pos Pantau, Basarnas Pastikan Arus Mudik 2026 Terkendali dan Aman

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dalam menyambut…

15 hours ago

Berumrah di Tengah Perang (14): Saat Langit Terasa Lebih Dekat dari Dada Sendiri

TIDAK semua perjalanan meninggalkan jejak yang kasat mata. Ada yang justru bekerja dalam diam, meresap perlahan…

20 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Barat dengan Aura Kesaktian dan Pangkat (5)

Letak kompleks makam bagian barat dan makam tengah hanya dipisahkan oleh jalan kampung selebar kurang…

20 hours ago

This website uses cookies.