Categories: Internasional

Keluarga Juliana Marins Tuntut Transparansi Penuh atas Kematian Tragis di Gunung Rinjani

METROTODAY, LOMBOK – Keluarga Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing di Gunung Rinjani, Lombok, NTB, kembali menyuarakan tuntutan mereka akan transparansi penuh dari pihak berwenang terkait kematian tragis putri mereka.

Keluarga besar korban masih menyimpan pertanyaan besar mengenai penyebab pasti dan waktu kematian Juliana, meskipun dua autopsi telah dilakukan di Denpasar, Bali, dan di Rio de Janeiro, Brasil.

Kekecewaan keluarga memuncak setelah mengetahui hasil autopsi kedua yang dilakukan di Brasil justru dari pemberitaan media, bukan dari informasi resmi pihak berwenang.

“Keluarga tidak menerima apa pun. Kami justru tahu dari media,” tegas Mariana Marins, kakak Juliana, dalam sebuah pernyataan kepada stasiun TV Globo.

Menurut Mariana, hasil autopsi seharusnya diumumkan secara resmi dalam sebuah konferensi pers yang melibatkan pengacara dan tim forensik keluarga pada Jumat (11/7). Namun informasi tersebut justru bocor dan diberitakan lebih dulu oleh media lokal.

Sebelumnya, jenazah Juliana Marins telah diautopsi pertama kali di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar, Indonesia.

Namun untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut dan menyelidiki kemungkinan adanya kelalaian dalam proses penyelamatan oleh pihak berwenang Indonesia, keluarga Juliana kemudian meminta dilakukannya autopsi kedua di Brasil.

Autopsi kedua ini dilaksanakan di Institut Medis Legal (IML) Afranio Peixoto, Rio de Janeiro.

Proses autopsi tersebut diawasi ketat oleh perwakilan keluarga dan melibatkan ahli dari Kepolisian Federal Brasil.

Hasil autopsi kedua ini memperkirakan bahwa Juliana meninggal dunia antara 10 hingga 15 menit setelah terjatuh.

Ditemukan bahwa Juliana mengalami luka serius dan diperkirakan tidak mampu bergerak atau meminta bantuan.

Penyebab kematian yang disebutkan adalah pendarahan internal hebat yang senada dengan hasil autopsi pertama di rumah sakit di Bali.

Menanggapi tudingan penyebaran informasi autopsi ke media, Kepolisian Rio de Janeiro membantah keras hal tersebut.

Mereka menegaskan bahwa hasil autopsi hanya dibahas dalam pertemuan tertutup bersama perwakilan keluarga.

“Seorang perwakilan dari pihak keluarga turut hadir dalam autopsi dan mengikuti pertemuan pada Selasa untuk membahas hasil akhir, serta telah mengetahui semua kesimpulan,” demikian pernyataan resmi kepolisian Rio de Janeiro, menegaskan bahwa informasi telah disampaikan langsung kepada pihak keluarga melalui jalur yang semestinya.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik, terutama karena keluarga mendesak adanya penyelidikan yang lebih mendalam dan transparan untuk mengungkap seluruh fakta di balik kematian Juliana Marins. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

9 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

20 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

20 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

20 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

21 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

22 hours ago

This website uses cookies.