Empat Suporter PSS Sleman Meninggal Kecelakaan, Persebaya dan PSS Mengheningkan Cipta sebelum Laga

METROTODAY, SURABAYA – Suasana haru menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo saat Persebaya Surabaya menjamu PSS Sleman, Minggu (18/10).

Kedua tim sejenak mengheningkan cipta sebelum pertandingan dimulai, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk empat suporter PSS Sleman yang meninggal dunia dalam kecelakaan di perjalanan menuju Surabaya.

Kiper utama Persebaya Surabaya, Ernando Ari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut.

“Kita ikut belasungkawa kepada para korban. Mungkin mereka hadir ingin menyaksikan tim kebanggannya bermain dan juga ingin mendapatkan kebahagiaan. Tapi di dalam perjalanan kita tidak tahu,” ujar Ernando Ari, Minggu (18/10).

Ernando pun mengingatkan seluruh suporter di Indonesia agar selalu berhati-hati di jalan, dan menegaskan bahwa dukungan untuk tim kebanggaan tidak harus hadir langsung di stadion.

“Buat semua, mungkin suporter bukan cuman PSS Sleman atau Bonek-Bonita, mungkin buat suporter seluruh Indonesia saat melakukan perjalanan hati-hati lagi, tetap fokus karena apapun itu tidak sebanding dengan nyawa. Jadi kita tetap dukung bisa di rumah, bisa di manapun itu untuk tim kebanggaan. Jadi saya turut berduka cita untuk empat suporter PSS yang meninggal,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, kecelakaan terjadi di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Minibus yang membawa rombongan suporter dari Sleman menuju Surabaya menabrak bagian belakang samping truk tronton bermuatan bibit kelapa di depannya. Benturan keras merusak parah bagian depan kendaraan.

Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Dristica Brian Arya Leviantona, menjelaskan kronologi awal kejadian.

“Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga korban lainnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ungkapnya.

Enam penumpang lainnya selamat namun mengalami luka-luka empat orang luka ringan dan dua orang lainnya mengalami luka berat. Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Caruban untuk penanganan medis.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Salah satu kendala yang dihadapi penyidik adalah fakta bahwa para penumpang travel tersebut tidak saling mengenal. Penyelidikan juga menunggu kondisi korban yang terluka membaik untuk mendapatkan keterangan lebih lengkap guna merekonstruksi kejadian. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Suasana haru menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo saat Persebaya Surabaya menjamu PSS Sleman, Minggu (18/10).

Kedua tim sejenak mengheningkan cipta sebelum pertandingan dimulai, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk empat suporter PSS Sleman yang meninggal dunia dalam kecelakaan di perjalanan menuju Surabaya.

Kiper utama Persebaya Surabaya, Ernando Ari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut.

“Kita ikut belasungkawa kepada para korban. Mungkin mereka hadir ingin menyaksikan tim kebanggannya bermain dan juga ingin mendapatkan kebahagiaan. Tapi di dalam perjalanan kita tidak tahu,” ujar Ernando Ari, Minggu (18/10).

Ernando pun mengingatkan seluruh suporter di Indonesia agar selalu berhati-hati di jalan, dan menegaskan bahwa dukungan untuk tim kebanggaan tidak harus hadir langsung di stadion.

“Buat semua, mungkin suporter bukan cuman PSS Sleman atau Bonek-Bonita, mungkin buat suporter seluruh Indonesia saat melakukan perjalanan hati-hati lagi, tetap fokus karena apapun itu tidak sebanding dengan nyawa. Jadi kita tetap dukung bisa di rumah, bisa di manapun itu untuk tim kebanggaan. Jadi saya turut berduka cita untuk empat suporter PSS yang meninggal,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, kecelakaan terjadi di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Minibus yang membawa rombongan suporter dari Sleman menuju Surabaya menabrak bagian belakang samping truk tronton bermuatan bibit kelapa di depannya. Benturan keras merusak parah bagian depan kendaraan.

Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Dristica Brian Arya Leviantona, menjelaskan kronologi awal kejadian.

“Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga korban lainnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ungkapnya.

Enam penumpang lainnya selamat namun mengalami luka-luka empat orang luka ringan dan dua orang lainnya mengalami luka berat. Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Caruban untuk penanganan medis.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Salah satu kendala yang dihadapi penyidik adalah fakta bahwa para penumpang travel tersebut tidak saling mengenal. Penyelidikan juga menunggu kondisi korban yang terluka membaik untuk mendapatkan keterangan lebih lengkap guna merekonstruksi kejadian. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait