Categories: Fair Play

Lepas dari Kandang Traktor, Elkan Tantang Diri jadi Gladiator! Baggott Hijrah ke Millwall, Siap Adu Otot di Championship

METROTODAY.ID, LONDON- Teka-teki nasib bek menjulang kebanggaan Nusantara, akhirnya menemui titik terang. Setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari perjalanan Ipswich Town, bek Timnas Indonesia Elkan Baggott akhirnya membuka lembaran baru dalam kariernya. Ia akan berlabuh di Millwall FC.

Pemain berusia 23 tahun itu resmi bergabung dengan Millwall FC-klub kasta kedua Liga Inggris- secara permanen jelang bergulirnya musim 2026/2027. Kepindahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Baggott di Portman Road yang lebih banyak diwarnai masa peminjaman ketimbang kesempatan tampil reguler bersama tim utama.

Millwall memang tidak mengumumkan nilai transfer secara resmi. Namun media lokal Inggris The72 mengungkapkan The Lions membayar biaya awal mendekati 1 juta poundsterling (sekitar Rp22 miliar), dengan bonus performa yang bisa membuat total nilai transfer mencapai sekitar 2,25 juta poundsterling. Ipswich juga disebut menyisipkan klausul 20 persen keuntungan penjualan berikutnya, sebuah tanda bahwa mereka masih percaya nilai pasar Baggott berpotensi meningkat di masa depan.

Angka fantastis ini tergolong berani bagi klub divisi kedua Inggris, sekaligus membuktikan bahwa potensi duel udara sang raksasa tidak dinilai sebelah mata. Direktur sepak bola Millwall, Steve Gallen, menjelaskan bahwa klubnya telah memantau perkembangan Baggott cukup lama. Menurutnya, bek berpostur 196 sentimeter tersebut memiliki karakter yang sesuai dengan profil bek tengah yang diinginkan Millwall. ” Ketenangan, dominan dalam duel udara, dan masih memiliki ruang berkembang,” kata Gallen usai persemian.

Gallen juga menegaskan pengalaman Baggott selama menjalani berbagai masa peminjaman menjadi salah satu alasan utama klub yakin merekrutnya.

Perjalanan Elkan bersama Ipswich memang tidak mudah. Lulusan akademi klub tersebut hanya memperoleh kesempatan terbatas di tim senior sehingga berkali-kali dikirim menimba pengalaman. Sejak 2021, ia sempat dipinjamkan ke King’s Lynn Town, Gillingham, Cheltenham Town, Bristol Rovers, hingga Blackpool. Berbagai pengalaman itu membentuk karakter bermainnya, mulai dari kerasnya National League, League Two, League One, hingga Championship Inggris.

Kini tantangan baru menanti. Elkan diproyeksikan memperkuat lini belakang Millwall yang musim depan kembali berkompetisi di EFL Championship, kasta kedua sepak bola Inggris. Kompetisi tersebut dikenal sebagai salah satu liga paling keras di Eropa karena jadwal padat dan intensitas permainan yang tinggi. Target Millwall adalah bersaing di papan atas dan membuka peluang menuju babak play-off promosi ke Premier League.

Meski datang dengan status transfer permanen, jalan Elkan menuju tempat utama jelas tidak mudah. Ia harus bersaing dengan sejumlah bek tengah yang lebih dulu mengakar dalam skuad, seperti Jake Cooper, Tristan Crama, serta beberapa opsi lain di lini pertahanan. Cooper masih menjadi kapten sekaligus andalan utama berkat pengalaman dan kepemimpinannya, sedangkan Crama dikenal memiliki distribusi bola yang baik. Persaingan tersebut diprediksi memaksa Elkan meningkatkan konsistensi jika ingin merebut tempat di starting XI.

Analis sepak bola Inggris yang kerap mengulas Championship di The72, James Ray, menilai kepindahan ini merupakan langkah logis bagi semua pihak. Menurutnya, Baggott membutuhkan klub yang bersedia memberikan proyek jangka panjang, sementara Millwall memperoleh bek muda dengan pengalaman di berbagai level kompetisi Inggris. Di Indonesia, pengamat sepak bola yang kerap disapa Bung Kusnaeni menilai transfer permanen jauh lebih menguntungkan bagi perkembangan Elkan dibanding terus menjalani masa pinjaman, karena ia kini memiliki kepastian peran dan kesempatan berkembang secara berkelanjutan.

Musim depan (2026/2027), Elkan dipastikan tidak akan mencicipi gemerlap Premier League, melainkan bertarung di kerasnya kompetisi EFL Championship (kasta kedua liga Inggris). Millwall sendiri bakal kembali bertamu dan menjamu musuh-musuh bebuyutannya di stadion legendaris mereka yang terkenal sangat intimidatif bagi tim tamu, The Den, demi mengejar kembali tiket promosi yang musim lalu nyaris mereka raih. (Ezaar)

Anton Hadiyanto

Recent Posts

Datang Bukan Sekadar Main, PSIS Ingin Tampil Maksimal Hadapi Persebaya di Stadion GBT

Menjelang pertandingan persahabatan Anniversary Game menyambut ulang tahun ke-99 Persebaya Surabaya, Asisten Pelatih PSIS Semarang,…

10 hours ago

Persebaya Targetkan Kemenangan Lawan PSIS di Laga Anniversary Game Spesial 99 Tahun

Stadion Gelora Bung Tomo siap bergemuruh menyambut pertandingan spesial ulang tahun ke-99 Persebaya Surabaya, Minggu…

10 hours ago

Banyak Stan Kosong di Pasar Surabaya dan SWK, Pemkot Minta Pedagang di Tepi Jalan dan PKL untuk Tempati

PT Pasar Surya Perseroda menyediakan sekitar 2.700 stan kosong yang tersebar di seluruh pasar milik…

10 hours ago

Sukses Lahirkan WBK-WBBM, Kemenag Jatim Jadi Rujukan Nasional

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menjadi tuan rumah kunjungan kerja Kanwil Kemenag Provinsi…

10 hours ago

Kurang Konsentrasi, Mobil yang Dikendarai Warga Sidoarjo Terjepit di Pembatas Jalan Karang Tembok Surabaya

Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Karang Tembok, Surabaya, Sabtu (18/7) pagi. Sebuah mobil tersangkut…

15 hours ago

Satu Tahta Diperebutkan oleh Dua Raja, Siapa yang akan Menutup Buku Piala Dunia? Simak Prediksi METROTODAY

Panggung terbesar sepak bola akhirnya menyisakan dua nama. Spanyol dan Argentina akan saling berhadapan pada…

22 hours ago

This website uses cookies.