Keliling Kota Piala Dunia #11: Seattle, Menyelami Salmon Pasifik hingga Bernyanyi di Museum Pop

Destinasi pertama adalah Jarum Angkasa. Menara setinggi 184 meter yang dibangun untuk World’s Fair 1962 ini menjadi landmark paling terkenal di Seattle. Dari dek observasi, pengunjung dapat menikmati panorama kota, Teluk Elliott, hingga Gunung Rainier saat cuaca cerah. Harga tiket masuk dewasa berkisar 35 hingga 50 dolar AS (Rp575 ribu hingga Rp820 ribu), tergantung waktu kunjungan.

Rekomendasi kedua adalah Area Pasar Pike. Pasar tradisional yang telah berdiri sejak tahun 1907 ini menjadi salah satu destinasi wisata paling ramai di Seattle. Selain berburu hasil laut segar, wisatawan dapat melihat atraksi melempar ikan yang menjadi ciri khas pasar tersebut, menikmati berbagai kuliner lokal, hingga membeli suvenir. Masuk ke area pasar gratis, sementara anggaran untuk mencicipi makanan dan berbelanja biasanya berkisar 15 hingga 40 dolar AS (Rp245 ribu hingga Rp660 ribu).

Pilihan wisata ketiga adalah Museum Kultur Pop atau MoPOP. Museum yang dirancang arsitek Frank Gehry ini menampilkan berbagai koleksi tentang musik, film, video game, hingga budaya pop modern. Pengunjung dapat melihat pameran mengenai Jimi Hendrix, Nirvana, hingga film-film fiksi ilmiah populer. Harga tiket masuk dewasa umumnya berkisar 30 hingga 40 dolar AS (Rp490 ribu hingga Rp660 ribu).

Bagi para suporter yang datang ke Seattle untuk menyaksikan Piala Dunia 2026, kota ini menawarkan pengalaman yang lengkap antara olahraga, alam, dan budaya. Menonton pertandingan di Lumen Field dapat dipadukan dengan menikmati salmon segar khas Pacific Northwest, menjelajahi Pike Place Market yang ikonik, hingga bernyanyi di Museum Pop. (ezaar)

Destinasi pertama adalah Jarum Angkasa. Menara setinggi 184 meter yang dibangun untuk World’s Fair 1962 ini menjadi landmark paling terkenal di Seattle. Dari dek observasi, pengunjung dapat menikmati panorama kota, Teluk Elliott, hingga Gunung Rainier saat cuaca cerah. Harga tiket masuk dewasa berkisar 35 hingga 50 dolar AS (Rp575 ribu hingga Rp820 ribu), tergantung waktu kunjungan.

Rekomendasi kedua adalah Area Pasar Pike. Pasar tradisional yang telah berdiri sejak tahun 1907 ini menjadi salah satu destinasi wisata paling ramai di Seattle. Selain berburu hasil laut segar, wisatawan dapat melihat atraksi melempar ikan yang menjadi ciri khas pasar tersebut, menikmati berbagai kuliner lokal, hingga membeli suvenir. Masuk ke area pasar gratis, sementara anggaran untuk mencicipi makanan dan berbelanja biasanya berkisar 15 hingga 40 dolar AS (Rp245 ribu hingga Rp660 ribu).

Pilihan wisata ketiga adalah Museum Kultur Pop atau MoPOP. Museum yang dirancang arsitek Frank Gehry ini menampilkan berbagai koleksi tentang musik, film, video game, hingga budaya pop modern. Pengunjung dapat melihat pameran mengenai Jimi Hendrix, Nirvana, hingga film-film fiksi ilmiah populer. Harga tiket masuk dewasa umumnya berkisar 30 hingga 40 dolar AS (Rp490 ribu hingga Rp660 ribu).

Bagi para suporter yang datang ke Seattle untuk menyaksikan Piala Dunia 2026, kota ini menawarkan pengalaman yang lengkap antara olahraga, alam, dan budaya. Menonton pertandingan di Lumen Field dapat dipadukan dengan menikmati salmon segar khas Pacific Northwest, menjelajahi Pike Place Market yang ikonik, hingga bernyanyi di Museum Pop. (ezaar)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait