Oktafianus Fernando dan adiknya, Marselino Ferdinan. (Foto: Persebaya)
METROTODAY, SURABAYA – Kecintaan terhadap sepakbola membuat Oktafianus Fernando, mantan pemain Persebaya Surabaya musim 2025/2026 sekaligus kakak kandung Marselino Ferdinan, terus merencanakan langkah untuk tetap berkarier di dunia olahraga ini meski nanti sudah tidak lagi aktif sebagai pemain.
Ia memanfaatkan jeda kompetisi musim 2026 untuk melanjutkan pendidikan kepelatihan sekaligus mempersiapkan impian jangka panjangnya.
Di usianya yang kini menginjak 32 tahun, Ofan sapaan akrabnya sadar bahwa masa keemasan sebagai pemain memiliki batasan waktu.
Oleh karena itu, ia mulai menyusun fondasi agar tetap bisa berkontribusi di dunia sepakbola meski nanti sudah menggantung sepatu. Salah satu langkah nyatanya adalah melanjutkan jenjang lisensi kepelatihan.
“Rencananya saya sudah mengirimkan persyaratan untuk mengikuti kursus lisensi B ke PSSI, jadi tinggal menunggu jadwal pelaksanaannya,” tuturnya, Jumat (3/7).
Ia berharap, selama masa libur kompetisi ini bisa segera menyelesaikannya sebagai kelanjutan dari lisensi C yang sudah dimiliki sebelumnya. “Semua ini saya lakukan semata-mata karena rasa cinta yang besar terhadap sepakbola,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar menjadi pelatih, Ofan memiliki cita-cita yang lebih besar. Ia bermimpi suatu hari nanti dapat mendirikan serta mengelola klub atau akademi sepakbola bersama adiknya, Marselino Ferdinan, dan seluruh anggota keluarga. Rencananya, lembaga tersebut akan didirikan di kota asalnya, Surabaya.
“Impiannya nanti bisa bersama Marselino juga, serta keluarga, mendirikan sesuatu seperti klub atau akademi sepakbola. Kami sudah membicarakannya bersama keluarga, dan rencananya lokasinya akan berada di Surabaya,” tambahnya.
Meskipun telah mempersiapkan jalur karier baru, Ofan menegaskan bahwa dirinya belum memiliki kepastian kapan akan pensiun secara resmi sebagai pemain.
Namun, langkah mempersiapkan lisensi kepelatihan ini dianggap sebagai langkah bijak agar transisi karier berjalan lancar dan tetap dapat berkarya di dunia yang sangat dicintainya.
“Menjadi pemain memang tidak selamanya, tetapi jalan untuk berkarier di sepakbola hampir tidak ada habisnya. Oleh sebab itu, persiapan sejak dini sangat penting agar ketika waktunya tiba, saya sudah siap melangkah ke tahap selanjutnya,” pungkasnya. (ahm)
Pesatnya perkembangan Kota Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur ternyata masih terdapat sejumlah warga…
Untuk mengatasi permasalahan genangan air yang kerap terjadi di kawasan Margomulyo, Pemerintah Kota Surabaya merencanakan…
Memasuki masa libur sekolah, jumlah penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi 8…
Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di kawasan Kutisari, Surabaya, hingga kini belum juga beroperasi…
Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah memulangkan Bosnia-Herzegovina dengan…
Tak ada yang menyangka Belgia mampu keluar dari lubang sedalam itu. Tertinggal dua gol hingga…
This website uses cookies.