Categories: Fair Play

Benteng Alpen Tak Lagi Rapuh! Swiss Tendang Aljazair Pulang, Sejarah 88 Tahun Akhirnya Runtuh

METROTODAY, VANCOUVER – Swiss akhirnya mematahkan kutukan panjang mereka di fase gugur Piala Dunia. Bertanding menghadapi Aljazair pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Vancouver, Jumat (3/7/2026) WIB, pasukan Murat Yakin menang meyakinkan dengan skor 2-0 sekaligus mengamankan tiket menuju babak 16 besar.

Laga sempat berlangsung ketat pada menit-menit awal. Aljazair berusaha menekan lewat kecepatan Riyad Mahrez dan Ibrahim Maza, tetapi lini belakang Swiss tampil disiplin.

Momentum berubah ketika Breel Embolo memecah kebuntuan pada babak pertama usai memanfaatkan umpan matang wonderkid Johan Manzambi. Selepas turun minum, Dan Ndoye menggandakan keunggulan dan praktis mematikan harapan wakil Afrika tersebut untuk bangkit.

Kemenangan ini tidak hanya mengantar Swiss melangkah ke babak berikutnya, dikabarkan oleh The Guardian, tetapi juga mengakhiri penantian yang nyaris satu abad.

Menurut Reuters dan The Guardian, ini merupakan kemenangan pertama Swiss di fase gugur Piala Dunia sejak edisi 1938. Selama beberapa dekade mereka berkali-kali mentok di babak 16 besar atau tersingkir lewat adu penalti, sebelum akhirnya kutukan itu benar-benar runtuh di Kanada.

Sosok yang paling mencuri perhatian bukan hanya Embolo atau Ndoye, melainkan Johan Manzambi. Gelandang berusia 20 tahun itu kembali menunjukkan kualitasnya dengan menyumbang assist yang membuka jalan kemenangan Swiss.

Penampilannya sepanjang turnamen membuat sejumlah klub elite Eropa dikabarkan mulai mengantre untuk meminang jasanya. Bahkan media Eropa mencatat Manzambi telah menjadi pemain termuda yang mencatat lima keterlibatan gol di Piala Dunia edisi ini.

Pelatih Murat Yakin mengaku puas melihat anak asuhnya mampu mengubah ritme permainan setelah sempat kesulitan menembus pertahanan Aljazair. Ia menilai kunci kemenangan terletak pada kedisiplinan bertahan serta efektivitas ketika memperoleh peluang emas.

Reuters melaporkan Yakin juga memuji kerja kolektif seluruh pemain yang mampu meredam agresivitas lawan hingga nyaris tanpa ancaman berarti ke gawang Gregor Kobel.

Di kubu Aljazair, kekalahan tersebut menjadi penutup perjalanan yang pahit. Sang pelatih Vladimir Petkovic, yang ironisnya pernah membawa Swiss meraih berbagai pencapaian selama menangani tim itu, harus menerima kenyataan disingkirkan oleh mantan negaranya sendiri.

Seusai pertandingan, kapten Riyad Mahrez bahkan mengumumkan pensiun dari tim nasional, menandai berakhirnya salah satu era terbaik dalam sejarah sepak bola Aljazair.

Hasil ini juga memperpanjang tren impresif Swiss. Mereka menutup fase grup sebagai juara Grup B tanpa terkalahkan, kemudian meneruskan performa konsisten di babak gugur. Tiga kemenangan beruntun menjadi modal berharga sebelum menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di babak 16 besar melawan Kolombia.

Jika mampu mempertahankan keseimbangan antara organisasi pertahanan dan efektivitas serangan, pasukan Murat Yakin berpeluang menjadi salah satu kuda hitam paling berbahaya di Piala Dunia 2026. (eza/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Momen Haru Penutupan Haji di Surabaya: Menhaj Irfan Yusuf Lepas Rompi, Teteskan Air Mata dan Sujud Syukur

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, tak kuasa menahan haru hingga meneteskan air…

1 day ago

Warga Gebang Lor Surabaya Belum Terlayani PDAM, Pengeluaran Bertambah untuk Beli Air Bersih

Pesatnya perkembangan Kota Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur ternyata masih terdapat sejumlah warga…

1 day ago

Mini Bozem Dibangun di Exit Tol Margomulyo-Tandes untuk Tampung Air agar Tak Meluber ke Jalan

Untuk mengatasi permasalahan genangan air yang kerap terjadi di kawasan Margomulyo, Pemerintah Kota Surabaya merencanakan…

1 day ago

Bukan Cucurella apalagi Oyarzabal, Lamine Yamal Dinobatkan Jadi Raja Lapangan saat Spanyol Gilas Austria

Timnas Spanyol melaju mulus ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Austria dengan…

1 day ago

Oktafianus Fernando Kejar Lisensi Pelatih, Impikan Bangun Klub Bersama sang Adik Marselino Ferdinan

Kecintaan terhadap sepakbola membuat Oktafianus Fernando, mantan pemain Persebaya Surabaya musim 2025/2026 sekaligus kakak kandung…

1 day ago

Kereta Api Tetap Jadi Pilihan Utama saat Liburan Sekolah, Penumpang Rata Rata 23 Ribu per Hari

Memasuki masa libur sekolah, jumlah penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi 8…

1 day ago

This website uses cookies.