Categories: Fair Play

Gyokeres-Isak Sudah Sangar, Lini Depan Ilegal Les Bleus Bikin Kengerian Swedia Bubar

METROTODAY, NEW YORK – Prancis kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026 setelah membungkam Swedia dengan skor kejam 3-0 pada 32 besar, Selasa (30/6) waktu setempat atau Rabu dinihari WIB.

Bermain di hadapan lebih dari 86 ribu penonton, Les Bleus (julukan Prancis) tampil begitu dominan sejak menit pertama. Swedia sempat bertahan disiplin sepanjang babak pertama, namun kebuntuan pecah menjelang turun minum lewat aksi Kylian Mbappe yang mencetak gol kelimanya sepanjang turnamen.

Memasuki paruh kedua, Bradley Barcola menggandakan keunggulan sebelum Mbappe menutup pesta kemenangan melalui gol keduanya pada menit ke-74. Hasil ini memastikan kursi Prancis di babak 16 besar untuk menghadapi Paraguay yang baru saja menjegal Jerman.

Swedia sebenarnya datang dengan semangat tinggi setelah lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dan bertumpu pada dua striker klub Liga Inggris, yakni Gyokeres dan Isak. Namun, mereka kesulitan mengimbangi tempo tinggi permainan Prancis.

Barisan pertahanan Skadinavia dipaksa terus berlari mengejar bola, sementara lini tengah Prancis mengalirkan umpan-umpan vertikal yang memecah fokus lawan. Bahkan ketika suhu pertandingan mencapai sekitar 32 derajat Celsius dan laga sempat dihentikan untuk cooling break, ritme Prancis sama sekali tidak menurun.

Yang paling banyak menjadi perbincangan selepas pertandingan bukan hanya skor telak tersebut, melainkan betapa “illegal”-nya lini depan Prancis. Di media sosial maupun kolom komentar berbagai media internasional seperti Reuters dan The Guardian, banyak penggemar menyebut skuad asuhan Didier Deschamps seolah memainkan gim video dengan seluruh pemain berstatus bintang.

Bayangkan saja, mereka memiliki Mbappe, Ousmane Dembele, Barcola, Michael Olise, hingga Desire Doue yang dapat masuk dari bangku cadangan tanpa membuat kualitas menurun sedikit pun. Kecepatan, kreativitas, dan klinisnya penyelesaian akhir mereka membuat pertahanan Swedia tak diberi ruang, bahkan untuk bernapas.

Keganasan barisan penyerang Prancis di sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 memang bukan sekadar isapan jempol, melainkan valid secara hitam di atas putih lewat catatan statistik yang bikin merinding.

Hingga berakhirnya babak 32 besar, kombinasi lini depan Les Bleus yang dimotori Mbappe, Barcola, Olise, Dembele, dan Doue total telah mengemas 11 gol dan 8 asis hanya dari empat pertandingan yang sudah dilakoni.

Tingkat kesuksesan mereka di depan gawang pun berada di angka yang tidak masuk akal, dengan akurasi tembakan tepat sasaran menyentuh 68%, sebuah rasio mematikan yang meyakinkan efisiensi tingkat tinggi di sepertiga akhir lapangan.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Tanpa Melihat Tetap Presisi, Mahasiswa di Surabaya Ciptakan Timbangan untuk Barista Tunanetra

Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…

2 hours ago

Teken Kontrak Kinerja dan Surat Siap Mundur, Pejabat Surabaya Komitmen Capai Target

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…

3 hours ago

BRI Region 12 Surabaya Salurkan Paket Sembako ke Panti Asuhan dan Gereja, Kepedulian Sambut HUT RI

BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…

5 hours ago

Perda 4/2026 Berlaku, Penghuni Kos di Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Tinggal di KK dan KTP

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…

9 hours ago

Bertemu Bupati Subandi, HMI Sidoarjo Dukung Pemberantasan Miras dan Penanggulangan HIV/AIDS

Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…

18 hours ago

Pimpin DPAC PKB Sedati, Rafi Wibisono Bawa Misi “Naik Kelas”

Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…

1 day ago

This website uses cookies.