Tak sampai itu, kreativitas mereka juga berada di level tertinggi turnamen menciptakan 4,5 peluang emas per pertandingan, sebuah angka yang membuktikan mengapa lini serang ini pantas disebut sebagai mimpi buruk paling nyata bagi setiap pasang bek di dunia saat ini, dilansir dari Opta Analyst.
Keberhasilan ini juga memperpanjang kesan bahwa Prancis semakin menjadi dari pertandingan ke pertandingan. Mereka tidak hanya mengandalkan kecemerlangan individu, tetapi juga kolektivitas yang membuat pergantian pemain nyaris tak memengaruhi kualitas permainan.
Paraguay jelas menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Sebab, menghentikan satu bintang Prancis saja sudah sulit, apalagi ketika hampir seluruh lini depan mereka dipenuhi pemain kelas dunia yang sedang berada di puncak karier. (eza/mt)
Page: 1 2
Pelindo memastikan sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali beroperasi normal pascagempa bumi…
Malam Apresiasi Paskibraka Kota Surabaya Tahun 2026 digelar di Lobi Lantai 2 Balai Kota Surabaya,…
Mobil Suzuki Ertiga dengan nomor polisi W 1864 RK mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya…
Pemerintah Kota Surabaya menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Balai Kota…
Peringatan HUT Kemerdekaan RI sangat monumental bagi seluruh rakyat Indonesia. Minggu malam (16/8/2026), digelar malam…
Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan…
This website uses cookies.