Categories: Fair Play

Satu Gol Buat Uzbekistan Gugur, Tiga Gol DR Kongo Buat Suporter Terhibur

METROTODAY, ATLANTA – Sebuah tinta emas baru saja diukir oleh Timnas Repbulik Demokratik (RD) Kongo di panggung Piala Dunia 2026. Bertanding di Atlanta Stadium, tim berjuluk Leopards ini sukses membalikkan kedudukan untuk menumbangkan Uzbekistan dengan skor meyakinkan 3-1.

Kemenangan ini tidak hanya memicu pesta pora yang luar biasa bagi publik Kinshasa, tetapi juga mengamankan tiket bersejarah yang diraih susah payah menuju babak 32 besar untuk menantang raksasa Eropa, Inggris, pada 1 Juli mendatang.

Pertandingan sejatinya berjalan sangat terjal bagi anak asuh Sebatien Desabre di paruh pertama. Baru sepuluh menit laga bermain, gawang RD Kongo langsung koyak oleh sepakan dari sudut sempit sang bomber Uzbekistan, Eldor Shumurodov.

Asa untuk menyamakan kedudukan sempat melambung tinggi ketika Nathanael Mbuku menggetarkan jala lawan pada menit ke-17. Namun kegembiraan itu seketika sirna setelah VAR menganulir gol tersebut karena adanya pelanggaran dalam proses serangan, memaksa RD Kongo masuk ruang ganti dengan kepala tertunduk.

Keputusan itu memicu gelombang kritik dari mantan striker Inggris sekaligus pandit BBC, Chris Sutton, yang menyebutnya sebagai salah satu keputusan VAR paling absurd yang pernah ia lihat di Piala Dunia.

Memasuki babak kedua, badai gempuran DR Kongo semakin tak terbendung hingga memaksa barisan pertahanan Uzbekistan jatuh bangun dan melakukan kecerobohan. Pada menit ke-68, Yoanne Wissa dengan ketenangan tingkat dewa mengeksekusi penalti setelah dirinya ditekel keras di kotak terlarang oleh Abdukodir Khusanov.

Momentum pun berbalik total. Pemain pengganti Fiston Mayele merubah keadaan menjadi 2-1 di menit ke-78, sebelum akhirnya Wissa mencetak brace indah di masa injury time untuk menyegel kemenangan mutlak 3-1.

Kemenangan ini juga menorehkan sejarah. Setelah penantian lebih dari setengah abad sejak penampilan perdana sebagai Zaire pada 1974, DR Kongo akhirnya berhasil menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Prestasi tersebut menjadi tonggak baru bagi sepak bola negara Afrika Tengah itu, sekaligus membuktikan perkembangan mereka di panggung internasional.

Namun, euforia kemenangan itu belum sepenuhnya dirasakan oleh satu ikon terbesar suporter DR Kongo. Dikabarkan Reuters, Michael Kuka Mboladinga, pria yang dikenal sebagai suporter setia sekaligus “patung hidup” Patrice Lumumba di setiap laga tim nasional, dipastikan tidak dapat lagi memberikan dukungan langsung di stadion setelah permohonan visa Amerika Serikat miliknya ditolak.

Sebelumnya, ia masih sempat menyaksikan laga kontra Kolombia di Meksiko, tetapi gagal memasuki wilayah AS untuk pertandingan melawan Uzbekistan dan kemungkinan besar juga tidak bisa mendampingi tim di babak gugur, kecuali ada perubahan keputusan terkait visanya.

Uzbekistan harus mengakhiri debut mereka di Piala Dunia dengan kepala tegak meski gagal lolos. Serigala Putih (julukan Uzbekistan) memang kesulitan bersaing menghadapi lawan-lawan berat seperti Portugal, Kolombia, dan DR Kongo. (eza/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Tanpa Melihat Tetap Presisi, Mahasiswa di Surabaya Ciptakan Timbangan untuk Barista Tunanetra

Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…

2 hours ago

Teken Kontrak Kinerja dan Surat Siap Mundur, Pejabat Surabaya Komitmen Capai Target

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…

3 hours ago

BRI Region 12 Surabaya Salurkan Paket Sembako ke Panti Asuhan dan Gereja, Kepedulian Sambut HUT RI

BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…

4 hours ago

Perda 4/2026 Berlaku, Penghuni Kos di Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Tinggal di KK dan KTP

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…

9 hours ago

Bertemu Bupati Subandi, HMI Sidoarjo Dukung Pemberantasan Miras dan Penanggulangan HIV/AIDS

Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…

18 hours ago

Pimpin DPAC PKB Sedati, Rafi Wibisono Bawa Misi “Naik Kelas”

Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…

1 day ago

This website uses cookies.