Categories: Fair Play

Messi Disimpan, Argentina Tetap Menyala Meski Sang Raja Baru Turun Belakangan

METROTODAY, DALLAS – Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania, Minggu (28/6), meski tampil tanpa Lionel Messi sejak menit pertama.

Pelatih Lionel Scaloni melakukan rotasi besar-besaran setelah La Albiceleste memastikan tiket ke babak 32 besar, namun kualitas permainan mereka tetap terlalu tangguh bagi wakil Asoa tersebut.

Reuters melaporkan Scaloni mengganti sembilan pemain dari susunan starter saat mengandaskan Austria, dengan hanya Emiliano Martinez dan Lautaro Martinez yang tetap dipercaya sejak awal.

Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang sejak permainan atas wakil Asia tengah tersebut. Giovani Lo Celso membuka keunggulan melalui tendangan bebas yang indah sebelum Lautaro Martinez menggandakan skor lewat eksekusi klinis dari titik putih.

Yordania sempat memperkecil ketertinggalan melalui Musa Al-Tamari yang masuk sebagai pemain pengganti, tetapi masuknya Messi pada babak kedua kembali mengubah ritme pertandingan.

Kapten Argentina itu menutup kemenangan dengan tendangan bebas khasnya yang gagal dibendung kiper Yordania, sekaligus memastikan skor akhir menjadi 3-1.

Sorotan utama justru terjadi sebelum laga dimulai. Menurut Cadena SER, untuk pertama kalinya dalam turnamen ini, Scaloni secara terbuka mengonfirmasi bahwa Messi akan dicadangkan. Keputusan tersebut ia ungkap setelah mendapat pertanyaan dari jurnalis legendaris Argentina berusia 91 tahun, Enrique Macaya Marquez, sosok yang telah meliput 18 edisi Piala Dunia.

Dengan penuh hormat, Scaloni menjawab, “Saya menjawab karena yang bertanya adalah anda,” sembari menjelaskan bahwa keputusan itu telah disepakati bersama Messi demi memberi kesempatan bermain kepada pemain lain seperti Nico Paz yang juga layak tampil. Momen hangat itu bahkan diakhiri dengan pelukan dan foto bersama antara Scaloni dan Macaya Marquez.

Keputusan mengistirahatkan Messi bukan berarti Argentina kehilangan daya gedor. Sebaliknya, rotasi besar tersebut memperlihatkan kedalaman skuad juara dunia itu. Scaloni menegaskan seluruh pemainnya merupakan bagian penting dari tim dan berhak memperoleh menit bermain, terutama setelah tiket fase gugur sudah dalam genggaman.

Ia juga menolak anggapan bahwa merotasi skuad berarti meremehkan lawan, seraya menekankan Argentina tetap menghormati setiap pertandingan di Piala Dunia.

Laga melawan Yordania menjadi kali pertama kapten Argentina itu tidak masuk susunan starter untuk tim nasional sejak Piala Dunia 2006 di Jerman. Saat itu, Messi yang baru berusia 19 tahun hanya menjadi pemain cadangan ketika Argentina menghadapi Belanda pada laga pamungkas fase grup, sebelum kembali tidam dimainkan pada perempat final kontra Jerman.

Sejak berkembang menjadi sosok sentral La Albiceleste pada 2007, Messi praktis selalu menjadi pilihan utama setiap kali berada dalam kondisi bugar, sehingga keputusan Scaloni menyimpannya di bangku cadangan kali ini menjadi momen yang sangat langka.

Meski hanya bermain setengah jam, Messi tetap berhasil menambahkan pundi-pundi golnya, Gol tendangan bebasnya memperpanjang catatan luar biasa sang megabintang yang kini mencetak gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara beruntun, sebuah rekor baru di turnamen.

Terlebih di usia 39 tahun, Messi kembali membuktikan bahwa ia masih menjadi pembeda, bahkan ketika memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Kemenangan ini memastikan Argentina menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan 9 poin sempurna, Selanjutnya, mereka akan menghadapi Tanjung Verde di babak 32 besar. Di sisi lain, Yordania harus mengakhiri debut mereka di Piala Dunia dengan tersingkir. (eza/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Tanpa Melihat Tetap Presisi, Mahasiswa di Surabaya Ciptakan Timbangan untuk Barista Tunanetra

Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…

2 hours ago

Teken Kontrak Kinerja dan Surat Siap Mundur, Pejabat Surabaya Komitmen Capai Target

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…

3 hours ago

BRI Region 12 Surabaya Salurkan Paket Sembako ke Panti Asuhan dan Gereja, Kepedulian Sambut HUT RI

BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…

5 hours ago

Perda 4/2026 Berlaku, Penghuni Kos di Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Tinggal di KK dan KTP

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…

9 hours ago

Bertemu Bupati Subandi, HMI Sidoarjo Dukung Pemberantasan Miras dan Penanggulangan HIV/AIDS

Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…

18 hours ago

Pimpin DPAC PKB Sedati, Rafi Wibisono Bawa Misi “Naik Kelas”

Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…

1 day ago

This website uses cookies.