WhatsApp Image 2026-06-28 at 14.59.46
METROTODAY, KANSAS CITY – Laga Austria kontra Aljazair pada pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 semula diprediksi menjadi salah satu duel paling membosan di fase grup. Sebab, hasil imbang sudah cukup mengantar kedua tim melaju ke babak 32 besar.
Austria sebagai runner-up grup dan Aljazair sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Aroma “main aman” bahkan mengingatkan banyak pihak pada tragedi Disgrace of Gijon di Piala Dunia 1982 yang juga melibatkan kedua negara.
Namun, yang terjadi di lapangan justru berkebalikan. Kedua tim menyuguhkan pertandingan terbuka dengan enam gol, drama hingga masa injury time, dan skor akhir 3-3 yang membuat publik berdiri dari kursinya.
Menurut laporan FIFA, babak pertama langsung berjalan dengan tempo mahadahsyat ketika armada Austria yang diarsiteki Ralf Rangnick mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-28 melalui penyelesaian dingin penyerang gaek Marko Arnautovic.
Aljazair yang tersengat tak tinggal diam, ombak serangan mereka akhirnya membuahkan hasil tepat sebelum istirahat babak pertama lewat aksi penetrasi ciamik Rafik Belghali di menit ke-41 yang mengubah papan skor menjadi 1-1.
Memasuki paruh kedua, intensitas laga bukannya mengendur malah makin membara. Sepakan rudal Marcel Sabitzer pada menit ke-55 sempat membawa Das Team (julukan Austria) kembali memimpin, namun kapten legendaris Aljazair, Riyad Mahrez, langsung membalasnya lima menit berselang demi menjaga asa Rubah Gurun (julukan Aljazair).
Ketika pertandingan memasuki masa tenggang dan para pemain tampak mulai kehabisan bensin, kegilaan sesungguhnya baru dimulai pada masa injury time. Riyad Mahrez sempat membuat pendukung Austria lemas tak berdaya setelah mencetak gol keduanya pada menit ke-93, sebuah gol yang andai bertahan akan langsung melempar Austria keluar dari turnamen sekaligus menyelamatkan nasib timnas Iran.
Namun, dewi fortuna rupanya masih enggan berpaling dari Austria. Hanya selang tiga menit kemudian atau tepatnya menit ke-96, penyerang pengganti bertubuh jangkung Sasa Kaladzic sukses menanduk bola kiriman Michael Gregoritch demi memaksakan hasil imbang 3-3 sekaligus mengamankan kursi lolos dramatis bagi kedua tim.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, menepis segala spekulasi mengenai kemungkinan adanya kesepakatan diam-diam. Reuters menyebutkan, Rangnick menilai pertandingan sengit tersebut justru menjadi bukti bahwa kedua tim bermain untuk menang.
Eks pelatih Manchester United bahkan menyamakan duel itu layaknya film garapan Alfred Hitchcock karena penuh ketegangan dan sulit ditebak hingga detik terakhir. Baginya, gol penyeimbang Kalajdzic pada penghujung laga sudah sangat menjelaskan bahwa tidak ada tim yang puas hanya mempertahankan hasil imbang.
Selain memastikan langkah Austria ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam 44 tahun, pertandingan ini juga memupus harapan Iran yang membutuhkan salah satu tim kalah agar bisa merebut tiket ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik. (eza/mt)
Fase grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Enam pertandingan terakhir yang mempertemukan tim-tim di Grup…
Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania, Minggu (28/6),…
Portugal gagal mengkudeta puncak klasemen Grup K setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia…
Sebuah tinta emas baru saja diukir oleh Timnas Repbulik Demokratik Kongo di panggung Piala Dunia…
Drama tingkat tinggi tersaja dalam laga pamungkas Grup L Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Kroasia…
Panggung megah New York New Jersey Stadium menjadi saksi bisu keperkasaan Timnas Inggris yang sukses…
This website uses cookies.