Categories: Fair Play

Sudah Pasang Kacamata, Salam dari Ruang VAR Bikin Iran Merana

METROTODAY, SEATTLE – Pertandingan pamungkas Grup G Piala Dunia di Seattle Stadium berubah menjadi panggung drama yang memguras air mata dan emosi. Tim nasional Mesir berhasil menahan imbang Iran dengan skor 1-1 pada hari Jumat (26/6) waktu setempat.

Hasil tersebut cukup mengantarkan The Pharaoh (julukan Mesir) finis sebagai runner-up grup dengan lima poin, sementara Iran harus menunggu nasib sebagai salah satu nasib peringkat ketiga terbaik setelah gagal mengunci kemenangan yang sudah berada di depan mata.

Berdasarkan laporan resmi FIFA, Mesir langsung menyentak di menit ke-5 lewat gol kilat Mahmoud Saber yang memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Mohamed Salah.

Iran sejatinya punya kans emas menyamakan kedudukan via titik putih empat menit berselang, namun eksekusi Mehdi Taremi berhasil dimentahkan kiper Mostafa Shobeir, sebelum akhirnya Ramin Rezaeian menebus dosa timnya di menit ke-14 lewat gol dari sudut sempit yang mengubah skor menjadi imbang.

Memasuki penghujung laga, tensi meroket ke level maksimal saat kejadian salah satu momen kontroversial. Tepat pada menit ke-93, stadion bergemuruh saat bek veteran Iran, Shojae Khalizadeh, berhasil menendang bola liar di depan gawang Mesir.

Selebrasi menjadi-jadi pun pecah, para pemain cadangan berhamburan ke lapangan, bahkan Khalizadeh sempat bergaya tengil mengenakan kacamata hitam pemberian rekannya di pinggir lapangan sembari bersujud.

Malangnya, kegembiraan tersebut langsung dihancurkan oleh wasit legendaris asal Polandia, Szymon Marciniak. Ulasan mendalam dari The Guardian menyebutkan bahwa setelah meninjau asisten wasit video (VAR), Marciniak menganulir gol tersebut karena sang bek kedapatan berdiri dalam posisi offside yang teramat tipis, hanya dalam hitungan milimeter saat bola pertama kali diumpankan.

Di balik drama yang mengaduk-aduk perasaan tersebut, terselip sebuah kesan historis yang sangat monumental bagi kubu Afrika Utara itu. Hasil imbang ini resmi mengantarkan Mesir melaju ke babak 32 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Tanpa Melihat Tetap Presisi, Mahasiswa di Surabaya Ciptakan Timbangan untuk Barista Tunanetra

Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…

2 hours ago

Teken Kontrak Kinerja dan Surat Siap Mundur, Pejabat Surabaya Komitmen Capai Target

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…

3 hours ago

BRI Region 12 Surabaya Salurkan Paket Sembako ke Panti Asuhan dan Gereja, Kepedulian Sambut HUT RI

BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…

5 hours ago

Perda 4/2026 Berlaku, Penghuni Kos di Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Tinggal di KK dan KTP

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…

9 hours ago

Bertemu Bupati Subandi, HMI Sidoarjo Dukung Pemberantasan Miras dan Penanggulangan HIV/AIDS

Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…

19 hours ago

Pimpin DPAC PKB Sedati, Rafi Wibisono Bawa Misi “Naik Kelas”

Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…

1 day ago

This website uses cookies.