Sebaliknya, sebagaimana dilansir oleh AP News, pelatih Iran Amir Ghalenoei hanya bisa meratapi nasib buruk anak asuhnya di ruang konferensi pers.
Fakta menariknya, ini merupakan gol ketiga Iran yang harus dianulir oleh teknologi VAR sepanjang fase grup turnamen edisi 2026 ini, sebuah rekor kesialan yang membuat sang arsitek tim frustasi meski dirinya tetap berlapang dada menerima keputusan teknologi.
Dengan hasil akhir ini, peta persaingan di Grup G resmi terkunci dengan Belgia sebagai juara grup disusul Mesir di peringkat kedua. Menurut kalkulasi Al Jazeera, Mesir yang mengantongi 5 poin sudah dipastikan akan menantang Australia di babak gugur.
Sementara Tim Melli (julukan Iran) kini berada di posisi yang mengkhawatirkan, mereka tentu menanti kepastian dengan harap-harap cemas hingga laga di Grup J, K, L selesai demi memperebutkan tiket peringkat ketiga terbaik. (eza/mt)
Page: 1 2
Pelindo memastikan sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali beroperasi normal pascagempa bumi…
Malam Apresiasi Paskibraka Kota Surabaya Tahun 2026 digelar di Lobi Lantai 2 Balai Kota Surabaya,…
Mobil Suzuki Ertiga dengan nomor polisi W 1864 RK mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya…
Pemerintah Kota Surabaya menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Balai Kota…
Peringatan HUT Kemerdekaan RI sangat monumental bagi seluruh rakyat Indonesia. Minggu malam (16/8/2026), digelar malam…
Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan…
This website uses cookies.