Categories: Fair Play

Son Heung-min Duduk di Bangku Cadangan, Korea Selatan Tumbang di Tangan Afsel

METROTODAY, MONTERREY – Timnas Korea Selatan harus menelan pil pahit setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026 di Estadio Monterrey, Rabu (24/6) waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

Kekalahan tersebut membuat Taeguk Warriors gagal mengamankan tiket otomatis ke babak 32 besar dan harus bergantung pada hasil grup lain untuk menjaga harapan mereka tetap hidup. Sementara itu, Afrika Selatan mencetak rekor dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Menurut ESPN, secara statistik Korea Selatan sebenarnya tampil dominan. Mereka menguasai hampir 70 persen penguasaan bola dan lebih sering melakukan serangan ke wilayah pertahanan lawan. Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang.

Afrika Selatan justru tampil lebih efisien dan berhasil memanfaatkan salah satu peluang terbaik mereka melalui gol Thapelo Maseko pada menit ke-63. Setelah unggul, skuad Bafana Bafana bertahan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Keputusan pelatih Hong Myung-bo mencadangkan kapten sekaligus tim, Son Heung-min, menjadi bahan pembicaraan utama sebelum pertandingan dimulai. Son yang selalu menjadi starter pada dua laga sebelumnya baru dimainkan pada babak kedua.

Reuters melaporkan Hong sengaja menyimpan sang kapten dengan harapan Son dapat memanfaatkan kelelahan Afrika Selatan pada paruh akhir pertandingan. Namun, strategi tersebut gagal total karena Korea Selatan tidak pernah benar-benar menemukan ritme permainan terbaiknya.

Usai pertandingan, Hong Myung-bo secara terbuka mengakui timnya tampil jauh di bawah standar. Legenda sepak bola Korea Selatan itu mengatakan lini tengah terlalu sering kehilangan bola sehingga kepercayaan diri pemain ikut menurun. “Penampilan kami tidak cukup baik,” kata Hong dalam konferensi pers.

Kritik keras langsung datang dari mantan kapten Korea Selatan, Park Ji-sung. Saat menjadi komentator televisi, Park mengaku kecewa dengan minimnya identitas permainan yang ditunjukkan negaranya.

Ia bahkan membandingkan situasi saat ini dengan kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2014 yang juga berakhir pada fase grup. Menurut Park, setelah lebih dari satu dekade berlalu, tim nasional seharusnya sudah belajar dari kesalahan masa lalu, bukan justru mengulanginya.

Kekecewaan juga mengalir dari kalangan media Korea. Sejumlah jurnalis mempertanyakan keputusan mencadangkan Son Heung-min dalam laga yang menentukan nasib tim.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Perubahan Suhu dan Kebiasaan Mengejan di Kamar Mandi Bisa Picu Stroke, Ini Penjelasan Medisnya!

Perubahan suhu mendadak saat mandi dan kebiasaan mengejan berlebihan ternyata dapat memicu pecahnya pembuluh darah…

6 hours ago

Kasus Diabetes Anak Didominasi Genetik, Spesialis Gizi: Tetap Batasi Gula Demi Cegah Risiko Jangka Panjang

Peningkatan kasus diabetes pada anak di Indonesia disebabkan oleh semakin tingginya angka diagnosis dini serta…

7 hours ago

Mahasiswi FKH di Surabaya Melahirkan Bayi hingga Meninggal di Kos, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu universitas di Surabaya melahirkan secara mandiri di…

18 hours ago

DPP Partai Demokrat Tetapkan Nur Muhyidin Pimpin OC Musda VII Jatim yang Digelar Akhir Agustus

DPP Partai Demokrat menetapkan dan mengesahkan H. Nur Muhyidin (Kepala BPOKK DPD) sebagai Ketua Panitia…

18 hours ago

Ribuan Orang Gelar Aksi Damai Tolak LGBTQ di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Tuntut Perlindungan Generasi

Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Umat Peduli Generasi (AUPG) Jawa Timur menggelar aksi damai…

18 hours ago

Disapa Malah Marah, Pria di Gundih Surabaya Sabet Tetangga dengan Mandau Hingga Terluka

Satu warga mengalami luka berat akibat disabet senjata tajam jenis mandau di kawasan Jalan Cepu,…

18 hours ago

This website uses cookies.