Categories: Fair Play

Tembok Bernama Beiranvand Itu Menjadi Penyebab Belgia Mandul Lagi!

METROTODAY, LOS ANGELES – Timnas Belgia kembali gagal menunjukkan tajinya di Piala Dunia 2026. Setelah hanya bermain imbang pada laga pembuka, Setan Merah (julukan Belgia) sekali lagi tersandung usai ditahan Iran tanpa gol dalam pertandingan Grup G yang berlangsung di Los Angeles Stadium, Minggu (21/6) waktu setempat.

Hasil 0-0 ini membuat persaingan grup semakin terbuka dan memaksa Belgia menjalani partai hidup-mati pada laga terakhir.

Sejak peluit awal dibunyikan, Belgia tampil dominan dengan menguasai jalannya pertandingan melalui kreativitas kapten mereka, Kevin De Bruyne.

Namun dominasi penguasaan bola itu tidak berbanding lurus dengan efektivitas serangan. Iran justru sempat membuat jantung pendukung Belgia berdebar ketika gol Mehdi Tarenu diaulir VAR akibat posisi offside tipis pada babak pertama.

Di sisi lain, kiper Belgia Thibaut Courtois juga dipaksa melakukan 3 penyelamatan untuk menggagalkan sejumlah peluang Team Melli (julukan Iran).

Momen yang paling membekas dalam pertandingan ini terjadi pada menit ke-59. Bek sayap Belgia, Maxime De Cuyper, sudah berada dalam posisi ideal untuk mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Saat sebagian besar penonton mengira bola akan bersarang di jala Iran, kiper veteran Alireza Beiranvand melakukan penyelamatan refleks luar biasa dengan satu tangan.

Aksi akrobatik tersebut langsung disebut The Guardian sebagai salah satu penyelamatan terbaik sepanjang fase grup Piala Dunia 2026.

Beiranvand memang menjadi aktor utama di balik keberhasilan Iran mengamankan satu poin. Kiper berusia 33 tahun itu mencatat tujuh penyelamatan sepanjang pertandingan dan berkali-kali menggagalkan peluang emas Belgia.

Penampilannya mengingatkan publik pada aksinya saat menepis penalti Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2018. Bahkan sejumlah laporan internasional menobatkannya sebagai pemain terbaik pertandingan berkat ketenangan dan kemampuan membaca arah bola sepakan Romelu Lukaku dan kawan-kawan.

Penderitaan Belgia semakin bertambah ketika bek muda Nathan Ngoy menerima kartu merah langsung pada menit ke-66. Kesalahan umpan ke belakang membuat Taremi lolos menuju gawang dan Ngoy terpaksa menjatuhkannya demi menghentikan peluang matang Iran.

Sejak saat itu Belgia harus bermain dengan sepuluh orang, sementara Iran semakin percaya diri memburu gol kemenangan.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengaku frustasi melihat timnya kembali gagal memaksimalkan peluang.

Menurut Garcia, seperti yang ditulis oleh Reuters, anak asuhnya sebenarnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik, tetapi penyelesaian akhir menjadi PR besar.

Ia juga secara khusus memuji Beiranvand yang dianggap menjadi tembok kokoh dalam pertandingan tersebut.

Di kubu Iran, pelatih Amir Ghalenoei menyebut hasil imbang melawan salah satu kekuatan Eropa sebaagi bukti mentalitas dan disiplin para pemainnya.

Media internasional menilai Iran tampil dengan blok pemainnya yang sangat rapat dan berhasil membuat Belgia frustasi selama 90 menit. Ketangguhan kolektif itu membuat Iran kini berada di posisi yang memungkinkan untuk memburu tiket ke fase gugur.

Fakta menariknya, Belgia kini telah melepaskan puluhan tembakan dalam dua pertandingan pertama mereka tetapi belum mampu mencetak gol dari permainan terbuka. Satu-satunya gol yang mereka miliki sejauh ini berasal dari gol bunuh diri lawan saat menghadapi Mesir.

Sementara itu, Iran semakin dekat dengan sejarah baru untuk menembus fase gugur berkat sosok tembok hidup bernama Alireza Beiranvand. (ezaar/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Doku Ingin Dampingi Kelahiran Anak Pertama, Studio TV Malah Sewot! L’Equipe Kena Bumerang

enyerang sayap Belgia dan Manchester City, Jeremy Doku, menjadi pusat perdebatan panas di tengah Piala…

3 hours ago

Ambisi Gila Infantino demi Piala Dunia 2026: Tempuh Ribuan Kilometer Tonton Dua Laga Sehari Lintas Benua

Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu…

3 hours ago

Keliling Kota Piala Dunia #5: Kansas-Missouri Pusat Musik Jazz dan Barbeku Terbaik di Amerika

Di antara deretan kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Kansas City mungkin bukan nama yang…

4 hours ago

Sidang Tembok Mutiara Regency di PTUN, Ahli Unair Tegaskan Bupati Sidoarjo Berwenang Bongkar Demi Integrasi Jalan

Sidang gugatan pembongkaran tembok pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City di Desa Banjarbendo,…

4 hours ago

Jawara Eropa Datang ke Jakarta! Aston Villa Tantang Indonesia All-Star di SUGBK, Tiket Dibanderol Mulai Rp200 Ribu

Publik sepak bola Indonesia kembali mendapat suguhan laga internasional bergengsi. Klub Liga Inggris, Aston Villa,…

7 hours ago

Aljazair Remontada Yordania Pakai Jalur Udara, Buat Raja Abdullah II Sakit Kepala!

Drama tingkat tinggi tersaji di Levi’s Stadium saat Aljazair sukses memperpanjang napas mereka di Piala…

9 hours ago

This website uses cookies.