Categories: Fair Play

Matador Mengamuk di Atlanta, Saudi Merana saat Bocah Barcelona Turun

METROTODAY, ATLANTA – Timnas Spanyol akhirnya berhasil menyeka keringat kecemasan publik setelah mengandaskan perlawanan Arab Saudi dengan skor mencolok 4-0 pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (21/6/2026) atau Senin dinihari WIB.

Sosok yang paling mencuri perhatian tentu saja Lamine Yamal, wonderkid berusia 18 tahun yang menjadi dinamo serangan sekaligus pembuka jalur kemenangan tim asuhan Luis de la Fuente.

Spanyol langsung menginjak pedal gas sejak menit awal. Yamal membuka skor pada menit kw-10 setelah memanfaatkan umpan Mikel Oyarzabal. Tak lama berselang, Oyarzabal menggandakan keunggulan melalui dua gol beruntun pada menit ke-21 dan 24.

Dominasi La Roja (julukan Spanyol) berlanjut selepas jeda ketika bek Arab Saudi Hassan Al-Tambakti berusaha menghadang sepakan Marc Cucurella dan mencetak gol bunuh diri yang memastikan nestapa Arab Saudi. Dominasi penguasaan dan skor telak Spanyol pun tetap tidak terkejar hingga peluit panjang berbunyi.

Staistik pertandingan menunjukkan betapa timpangnya laga ini, Spanyol menguasai lebih dari 67 persen bola dan melepaskan 22 percobaan tembakan, sedangkan Arab Saudi hanya mampu mencatatkan tiga kali upaya sepanjang pertandingan, menurut laporan ESPN.

Namun ada satu pendapat liar yang mulai memunculkan perdebatan di kalangan pengamat dan penggemar Spanyol.

Ketika De la Fuente menarik keluar Yamal dan Oyarzabal pada jeda babak pertama untuk mejaga kebugaran mereka, intensitas serangan Spanyol turut menurun drastis.

Meski masih mengontrol permainan dan mencetak satu gol tambahan melalui gol bunuh diri Al-Tambakti, La Roja tidak lagi tampil seganas 45 menit pertama.

Dikabarkan oleh The Guardian, tempo serangan melambat dan kreativitas di sepertiga akhir lapangan berkurang. Padahal di lapangan, Fuente masih memainkan sejumlah pemain utama Spanyol seperti Nico Williams dan Ferran Torres. Maka dari itu, muncul kekhawatiran dari banyak pihak, sebab Arab Saudi memperoleh lebih banyak ruang untuk menguasai bola.

Kondisi tersebut memunculkan kritik bahwa Spanyol masih bergantung pada Yamal sebagai sumber inspirasi utama. Sejumlah analis menilai permainan La Roja terlihat hidup ketika Yamal berada di lapangan, tetapi kehilangan percikan dan unsur kejutan begitu sang winger ditarik keluar.

Kritik itu semakin kuat bila memandang laga sebelumnya melawan Tanjung Verde, ketika Spanyol juga kesulitan menciptakan efektivitas serangan sebelum Yamal dimasukkan dari bangku cadangan.

Dengan kata lain, kemenangan besar atas Saudi di atas kertas memang meyakinkan, tetapi juga menyisakan pertanyaan mengenai kedalaman kreativitas tim ketika talenta terbaik mereka tidak bermain.

Seusai pertandingan, atmosfer ruang ganti Spanyol dipenuhi dinamika terkait rotasi pemain. Lamine Yamal mengungkapkan kepada awak media bahwa ditariknya ia keluar memang sudah direncanakan demi menjaga kebugaran ototnya yang sempat dibayangi cedera ringan.

Pundit Peter Smith pada acara Sky Sports pascalaga memberikan analisis mendalam bahwa keberadaan Yamal adalah katalisator moral utama yang mendikte standar performa rekan-rekan setimnya, sehingga tanpanya permainan tim menjadi hambar.

Di sisi lain, pelatih Luis de la Fuente memilih memasang badan atas performa timnya di babak kedua dan melayangkan pujian setinggi langit bagi Oyarzabal yang sukses membungkam para kritikus lewat penampilan kelas dunia. (ezaar/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Doku Ingin Dampingi Kelahiran Anak Pertama, Studio TV Malah Sewot! L’Equipe Kena Bumerang

enyerang sayap Belgia dan Manchester City, Jeremy Doku, menjadi pusat perdebatan panas di tengah Piala…

1 hour ago

Ambisi Gila Infantino demi Piala Dunia 2026: Tempuh Ribuan Kilometer Tonton Dua Laga Sehari Lintas Benua

Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu…

2 hours ago

Keliling Kota Piala Dunia #5: Kansas-Missouri Pusat Musik Jazz dan Barbeku Terbaik di Amerika

Di antara deretan kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Kansas City mungkin bukan nama yang…

2 hours ago

Sidang Tembok Mutiara Regency di PTUN, Ahli Unair Tegaskan Bupati Sidoarjo Berwenang Bongkar Demi Integrasi Jalan

Sidang gugatan pembongkaran tembok pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City di Desa Banjarbendo,…

3 hours ago

Jawara Eropa Datang ke Jakarta! Aston Villa Tantang Indonesia All-Star di SUGBK, Tiket Dibanderol Mulai Rp200 Ribu

Publik sepak bola Indonesia kembali mendapat suguhan laga internasional bergengsi. Klub Liga Inggris, Aston Villa,…

6 hours ago

Aljazair Remontada Yordania Pakai Jalur Udara, Buat Raja Abdullah II Sakit Kepala!

Drama tingkat tinggi tersaji di Levi’s Stadium saat Aljazair sukses memperpanjang napas mereka di Piala…

8 hours ago

This website uses cookies.