WhatsApp Image 2026-06-21 at 22.20.36
METROTODAY, KANSAS CITY – Harapan Ekuador untuk meraih kemenangan perdana di Grup E Piala Dunia 2026 mendadak tersandung tembok bernama Eloy Room.
Bertanding di Kansas City Stadium, Sabtu (20/6) malam waktu setempat, La Tri dibuat frustasi karena bermain imbang tanpa gol melawan Curacao dalam laga yang lebih menyerupai ajang pertunjukan bagi satu orang di bawah mistar gawang.
Hasil
0-0 ini menjadi kejutan mengingat Ekuador tampil dominan sepanjang pertandingan dan melepaskan 28 tembakan, termasuk 15 yang tepat sasaran. Namun tak satu pun menembus ruang gawang yang dijaga oleh Room.
Sejak peluit awal dibunyikan, Ekuador langsung mengambil insiatif serangan. Pasukan Sebastian Beccacece menguasai sekitar 63 persen penguasaan bola dan berpuluh-puluh kali mencoba memborbardir pertahan lawan melalui Enner Valencia, Gonzalo Plata, hingga Moises Caicedo.
Peluang demi peluang tercipta, termasuk kesempatan emas Valencia masing-masing pada menit awal dan akhir. Akan tetapi, setiap ancaman yang datang selalui dimentahkan oleh refleks luar biasa Room yang tampil bak tembok hidup di depan gawang Curacao.
Penampilan pria berusia 37 tahun itu bukan sekadar gemilang, melainkan bersejarah. Room berhasil melakukan 15 kali penyelamatan, rekor terbanyak yang pernah dilakukan seorang kiper dalam pertandingan Piala Dunia selama 90 menit, sebagaimana yang dilaporkan oleh The Times of India, melansir dari data resmi FIFA.
Rekor tersebut melangkahi semua penjaga gawang lain dalam laga waktu normal dan hanya kalah dari rekor total 16 penyelamatan milik Tim Howard pada Piala Dunia 2014 yang terjadi setelah babak tambahan waktu. Dengan kata lain, Room menorehkan standar baru bagi penjaga gawang di pertandingan reguler Piala Dunia.
Yang membuat kisah ini semakin menarik, Eloy Room bukanlah sosok asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Pada September 2022, ia menjadi kiper Curacao yang kebobolan tiga gol saat Timnas Indonesia menang 3-2 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Saat itu jalanya dirobek Marc Klok, Fachruddin Aryanto, dan Dimas Drajad. Empat tahun kemudian, kiper yang pernah dibuat tak berdaya oleh Garuda itu justru tampil sebagai penjaga gawang terbaik dalam 90 menit meraih clean sheet pada sejarah Piala Dunia.
Bagi Curacao, hasil imbang ini terasa layaknya kemenangan. Negara Karibia berpenduduk sekitar 150 ribu jiwa tersebut berhasil meraih poin pertama seoanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran Piala Dunia.
Tim besutan pelatih veteran Dick Advocaat menunjukkan organisasi pertahanan yang sangat disiplin, terutama di depan gawang.
Banyak publik yang memperkirakan pertandingan akan berjalan mudah bagi Ekuador, terlebih sebelumnya Curacao dihajar Jerman 1-7 pada laga pembuka. Main tanpa beban justru membuat para pemain Curacao semakin percaya diri untuk mempertahankan clean sheet hingga menit akhir.
Di sisi lain, pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan.
Dikabarkan oleh Reuters, menurut Beccacece, timnya layak mendapatkan hasil yang lebih layak, bahkan mencetak lebih dari selusin gol, karena mendominasi seluruh jalannya laga. Ia mengakui ada rasa sakit dan frustasi karena begitu banyak peluang tercipta tanpa satu pun berbuah gol.
Ironisnya, kebuntuan Ekuador dalam dua laga ini datang saat mereka berstatus salah satu tim paling menjanjikan dari zona Amerika Selatan. La Tri (julukan Ekuador) lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai runner-up kualifikasi CONMEBOL, berada di atas Brasil dan hanya berada di belakang juara dunia bertahan Argentina.
Catatan impresif sepanjang fase kualifikasi itu membuat banyak pengamat sempat menjagokan Ekuador melangkah mulus dari Grup E. Namun di Kansas City, reputasi tersebut mendadak tak berarti ketika Eloy Room tampil sempurna dan menutup seluruh jalur menuju gawang Curacao.
Hasil imbang tanpa gol ini membuat tekanan terhadap Ekuador semakin besar menjelang laga penentuan melawan Jerman. (ezaar/mt)
enyerang sayap Belgia dan Manchester City, Jeremy Doku, menjadi pusat perdebatan panas di tengah Piala…
Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu…
Di antara deretan kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Kansas City mungkin bukan nama yang…
Sidang gugatan pembongkaran tembok pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City di Desa Banjarbendo,…
Publik sepak bola Indonesia kembali mendapat suguhan laga internasional bergengsi. Klub Liga Inggris, Aston Villa,…
Drama tingkat tinggi tersaji di Levi’s Stadium saat Aljazair sukses memperpanjang napas mereka di Piala…
This website uses cookies.