Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 menjadi pelajarab mahal bagi Turki. Mereka datang dengan iring-iringan konvoi, harapan besar dari masyarakat, dan label kuda hitam dari dunia internasional.
Kini mereka pulang membawa statistik yang mengesankan, tetapi papan skor memalukan. Dalam menyepak si kulit bundar, dominasi tanpa gol tidak pernah berarti apa-apa. Dan, Turki menjadi contoh paling menyakitkan dari kenyataan tersebut. (Ezaar)
Kepercayaan yang diberikan justru berujung ke terali besi. Seperti yang dialami S, 36 tahun, warga…
Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…
Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…
Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…
Fardhan Aruna Syafzani Wibowo, 13 tahun, jemaah haji termuda dari Bali, tiba di Asrama Haji…
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menerima kunjungan pengawasan dari tim Ombudsman Jawa Timur terkait pelaksanaan…
This website uses cookies.