Categories: Fair Play

Sentuhan Indonesia di Balik Kisah Gila Como 1907

METROTODAY, LOMBARDY – Beberapa tahun lalu mungkin tidak ada yang membayangkan Como 1907 akan duduk sejajar dengan berbagai klub elite Eropa di Liga Champions. Mengalami krisis finansial hingga naik turun di liga bawah kompetisi sepak bola Italia.

Tapi, musim 2025/2026 menghadirkan cerita manis bagi klub kecil tepian Danau Como tersebut. Kemenangan 4-1 atas US Cresmonese pada pekan terakhir Serie A memastikan Como menggenggam tiket UEFA Champions League untuk kali pertama dalam sejarah klub.

Perjalanan Como bukan kisah instan penuh dana besar seperti banyak klub modern Eropa lainnya. Menurut Transfermarkt, klub itu sempat kolaps secara finansial pada 2017. Situasi yang memaksa Como memulai ulang petualangan mereka dari Serie D, kompetisi kasta keempat Italia.

Titik balik datang pada 2019. Perusahaan asal Indonesia, Djarum Group, memutuskan untuk mengambil alih klub. Di balik layar tersebut muncul figur Mirwan Suwarso.

Pria kelahiran Jakarta itu sebelumnya adalah pebisnis asal Indonesia yang sekarang menjadi presiden sepak bola Como 1907. Mirwan menjadi salah satu tokoh penting dalam kebangkitan Como.

Alih-alih langsung menghamburkan uang, Como di tangan Mirwan memilih fokus membangun fondasi dari awal: memperbaiki finansial klub, membangun infrastruktur dan fasilitas klub, memperkuat scouting, hingga mempertajam identitas permainan.

Dalam wawancaranya bersama Footbal Italia, Mirwan pernah mengatakan bahwa Como akan berproses secara alami dan menuju level tertinggi sepak bola Eropa. Ucapan itu benar-benar menjadi kenyataan. Mirwan, sang arsitek finansial asal Indonesia, sukses mengguncang Italia dengan kehadiran Como di pentas Eropa musim depan.

Peran Fabregas

Jika Mirwan menjadi otak bisnis tim, Cesc Fabregas adalah wajah revolusi sepak bola mereka. Fabregas mulanya datang sebagai pemain pada 2022. Kehadirannya langsung disoroti publik karena saat itu Como masih berlaga di Serie B. Menurut The Sun, peran mantan punggawa Arsenal tersebut perlahan rupanya lebih dari itu.

Page: 1 2

Naufal

Recent Posts

Keliling Kota Piala Dunia #14: Monterrey, Nonton Bola Berlatar Gugusan Pegunungan Sierra Madre

Berada di kaki Pegunungan Sierra Madre, Monterrey menjadi kota tuan rumah Piala Dunia 2026 yang…

1 day ago

Cegah Banjir saat Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai dan Pembersihan Afvoer

Normalisasi sungai dan pembersihan afvoer di Kota Delta tidak hanya digeber saat musim hujan. Pemkab…

2 days ago

Keliling Kota Piala Dunia #13: Guadalajara, Dari Birria Legendaris hingga Gemuruh Piala Dunia 2026

Guadalajara adalah jantung budaya negara tersebut. Kota kapital di negara bagian Jalisco ini dikenal sebagai…

2 days ago

Viral di Medsos, Pemotor Nekat Lintasi Rel KA Sidotopo Surabaya, KAI Kecam Keras Sanksi Menanti

Aksi nekat pengendara sepeda motor yang melintas di atas jalur rel kereta api kawasan Sidotopo…

2 days ago

Tanggul Lumpur Sidoarjo Bocor, DPR dan Pemkab Desak Penanganan Cepat

Luberan lumpur Sidoarjo kembali menjadi perhatian setelah tanggul di titik P10D mengalami kebocoran sejak Jumat…

2 days ago

Kemenangan Inggris atas Norwegia Diselimuti Jejak Makam Raja Alfred Penumpas Viking

Sejarah terkadang bekerja dengan cara yang luar biasa misterius, seolah menolak disebut sebagai kebetulan belaka.…

2 days ago

This website uses cookies.