Categories: Fair Play

Sentuhan Indonesia di Balik Kisah Gila Como 1907

Setelah berhenti sebagai pemain, Fabregas tak serta merta menikmati masa pensiunnya. Eks gelandang timnas Spanyol itu mulai masuk jajaran staf kepelatihan sebelum akhirnya dipercaya menangani tim utama. Di bawah arahannya, Como berkembang menjadi salah satu tim paling progresif di Italia.

Musim ini saja, Como tampil dengan permainan menyerang dan agresif layaknya sebuah tim besar Liga Italia. The Guardian menyebut Como sebagai salah satu kisah kebangkitan paling luar biasa di era sepak bola modern. Fabregas mendapatkan banyak pujian karena berhasil membangun budaya tim yang sederhana namun kompetitif.

Como memang terkenal aktif merekrut pemain muda potensial dibanding membeli bintang mahal. Strategi tersebut efektif membuat mereka tampil lebih segar dan energik dibanding banyak klub lain di Italia.

“Kami mendatangkan pemain muda yang lapar akan kemenangan,” kata Fabregas dalam wawancaranya bersama The Guardian.

Selain itu, keberhasilan I Lariani -julukan Como- juga tak lepas dari moncernya banyak bintang muda mereka. Dua nama baru yang paling mencuri perhatian musim ini adalah Anastasios Douvikas dan Nico Paz.

Douvikas tampil sebagai mesin gol utama Como sepanjang musim berjalan. Striker asal Yunani tersebut menyelesaikan 14 gol dari total 38 pertandingan Serie A yang dimainkan. Berkat ketajamannya, Gazetta melaporkan Douvikas sebagai salah satu striker paling berkembang di Liga Italia musim ini.

Selain Douvikas, Nico Paz memberi warna muda baru untuk Como di dua musim terakhir. Gelandang serang asal Argentina itu dipinjam dari Real Madrid. Penampilannya berkembang pesat. Nico adalah kombinasi bermain dengan kreativitas, visi bermain, serta keberanian dalam duel satu lawan satu.

Sepanjang musim ini, Nico Paz menorehkan 12 gol dan 6 asis dari 35 pertandingan liga domestik yang dimainkan. Suatu angka yang luar biasa untuk pemain yang baru berusia 21 tahun.

Atas penampilan cemerlangnya musim ini, media spanyol, Marca, bahkan mengabarkan kini Real Madrid mulai mempertimbangkan akan memulangkan Nico Paz setelah melihat lonjakan performanya bersama Como.

Setelah mampu menembus Liga Champions, I Lariani mengadakan parade dalam kota dan berjumpa dengan ribuan penggemarnya. Beredar video di media sosial, banyak Comoisti -nama penggemar Como- yang menanyakan situasi transfer Nico Paz ke presiden klub, Mirwan Suwarso.

Menanggapi hal itu, Mirwan menjawab bahwa dirinya akan mengupayakan bicara ke pihak Real Madrid untuk mempertahankan bintang muda tersebut minimal satu musim lagi selama Como berlaga di UEFA Champions League. (ezaar)

Page: 1 2

Naufal

Recent Posts

BBPOM Surabaya Periksa SPPG Penyedia Makanan MBG yang Racuni Ratusan Santri di Sidoarjo

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya segera turun tangan menyelidiki dugaan keracunan…

2 days ago

Banyak Warga Mengeluh Desil Naik Drastis, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Akurasi Data BPS

Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

2 days ago

Kakanwil Kemenag Jatim Minta Generasi Muda Kuasai Bahasa agar Siap Hadapi Dunia

Final Mini Drama Competition jenjang MI, MTs, dan MA tingkat Provinsi Jawa Timur digelar di…

2 days ago

Kura Kura Darat Terbesar di Dunia, Aldabra Kini jadi Koleksi Baru KBS

Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk pertama kalinya menghadirkan kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) sebagai koleksi satwa…

2 days ago

Ratusan Santri Ponpes Mambaul Hikam Keracunan MBG, Bupati Subandi Pastikan Tak Ada Yang Meninggal

Ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. Diduga keracunan makan bergizi…

2 days ago

Gibran Kaget Lihat Kandungan Mikroplastik di Air Kali Tebu Surabaya yang tampak Jernih

Kehadiran Microplastic Mobile Laboratory (Mimo) membawa terobosan unik, tidak hanya mengajak masyarakat mengurangi pemakaian plastik…

3 days ago

This website uses cookies.