Categories: Fair Play

Bojan Hodak, Juru Taktik Asal Kroasia di Balik Dominasi Maung Bandung

METROTODAY, BANDUNG – Nama Bojan Hodak kini layak disebut sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah Persib Bandung, bahkan Liga Indonesia. Pelatih asal Kroasia itu kembali sukses membawa Persib menjuarai Indonesian Super League musim 2025/2026.

Pencapaian itu sekaligus tercatat sebagai gelar tiga kali beruntun, pertama dalam sejarah sepak bola Indonesia di era modern.

Bagi penggemarnya, musim ini terasa begitu emosional. Sebab, tiga musim lalu, Persib berada di situasi sulit sebelum Bojan Hodak mengambil alih kendali klub berjuluk Maung Bandung tersebut.

Bojan ditunjuk sebagai pelatih Persib pada pertengahan 2023. Dia mengambil alih tim sepeninggal Luis Milla yang mengundurkan diri. Masa itu Persib sedang terjerembab di posisi ke-16 dan dalam tekanan suporter.

Perlahan, Bojan Hodak mengubah identitas Persib, dari terpuruk menjadi klub yang disegani di Liga Indonesia. Ia memperkuat organisasi pertahanan, meningkatkan disiplin secara taktis, dan menciptakan mental juara di ruang ganti Persib Bnadung.

Hasilnya pun langsung instan terasa pada musim 2023/2024. Bojan sukses membawa Persib keluar sebagai juara kasta tertinggi Liga Indonesia. Gelar itu menjadi trofi pertama Persib Bandung sejak terakhir menjuarai Liga 1 pada 2014.

Musim berikutnya, Persib mampu mempertahankan gelarnya dan menjadikan Bojan sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di kompetisi Indonesia. Dan, musim ini Persib mengulangi kisahnya. Hasil imbang di laga pemungkas melawan Persijap Jepara di GBLA pada Sabtu (23/5/2026) sore sudah cukup membawa Persib mengakhiri musim dengan menjadi jawara dalam 3 musim berturut-turut.

Dihimpun dari statistik yang termuat dalam Sofascore, selama menangani Persib, Bojan meraih 67 kali kemenangan dan 34 kali imbang dari 116 laga yang dimainkan. Selain timnya meraih juara tiga kali beruntun, pelatih berusia 55 tahun itu juga menerima penghargaan Pelatih Terbaik Liga Indonesia sebanyak tiga kali beruntun pula. Sebuah catatan paling impresif yang pernah ada dalam sejarah Liga Indonesia era modern.

Page: 1 2

Naufal

Recent Posts

Pagar Tinggi Antisipasi Demo Bermunculan, Pakar: Tanpa Keselarasan, Rusak Estetika Bangunan

Pemasangan pagar besi tinggi di area luar sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya belakangan menjadi sorotan…

5 hours ago

184 Ribu KPM di Surabaya Terima Beras 3 Bulan Sekaligus, Nekat Dijual Langsung Di-Blacklist

Program Bantuan Pangan Komoditas Beras untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026 sedang disalurkan…

5 hours ago

Kecelakaan di Jalan Moestopo, Warga Sempat Tuduh Pemkot Surabaya, Ternyata Proyek RS Dr Soetomo

Pemerintah Kota Surabaya menegur pihak kontraktor yang menggunakan identitas Pemkot Surabaya pada kendaraan proyek di…

15 hours ago

Dihadiri Megawati, Final Soekarno Cup 2026 Satukan Semangat Bung Karno dan Bung Tomo

Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 resmi berakhir dengan digelarnya pertandingan final di…

15 hours ago

Sidak Betonisasi Jalan Tambakcemandi, Bupati Subandi: Jangan Telat, Kualitas Harus Bagus

Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek betonisasi ruas Jalan…

17 hours ago

Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Subandi Pastikan Kualitas Beras Bagus

Bupati Sidoarjo H. Subandi menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 kepada masyarakat penerima bantuan…

18 hours ago

This website uses cookies.