Categories: Fair Play

City Tertahan di Vitality Stadium, Arsenal Akhiri Puasa Gelar 22 Tahun

METROTODAY, LONDON – Arsenal akhirnya menyudahi puasa gelar Premier League selama 22 tahun. Meski belum memainkan laga terakhir, tim Meriam London dipastikan telah menyegel status sebagai penguasa Liga Inggris musim ini.

Kepastian itu datang setelah Manchester City terpeleset di Vitality Stadium. Menghadapi tuan rumah Bournemouth, skuad asuhan Pep Guardiola itu hanya mampu berimbang imbang dalam laga pada Selasa (19/5/2026) malam waktu setempat.

Tambahan satu poin itu tidak cukup bagi City untuk memaksakan penentuan gelar juara hingga pekan terakhir musim 2025/2026. Secara matematis, Manchester City dengan 78 poin tak lagi mampu mengejar poin Arsenal yang bertengger di puncak dengan capaian 82 poin.

Bagi Arsenal, gelar itu terasa sangat spesial. Kali terakhir klub Meriam London itu juara Liga Inggris pada musim 2003/2004. Kala itu, Arsenal diisi skuad legendaris yang dijuluki “Invincibles” dengan diperkuat Dennis Bergkamp, Patrice Vieira, dan Thiery Henry.

Setelah musim bersejarah itu, Arsenal mengalami masa paceklik trofi. Bahkan, sempat lama tidak lolos ke Liga Champions.

Arsenal bangkit bersama Mikel Arteta sejak 2020 yang mencatat raihan tiga kali runner-up beruntun pada tahun 2023 hingga 2025. Selain itu, Arteta mengakhiri “kutukan” posisi kedua yang selama ini lekat padanya.

Dikutip dari The Washington Post, keberhasilan pelatih muda berkebangsaan Spanyol itu juga menjadi pencapaian penting dalam karier kepelatihannya. Sebab, dia mampu mengungguli sang mentor, Pep Guardiola, dalam perebutan gelar Liga Inggris.

Menurut data Opta, gelar Arsenal musim ini menjadi trofi Liga Inggris yang ke-14. Hanya terpaut 6 trofi dari Liverpool dan Manchester United yang masing-masing memiliki 20 trofi.

Musim ini Arsenal tampil konsisten sepanjang kompetisi. Nama-nama seperti Viktor Gyokeres, Bukayo Saka, Martin Odegaard, William Saliba, serta David Raya menjadi tulang punggung permainan The Gunners.

Petualangan Arsenal, khususnya musim ini terbilang unik. Selain memastikan diri sebagai kampiun liga, publik juga menyoroti cara Arsenal dalam mengeksekusi bola mati.

Di bawah asuhan Mikel Arteta dan pelatih bola mati Nico Jover, Arsenal bisa sangat mematikan dalam memanfaatkan skema bola mati. Tercatat di Opta Analyst, Arsenal sukses membukukan 28 gol di liga domestik dari situasi tendangan sudut, tendangan bebas, dan lemparan ke dalam.

Metode khusus yang diterapkan Mikel Arteta dan Nico Jover adalah menekankan efektivitas dalam mengoptimalkan set pieces. Detailnya, punggawa Arsenal memblokade ruang kiper lawan saat situasi bola mati. Umpan akurat dari Declan Rice dan Bukayo Saka biasa menyasar kepala Gabriel Magalhaes dan Kai Havertz untuk menyontek bola masuk ke jaring lawan.

Mengambil data dari Sofascore, prestasi membanggakan lainnya dicatat David Raya. Dari 50 laga yang dimainkan sejauh ini, ia mencatatkan 28 cleansheet dan hanya kebobolan sebanyak 30 kali. Dengan liga yang hanya menyisakan satu laga, dapat dipastikan pula David Raya segera mendapatkan Golden Gloves ketiganya.

Kini, Arsenal hanya menyisakan dua laga kembali untuk dimainkan. Satu laga di Premier League dan satu lainnya di partai final Champions League. Arsenal akan menghadapi juara bertahan musim lalu, Paris Saint Germain, pada Sabtu (30/5/2026).

Apabila berhasil merengkuh trofi Si Kuping Besar, klub kebanggan The Gooners itu akan menutup musim dengan manis: double winner. (ezaar)

Naufal

Recent Posts

Belum Ada Kepastian Lawan, Persebaya Siapkan Diri Menuju Piala Presiden dan Super League

Persebaya Surabaya mulai menyusun rangkaian persiapan matang menyongsong kompetisi mendatang. Tim berjuluk Bajul Ijo ini…

5 hours ago

Operasional Haji Selesai, Masih Ada 19 Orang yang Dirawat di RS Arab Saudi dan RS Haji Surabaya

Rangkaian operasional ibadah haji tahun 2026 secara resmi selesai. Meskipun seluruh jemaah sudah kembali ke…

5 hours ago

Cak Eri Kecam Ayah yang Hamili Anak Kandung di Surabaya, Minta Dihukum Maksimal

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengecam keras tindakan keji yang dilakukan oleh seorang ayah yang…

5 hours ago

Momen Haru Penutupan Haji di Surabaya: Menhaj Irfan Yusuf Lepas Rompi, Teteskan Air Mata dan Sujud Syukur

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, tak kuasa menahan haru hingga meneteskan air…

1 day ago

Benteng Alpen Tak Lagi Rapuh! Swiss Tendang Aljazair Pulang, Sejarah 88 Tahun Akhirnya Runtuh

Swiss akhirnya mematahkan kutukan panjang mereka di fase gugur Piala Dunia. Bertanding menghadapi Aljazair pada…

2 days ago

Warga Gebang Lor Surabaya Belum Terlayani PDAM, Pengeluaran Bertambah untuk Beli Air Bersih

Pesatnya perkembangan Kota Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur ternyata masih terdapat sejumlah warga…

2 days ago

This website uses cookies.