Pelatih utama Timnas Garuda, John Herdman, optimis membawa Indonesia menembus Piala Dunia 2030. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, JAKARTA – Kegagalan menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 justru melecut nyali Timnas Indonesia. Nahkoda baru Timnas, John Herdman, menyatakan bahwa skuad Garuda kini memasang target yang lebih berani yakni lolos ke Piala Dunia 2030.
Pelatih asal Inggris itu bahkan menegaskan bahwa misi ini adalah harga mati.
“Anda menyebut soal kualifikasi Piala Dunia. Itulah misinya. Kami punya 280 juta alasan mengapa kami bangun setiap hari untuk melakukan pekerjaan ini,” tegas Herdman dalam jumpa pers usai laga FIFA Series melawan Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Jumat (27/3) malam.
Keyakinan Herdman bukan tanpa dasar. Dalam laga persahabatan tersebut, Indonesia sukses mencukur Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0. Bagi eks pelatih Timnas Kanada ini, hasil tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti kedisiplinan taktik.
“Kami menetapkan mentalitas. Ketika kami menargetkan menang 4-0 dengan clean sheet, kami menyelesaikannya. Bukan 3-0 atau 2-0. Kami berkomitmen mencapai target tersebut,” imbuhnya.
Keyakinan Herdman ini bukan tanpa alasan. Ia adalah aktor di balik kembalinya Kanada ke panggung Piala Dunia 2022 setelah absen 36 tahun.
Berbekal pengalaman itu, ia mewanti-wanti suporter bahwa jalan menuju 2030 tidak akan selalu mulus.
Menurutnya, proses membangun tim nasional yang tangguh membutuhkan kesabaran luar biasa.
“Saya mempelajarinya di Kanada selama lima tahun. Jalannya tidak pernah lurus. Anda harus menderita dan menikmatinya bersama-sama,” tuturnya.
“Saya jamin kepada Anda, dalam rentang waktu empat tahun ke depan, kita akan berada di sana (Piala Dunia). Kami akan lolos dengan tim ini,” janji Herdman.
Meski sebelumnya Indonesia harus mengubur mimpi ke Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Irak dan 2-3 dari Arab Saudi di putaran keempat, progres Garuda dinilai sangat signifikan.
Keberhasilan menembus putaran keempat zona Asia adalah sejarah baru, mengingat sebelumnya Indonesia sering kandas di putaran-putaran awal.
Kini, dengan pondasi yang mulai terbentuk, publik sepak bola tanah air tentu berharap janji Herdman bukan sekadar angin surga. (MT)
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mencatat intensitas penanganan kedaruratan yang tetap terjaga…
Lebaran Ketupat merupakan tradisi turun temurun yang digelar seminggu setelah Idul Fitri oleh warga RW…
Kaki harus melangkah pulang, sementara hati masih ingin menetap. Seakan-akan ada bagian dari diri yang…
Siapakah Sayyid Hasan Al-Madinah itu? Menurut keterangan Qomaruddin, tokoh Desa Bohar, Kecamatan Bedangan, Sayyid Hasan…
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengungkap jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di wilayahnya…
Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026 di Kota Surabaya digelar berbasis…
This website uses cookies.