Categories: Fair Play

Finishing Buruk, Persebaya Surabaya Hanya Raih Satu Poin dari Borneo FC di Stadion GBT

METROTODAY, SURABAYA – Persebaya hanya bisa bermain imbang 2-2 saat menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (20/12).

Tanpa didampingi pelatih caretaker dan beberapa pemain andalan yang absen, Green Force harus berjuang keras untuk meraih satu poin.

Pada awal laga, Persebaya langsung menunjukkan agresivitas. Baru empat menit berjalan, Gali Freitas melakukan penetrasi dari sisi kanan dan melepaskan tembakan, namun mudah diamankan kiper Borneo FC Nadeo Argawinata.

Lima menit kemudian, Diego Mauricio juga mencoba tembakan menyusur tanah dari luar kotak penalti, kembali berhasil diredam Nadeo.

Borneo FC pun mulai mengancam. Pada menit ke-10, Peralta berhadapan satu lawan satu dengan Ernando Ari, namun penjaga gawang Persebaya berada di posisi tepat.

Pemain Persebaya Surabaya, Malik Risaldi saat melakukan selebrasi usai mencetak gol di menit 89 yang membuat Persebaya terbebas dari kekalahan di kandang. (Foto: Istimewa)
Pemain Persebaya Surabaya berjibaku melakukan serangan di pertahanan Borneo FC. (Foto: Istimewa)

Delapan menit kemudian, Peralta kembali mendapat peluang emas, tetapi Ernando kembali menepis bola dengan refleks apik.

Pada menit ke-22, Borneo FC berhasil unggul melalui gol Juan Villa yang memanfaatkan umpan silang dan mengarahkan bola ke tiang jauh gawang Persebaya.

Namun tak butuh waktu lama bagi Green Force untuk merespons, dua menit berselang Gali Freitas menyamakan kedudukan setelah berhadapan satu lawan satu dengan Nadeo.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir, meskipun Persebaya punya peluang tambahan melalui Malik Risaldi pada menit ke-41 yang tetap berhasil diantisipasi kiper lawan.

Di babak kedua, kedua tim saling bersaing namun hingga menit ke-60 belum ada ancaman serius. Borneo FC justru menciptakan peluang berbahaya pada menit ke-62 melalui tendangan keras Juan Villa, yang berhasil ditepis Ernando.

Pada menit ke-67, Milos Raickovic mengirimkan umpan terobosan ke Catur Pamungkas, namun penyelesaian akhir masih belum maksimal.

Asisten pelatih Persebaya Shin Sang-Gyu melakukan pergantian pemain pada menit ke-69 dengan memasukkan M. Ichas, Randy May, dan Mihailo Perovic menggantikan Gali Freitas, Toni Firmansyah, dan Diego Mauricio.

Namun satu menit kemudian, Borneo FC kembali memimpin melalui gol bunuh diri Leo Lelis yang salah mengantisipasi bola.

Coach Shin kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Rizky Dwi untuk menambah daya gedor. Persebaya terus menekan dan pada menit ke-79, Randy May punya peluang melalui sundulan usai sepak pojok namun bola melebar.

Kerja keras akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-88. Malik Risaldi menyamakan skor setelah memanfaatkan bola rebound. Pada menit ke-91, Malik kembali mencoba tendangan jarak jauh namun melenceng.

Dengan tambahan satu poin, Persebaya kini menempati posisi ke-6 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 19 poin. Green Force akan kembali berlaga di kandang dengan menjamu Persijap Jepara pada 28 Desember mendatang. (ahm)

Susunan Pemain 

Persebaya Surabaya: Ernando Ari Sutaryadi (GK); Arief Catur Pamungkas; Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas; Leonardo Silva Lelis; Rachmat Irianto (C) Sadida Nugraha Putra; Toni Firmansyah; Malik Risaldi; Milos Raickovic; Dejan Tumbas; Diego Mauricio Machado De Brito.

Borneo FC: Nadeo Arga Winata (C) (GK); Kei Hirose; Joel Vinicius Silva Dos Anjos; Mariano Ezequiel Peralta Bauer; Muhammad Fajar Fathurrahman; Komang Teguh Trisnanda; Juan Felipe Villa Ruiz; Christophe Nduwarugira; Westherley Garcia Nogueira; Rivaldo Enero Pakpahan; M Sihran H Amarullah.

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

5 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

7 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

9 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

1 day ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.