Categories: Bumi Aulia

K.H. Ali Mas’Ud, Waliyullah Unik Penuh Karamah (6): Suka Merogoh Saku Baju dan Kapan Jadi Wali

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Metrotoday.id menayangkan kisah kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penayangan kisah ini bersumber dari buku “Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

—————————–

MBAH UD atau K.H. Ali Mas’ud juga dikenal mampu membaca pikiran dan perasaan seseorang meski tak pernah disampaikan dan hanya disimpan di dalam hati. Ini karena karomah atau kelebihan yang dimilikinya bersifat mutlak, sesuai maqam kewalian yang dimilikinya sejak lahir.

Dengan karamah kewaliannya, menurut ilmu tasawauf, ia mampu melihat apa yang terlihat dengan mata (musyahadah ), maupun apa yang tak terlihat dengan mata (musyakafah). Berikut kebiasaan atau laku K.H. Ali Mas’ud yang menjadi karamahnya.

Suka Merogoh Saku Baju Orang

Konon saat melintasi sebuah rumah yang sedang menggelar hajatan dengan pengajian, Mbah Ud bisa tiba tiba nyelonong dan bergabung dengan pengajian itu.

Biasanya, ia akan menyalami para undangan yang hadir. Tak hanya itu, ia juga merogoh kantong atau saku baju para undangan itu sambil tersenyum. Bagi yang mengetahui perilaku Mbah Ud ini, tentu akan maklum bahkan senang.

Sebab meski merogoh kantong, Mbah Ud tidak mengambil apapun dari saku orang yang didekatinya. Itu justru seperti peringatan agar orang tersebut suka bersedekah dan beramal.

Mbah Ud sendiri jika kemudian diberi uang oleh orang orang yang dirogoh kantongnya, biasanya malah mendermakan uang itu kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Seraya mendoakan agar dermawan yang memberinya uang diberikan rezeki berlebih oleh Allah SWT.

Namun saat itu, Mbah Ud tiba tiba meninggalkan lokasi pengajian sambil berkata dengan nada keras, “Jarene wali Allah, kok koyok ngunu kelakuane (Katanya wali Allah, kok seperti itu kelakuannya, Red)!” Ia mengucapkan kata kata itu berkali kali sambil beringsut meninggalkan lokasi pengajian.

Ternyata, ada seseorang yang kemudian berdiri dan meminta maaf kepada Mbah Ud. Rupanya, orang ini tidak berkenan dengan aksi Mbah Ud merogoh kantong para undangan. Sehingga, ia membatin dan bergumam dalam hati persis seperti yang diucapkan Mbah Ud keras keras tadi.

Sejak Kapan jadi Wali?

Kesaksian tentang pengetahuan batin K.H. Ali Mas’ud ini juga disampaikan oleh dzurriyah atau keturunan Mbah Ud yang saat ini mendiami rumah di Pagerwojo, Sidoarjo.

Nunuk atau Hj. Nau’ul Hasanah, cucu keponakan K.H. Ali Mas’ud dari kakaknya, Nyai Masrifah, menceritakan saat mengaji di Ponpes Salafiyah Putri di Bangil, Pasuruan, gurunya yakni Ustad Khoiron, di depan para santriwati, menyampaikan tentang kekagumannya pada sosok K.H. Ali Mas’ud.

Ustad Khoiron bercerita bahwa saat dirinya bertemu Mbah Ud dalam sebuah kesempatan, ia sempat menganggap aneh kelakuan Waliyullah ini. Karena tindak tanduknya tampak seperti bukan kiai dan lebih mirip anak anak.

Karena Mbah Ud yang memiliki postur kecil suka bertingkah, tak bisa diam, dan suka bergerak ke sana kemari, tertawa tawa, bahkan kadang suka mengulum atau mengemut jari telunjuknya di mulut seperti anak kecil sambil mengamati sesuatu. Konon, kebiasaan ini yang menyebabkan dalam beberapa foto dirinya, bibir Mbah Ud tampak terbuka dan miring ke kanan.

Kemudian tanpa sadar, Ustad Khoiron pun bergumam dalam hati. “Kapan wong iki dadi wali (Kapan orang ini jadi wali, Red)?”

Tak disangka, Mbah Ud langsung mendekatinya dan mengatakan di depan dirinya, ”Koen takon aku dadi wali, yo ket zaman Azali (zaman sebelum Allah menciptakan bumi dan seisinya, Red) biyen, Allah sing nentokno aku dadi wali (Kamu tanya kapan aku jadi wali, ya sejak zaman Azali dulu, Allah yang menentukan aku jadi wali, Red).”

Kontan ucapan itu membuat Ustad Khoiron terdiam dan akhirnya memilih tawaduk dan meminta maaf kepada sang Waliyullah, KH. Ali Mas’ud.

Kesaksian yang sama disampaikan Ustad Nasihin, guru lain dari Bu Nunuk di Ponpes Salafiyah Putri, Bangil. Saat melihat Mbah Ud dibonceng sepeda oleh orang di jalan, dari jauh, ia uluk salam atau menyampaikan salam namun hanya dalam hati kepada Waliyullah itu.

Tak disangka ketika posisinya sudah dekat, Mbah Ud menjawab salam yang hanya di batin itu dengan mengatakan, “Waalaikumsalam, Hin koen kate nandi? (Nasihin, kamu mau kemana?).”

Suatu ketika, rumah salah seorang warga Kauman di Mojoagung, Jombang, juga pernah didatangi Mbah Ud. Tanpa basa-basi, Mbah Ud langsung nyelonong masuk rumah dimana saat itu tuan rumah sedang kesusahan karena salah satu keluarganya meninggal dunia.

Setelah mendoakan jenazah, tiba-tiba Mbah Ud bilang, “Husnul Khatimah,” berulang ulang dari bibirnya. setelah itu Mbah Ud langsung pergi dari rumah orang tersebut yang membuatnya keheranan. (Redaksi/bersambung)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia atas seizin Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik produk

Jay Wijayanto

Recent Posts

Menag Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataannya soal Tinggalkan Zakat

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat dalam sebuah forum…

21 minutes ago

K.H. Ali Mas’Ud, Waliyullah Unik Penuh Karamah (7): Makanan Sedikit Bisa Mencukupi Ratusan Orang

MENURUT ilmu tasawuf, karomah atau kelebihan Mbah Ud atau KH. Ali Mas’ud ini adalah kelebihan…

48 minutes ago

Pemotor Asal Gresik Tewas Terlindas Truk di Jalan Tambak Osowilangun Surabaya, Sopir Kabur

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dan truk kontainer terjadi di Jalan Tambak Osowilangun, Surabaya,…

6 hours ago

12 Lokomotif CC 206 Dikirim KAI Logistik dari Sumatera ke Jawa untuk Angkutan Lebaran

Jelang operasional angkutan Lebaran 2026, KAI Logistik melakukan pengiriman 12 unit lokomotif dari Pulau Sumatera…

14 hours ago

Keluarga Prajurit Belanda Peringati Pertempuran Heroik di Laut Jawa di Pusara Ereveld Kembang Kuning Surabaya

Peringatan pertempuran laut Jawa yang menewaskan 915 tentara Angkatan Laut Belanda pada 27 Februari 1942…

18 hours ago

Pengelolaan Sampah di Sidoarjo Masuk 10 Besar Terbaik Nasional, Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih

Pengelolaan sampah di Kabupaten Sidoarjo mendapat pengakuan pemerintah pusat. Di antara total 514 kabupaten/kota se-Indonesia,…

1 day ago

This website uses cookies.