Categories: Bumi Aulia

Makam Aulia Sono (1): Kompleks Makam Pendiri Pondok Sono, Tempat Mondok Para Ulama Besar

PERUBAHAN membawa berkah. Inilah yang kini terasa di kompleks Makam Aulia Sono di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Sejak dipugar dan diresmikan pada 2023 lalu, kompleks makam keramat ini semakin ramai dikunjungi peziarah. Peningkatan jumlah pengunjung sangat terasa, terutama setiap akhir pekan di malam Jumat dan mencapai puncaknya pada bulan Ramadan.

Sebelumnya, Makam Aulia Sono tersembunyi. Tidak banyak orang tahu karena posisinya di dalam kompleks vital militer, yakni di area Gudang Pusat Senjata dan Optik Elektronik (Gupusjat Optronik) II Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad) di Jalan Kesatrian, Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Saat itu, area makam tertutup oleh pagar tembok dan warna cat hijau yang serupa dengan kompleks militer di sekitarnya. Hal ini menyebabkan banyak orang keliru mengira area tersebut adalah bagian dari fasilitas militer. Sehingga tidak banyak yang menyadari keberadaan makam para waliyullah yang ada di sana.

Namun kini, pemandangan itu telah berubah drastis. Sejak dipugar mulai 31 Agustus 2022 dan diresmikan sebagai kawasan wisata religi pada 4 Mei 2023, kompleks Makam Aulia Sono menjadi semakin cantik dan terbuka untuk umum selama 24 jam.

Dengan pagar dan gapura baru mirip gapura bentar dari bahan batu bata ekspos, Makam Aulia Sono kini tampil lebih menonjol dan terpisah dari kompleks Gupusjat Optronik II Puspalad. Area makam kini menjadi terlihat jelas dan mudah dikenali.

Terlebih dengan pembangunan pendapa baru berlantai keramik yang menambah daya tarik pengunjung. Kini para peziarah bisa mengaji dan berdoa langsung di depan makam yang tampak bersih dengan rumput sintetis berwarna hijau di sekitarnya. Di sisi barat pendapa juga ada saung cukup luas untuk bercengkerama dan dilengkapi toilet.

Suasana di sekitar makam kini juga jauh lebih terang dan terasa lebih hidup hingga malam hari. Lapangan parkir yang ada cukup luas. Beberapa bus bisa parkir langsung di depan kompleks makam. Di sebelah timur makam juga terdapat Masjid Miftahul Jannah yang bisa diakses dari dalam kompleks makam.

Kompleks Makam Auliya Sono, tempat peristirahatan para pendiri Pondok Pesantren Sono yang berdiri di abad ke-18. (Foto: Dite Surendra/Metrotoday)

Makam Aulia Sono kini menjadi kompleks wisata religi terluas di Sidoarjo yang menempati lahan mencapai 3.950 meter persegi. Peresmian Makam Aulia Sono sebagai kawasan wisata religi pada 4 Mei 2023 lalu berlangsung istimewa.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Makam Aulia Sono menjadi prioritas untuk direvitalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo karena keberadaan Pondok Pesantren Sono yang para pendirinya dimakamkan di sana.

Pondok Sono -demikian biasa namanya dikenal- diketahui adalah pesantren tarbiyah (pendidikan) dengan keunggulan yang tak dimiliki pesantren-pesantren lain. Ini karena keberadaan kitab Tashrifan yang menjadi rujukan pembelajaran ilmu shorof bagi pesantren di seluruh Indonesia, hingga dikenal dengan Tashrifan Sono.

Saat itu, Pondok Sono menjadi jujukan para ulama besar di Jawa Timur dan sekitarnya untuk menimba ilmu, baik dengan tinggal menetap di pondok maupun mengaji saja dengan tinggal di pondok lain. Sampai akhirnya banyak di antara para santri pesantren ini yang di kemudian hari menjadi ulama besar pada zamannya.

Sebut saja Hadratus Syaikh Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, K.H. Djazuli Usman pendiri Pondok Pesantren Ploso Kediri, K.H. Abdul Karim (Mbah Manaf) pendiri Pondok Pesantren  Lirboyo Kediri, K.H. Mahfudz pendiri Pondok Pesantren Darul Izzah Ambulu Jember, K.H. Masykur yang menjadi Menteri Agama RI dan Pahlawan Nasional, K.H. Ma’shum Aly pendiri Pondok Pesantren Seblak Kwaron Jombang, K.H. Nur Iman keluarga Keraton Yogyakarta Hadiningrat yang mendirikan Pondok Pesantren Mlangi, Sleman.

Bahkan, K.H. Agoes Ali Masyhuri, pendiri Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo, yang juga ayahanda Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor (Ahmad Muhdlor Ali), juga pernah belajar ilmu shorof kepada K.H. Asy’ari di Pondok Sono.

Untuk mengakses Makam Aulia Sono sangat mudah, baik dari Surabaya maupun kota Sidoarjo. Dari arah Alun-Alun Sidoarjo, selepas flyover (jalan layang) Buduran langsung “melipir” ke kiri.

Di sisi kiri ada papan penunjuk arah Makam Aulia Sono, masuk ke Jalan Kesatrian. Kurang lebih 1 kilometer ke arah barat selepas Gupusjat Optronik II, Anda akan menjumpai kompleks makam ini di sisi kanan jalan dengan papan nama “Wisata Religi Makam Auliya Sono.”

Jika beruntung, dzurriyat (keluarga) dari para aulia Sono juga hadir di pendapa untuk berziarah ke makam keluarga tersebut. Hal ini tentu dapat memudahkan para peziarah yang ingin bertemu dan mengetahui lebih banyak tentang Makam Aulia Sono langsung dari sumbernya. (jay wijayanto/bersambung)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia atas seizin Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik produk.

Jay Wijayanto

Recent Posts

Satpol PP Surabaya Intensifkan Pengawasan Tempat Hiburan Malam selama Ramadan 1447 Hijriah

Satpol PP Kota Surabaya mengintensifkan pengawasan dan patroli selama bulan suci Ramadan 1447 H. Langkah…

4 hours ago

Masjid Al Akbar Surabaya Disesaki Jemaah di Tarawih Perdana, Mayoritas Generasi Muda

Salat tarawih hari pertama digelar di Masjid Al Akbar Surabaya pada Rabu (18/2). Tarawih malam…

11 hours ago

Pembelajaran Sekolah di Surabaya Fokus pada Pembentukan Karakter Siswa selama Ramadan

Pemkot Surabaya telah resmi menetapkan jadwal pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 untuk seluruh satuan…

1 day ago

Ponpes Siwalanpanji, Pondok Tertua Pencetak Para Ulama (3-Habis): Kamar Santri Para Ulama Besar Dipertahankan Asli

JIKA kita memasuki kompleks Pondok Pesantren Siwalanpanji, aura masa lalu seolah menyeruak di depan mata.…

1 day ago

Warga Muhammadiyah di Surabaya Gelar Tarawih Perdana, Tetap Jaga Kerukunan

Warga Muhammadiyah di Surabaya menjalankan salat tarawih, Selasa (17/2) malam, sebagai penanda awal ramadan 1447…

1 day ago

Hilal di Surabaya dan 21 Titik di Jatim Tidak Terlihat, Pemerintah Pastikan Puasa Kamis

Rukyatul hilal untuk menetapkan 1 ramadan 1447 H/2026 M yang dilakukan di Masjid Al Mabrur,…

2 days ago

This website uses cookies.