1.297 Titik Api Terpantau, Bonek Gerakkan Solidaritas Masker dari Stadion GBT Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Sepak bola bukan sekadar pertandingan 90 menit. Semangat inilah yang ditunjukkan komunitas suporter Persebaya Surabaya, Bonek, di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak buruk pada kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia.

Melalui kampanye One Man One Mask, mereka mengajak seluruh suporter yang hadir di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu, 18 Oktober 2026 saat Persebaya menghadapi PSS Sleman untuk membawa dan menyumbangkan masker bagi masyarakat yang terdampak asap karhutla.

Salah satu pentolan Bonek, Tulus Budi atau akrab disapa Cak Tulus, menyampaikan ajakan tersebut kepada seluruh suporter. “Saya nyuwun tolong, saya mohon besok (Minggu, 18 Oktober, Red) kita ke GBT bawa masker, kita kumpulkan bersama-sama,” kata Cak Tulus, Jumat (16/10).

Cak Tulus menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata dari semangat sepak bola yang lebih luas.

“Selama ini teman-teman Bonek sudah menunjukkan bahwa sepak bola itu tidak berhenti 90 menit. Sepak bola itu hadir juga untuk kemanusiaan dan persatuan,” katanya.

Pertandingan Persebaya melawan PSS Sleman dipilih sebagai titik pengumpulan karena menjadi momentum berkumpulnya ribuan suporter termasuk pendukung tamu dari Sleman sehingga diharapkan partisipasi bisa meluas lintas dukungan tim.

Pantauan satelit NASA melalui sistem Sipongi Kementerian Kehutanan mencatat 1.297 titik api di Indonesia. Sebaran terbanyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 227 titik, Sumatera Selatan ada 147 titik, Kalimantan Selatan ada 113 titik, Kalimantan Barat 31 titik, dan Jambi 24 titik.

Dampak terhadap kualitas udara juga mengkhawatirkan. Data IQAir mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) di Pangkalan Bun mencapai 462 (Kategori Berbahaya), Palembang 412, Pontianak 287, Jambi 265, Sorong 203, dan Maros 182. Nilai di atas 150 sudah masuk kategori Tidak Sehat.

Gerakan kemanusiaan ini bukan yang pertama dilakukan komunitas Bonek. Sebelumnya mereka terlibat pembangunan jaringan air bersih dan evakuasi korban gempa di NTT, membantu korban banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara, hingga menggalang donasi perlengkapan sekolah untuk anak-anak di daerah terluar dan tertinggal.

Melalui kampanye ini, Bonek ingin mengingatkan bahwa dukungan terhadap tim kesayangan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Sepak bola bukan sekadar pertandingan 90 menit. Semangat inilah yang ditunjukkan komunitas suporter Persebaya Surabaya, Bonek, di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak buruk pada kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia.

Melalui kampanye One Man One Mask, mereka mengajak seluruh suporter yang hadir di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu, 18 Oktober 2026 saat Persebaya menghadapi PSS Sleman untuk membawa dan menyumbangkan masker bagi masyarakat yang terdampak asap karhutla.

Salah satu pentolan Bonek, Tulus Budi atau akrab disapa Cak Tulus, menyampaikan ajakan tersebut kepada seluruh suporter. “Saya nyuwun tolong, saya mohon besok (Minggu, 18 Oktober, Red) kita ke GBT bawa masker, kita kumpulkan bersama-sama,” kata Cak Tulus, Jumat (16/10).

Cak Tulus menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata dari semangat sepak bola yang lebih luas.

“Selama ini teman-teman Bonek sudah menunjukkan bahwa sepak bola itu tidak berhenti 90 menit. Sepak bola itu hadir juga untuk kemanusiaan dan persatuan,” katanya.

Pertandingan Persebaya melawan PSS Sleman dipilih sebagai titik pengumpulan karena menjadi momentum berkumpulnya ribuan suporter termasuk pendukung tamu dari Sleman sehingga diharapkan partisipasi bisa meluas lintas dukungan tim.

Pantauan satelit NASA melalui sistem Sipongi Kementerian Kehutanan mencatat 1.297 titik api di Indonesia. Sebaran terbanyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 227 titik, Sumatera Selatan ada 147 titik, Kalimantan Selatan ada 113 titik, Kalimantan Barat 31 titik, dan Jambi 24 titik.

Dampak terhadap kualitas udara juga mengkhawatirkan. Data IQAir mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) di Pangkalan Bun mencapai 462 (Kategori Berbahaya), Palembang 412, Pontianak 287, Jambi 265, Sorong 203, dan Maros 182. Nilai di atas 150 sudah masuk kategori Tidak Sehat.

Gerakan kemanusiaan ini bukan yang pertama dilakukan komunitas Bonek. Sebelumnya mereka terlibat pembangunan jaringan air bersih dan evakuasi korban gempa di NTT, membantu korban banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara, hingga menggalang donasi perlengkapan sekolah untuk anak-anak di daerah terluar dan tertinggal.

Melalui kampanye ini, Bonek ingin mengingatkan bahwa dukungan terhadap tim kesayangan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait