Panik Diduga Minyak, Semburan di Dupak Rukun Surabaya Ternyata Pipa Air yang Pecah

METROTODAY, SURABAYA – Semburan yang sempat dikira minyak oleh warga di kawasan Dupak Rukun, Surabaya tepat di samping Tol Dupak dan dekat pemukiman penduduk, ternyata bukan hal yang berbahaya.

Setelah dilakukan pengecekan langsung, diketahui bahwa itu adalah pipa air yang pecah sehingga air yang keluar tampak keruh karena bercampur dengan lumpur di sekitar lokasi.

Ketua Tim Operasi Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar, menjelaskan laporan diterima sekitar pukul 10.44 WIB dari Command Center Surabaya. Petugas Posko Terpadu Utara segera menuju lokasi untuk memverifikasi kejadian.

“Awalnya laporan masuk adalah semburan lumpur. Kemudian setelah pengecekan teman-teman, dilakukan asesmen, ketemu dengan teman-teman dari SDM Pemkot Surabaya, bukan semburan lumpur ya, tetapi ini adalah pipa air yang pecah, dan kemudian mengeluarkan semburan air ke atas,” jelas Arif, Selasa (13/10).

Ia menjelaskan mengapa air sempat terlihat keruh seperti lumpur. Lokasi tersebut sedang dalam proses pembuatan penampungan air, sehingga tanah di sekitarnya ikut terbawa aliran air yang menyembur keluar.

“Warnanya seperti lumpur karena memang di lokasi sedang ada pembuatan penampungan air dari SDM. Lumpur di sekitar terbawa semburan air bersih. Sekitar setengah jam setelah kejadian, airnya sudah kelihatan bersih,” tuturnya.

Saat ini BPBD sudah menurunkan mesin penyedot untuk menghentikan aliran air sementara sebelum pipa diperbaiki. Tim PDAM juga sudah berada di lokasi untuk bersama-sama memastikan kepemilikan pipa dan segera menutup kebocoran tersebut.

“Sementara kami sudah ketemu sama teman-teman PDAM. Nanti akan ditutup dulu, baru dicek pipa ini milik siapa lalu segera diperbaiki,” ujar Arif.

Warga diimbau tidak perlu panik, karena dipastikan semburan tersebut adalah air bersih dan tidak berbahaya. Pembuatan penampungan air di lokasi bertujuan untuk menampung air saat musim hujan agar wilayah Asemrowo dan sekitarnya tidak kembali tergenang air. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Semburan yang sempat dikira minyak oleh warga di kawasan Dupak Rukun, Surabaya tepat di samping Tol Dupak dan dekat pemukiman penduduk, ternyata bukan hal yang berbahaya.

Setelah dilakukan pengecekan langsung, diketahui bahwa itu adalah pipa air yang pecah sehingga air yang keluar tampak keruh karena bercampur dengan lumpur di sekitar lokasi.

Ketua Tim Operasi Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar, menjelaskan laporan diterima sekitar pukul 10.44 WIB dari Command Center Surabaya. Petugas Posko Terpadu Utara segera menuju lokasi untuk memverifikasi kejadian.

“Awalnya laporan masuk adalah semburan lumpur. Kemudian setelah pengecekan teman-teman, dilakukan asesmen, ketemu dengan teman-teman dari SDM Pemkot Surabaya, bukan semburan lumpur ya, tetapi ini adalah pipa air yang pecah, dan kemudian mengeluarkan semburan air ke atas,” jelas Arif, Selasa (13/10).

Ia menjelaskan mengapa air sempat terlihat keruh seperti lumpur. Lokasi tersebut sedang dalam proses pembuatan penampungan air, sehingga tanah di sekitarnya ikut terbawa aliran air yang menyembur keluar.

“Warnanya seperti lumpur karena memang di lokasi sedang ada pembuatan penampungan air dari SDM. Lumpur di sekitar terbawa semburan air bersih. Sekitar setengah jam setelah kejadian, airnya sudah kelihatan bersih,” tuturnya.

Saat ini BPBD sudah menurunkan mesin penyedot untuk menghentikan aliran air sementara sebelum pipa diperbaiki. Tim PDAM juga sudah berada di lokasi untuk bersama-sama memastikan kepemilikan pipa dan segera menutup kebocoran tersebut.

“Sementara kami sudah ketemu sama teman-teman PDAM. Nanti akan ditutup dulu, baru dicek pipa ini milik siapa lalu segera diperbaiki,” ujar Arif.

Warga diimbau tidak perlu panik, karena dipastikan semburan tersebut adalah air bersih dan tidak berbahaya. Pembuatan penampungan air di lokasi bertujuan untuk menampung air saat musim hujan agar wilayah Asemrowo dan sekitarnya tidak kembali tergenang air. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait