Sempat Dimarahi Warga Gegara Lapor Cak Eri, Kader KSH Manukan Bawa Pasien Kanker ke RS Soewandhie

METROTODAY, SURABAYA – Ardian Marsulin, 45, atau akrab disapa Dian, warga penyandang disabilitas, menahan sakit kanker kista selama sekitar empat tahun.

Setelah dirujuk dari RSUD BDH Surabaya ke RSUD Dr. Soetomo, penanganan medis belum juga terlaksana. Dian pun terlihat tak berdaya menunggu jadwal operasi yang tak kunjung datang.

Kondisi yang semakin memburuk membuat Dian akhirnya mendatangi rumah Rita, Kader Surabaya Hebat (KSH) di wilayah Manukan Lor sambil menangis menahan sakit. Melihat hal tersebut, Rita berinisiatif mencari solusi. Sayangnya, jalur prosedural yang ditempuh belum membuahkan hasil.

“Saya juga sudah koordinasi dengan pihak puskesmas tapi gak ada respon. Pihak RT dan RW juga gak ada solusi dan tindakan,” ungkap Rita, Minggu (11/10).

Karena merasa Dian semakin menderita, Rita akhirnya memberanikan diri menyampaikan keluhan tersebut melalui pesan langsung ke akun TikTok Wali Kota Surabaya. Keputusan ini justru membuatnya ditegur sebagian warga.

“Ya karena pasien yang bersangkutan mengeluh ke saya mendatangi rumah saya dengan menangis kesakitan akhirnya saya inisiatif curhat ke Pak Wali Kota lewat TikTok. Dan saya sempat dimarahi sama warga karena mendahului kehendak,” tutur Rita.

Bahkan informasi yang diterima dari RSUD Dr. Soetomo menyebut Dian baru akan dioperasi sekitar satu bulan lagi. “Ketika saya laporan ke Soetomo katanya satu bulan lagi dioperasi. Ini kan terlalu lama,” katanya.

Berkat keberanian Rita, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera meninjau langsung kondisi Dian. Eri menjelaskan bahwa keluhan sakit di perut Dian semakin terlihat parah pasca Lebaran 2026, disertai penurunan berat badan yang signifikan. Pemeriksaan berjenjang akhirnya mengungkap kondisi sebenarnya.

“Awalnya dicek di Puskesmas terdeteksi tumor, lalu dirujuk ke RS BDH ditemukan ada kista di bagian atas dan tumor di bagian bawah. Setelah dirujuk kembali ke RSUD Dr. Soetomo, baru diketahui bahwa itu kanker ganas,” kata Eri.

Mengingat antrean di RSUD Dr. Soetomo yang sangat panjang dan mencakup rujukan dari berbagai daerah, Wali Kota Eri tidak ingin membiarkan Dian menunggu lebih lama. Ia memerintahkan agar Dian segera dirujuk ke RSUD Soewandhie.

“Kalau antrean di Soetomo terlalu lama, kita siapkan operasinya di RSUD Soewandhie agar bisa cepat ditangani. Kalau terlalu lama, kita khawatirkan kankernya makin menjalar. Kalau bisa dipercepat di Soetomo ya dilakukan di sana, tapi kalau tidak bisa, langsung kita tindak di Soewandhie,” tegas Eri.

Tak lama kemudian, Dian langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Soewandhie untuk pemeriksaan lengkap dan penanganan medis lebih lanjut. Eri pun memuji kepekaan dan keberanian Rita yang terbukti menjadi penyelamat bagi Dian.

“Saya sangat bangga dengan Bu Rita. Kalau saya tidak di-DM, saya juga tidak tahu. Kepedulian seperti ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai Kampung Pancasila yang harus menjadi contoh bagi kita semua,” ujar Eri.

Ia juga mengajak seluruh kader KSH untuk terus peka dan berani melapor jika menemukan warga yang membutuhkan pertolongan. “Saya berpesan kepada KSH untuk tidak ragu melapor jika menemukan kondisi darurat serupa di sekitarnya,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjamin RSUD Soewandhie siap memberikan penanganan terbaik melalui Soewandhie Oncology Center.

“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota, pasien segera ditangani. RSUD Soewandhie memiliki Soewandhie Oncology Center, artinya kita mampu melakukan penanganan tumor dan kanker secara utuh dari awal sampai akhir,” terang dr. Billy.

Layanan ini mencakup rangkaian penanganan lengkap, mulai dari pemeriksaan diagnostik, tindakan operasi, hingga perawatan pascaoperasi seperti kemoterapi dan radioterapi.

“Setelah tindakan pembedahan untuk mengangkat tumornya, pasien membutuhkan perawatan lanjutan. Di RSUD Soewandhie, fasilitas seperti kemoterapi hingga radioterapi sudah ada. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Ardian Marsulin, 45, atau akrab disapa Dian, warga penyandang disabilitas, menahan sakit kanker kista selama sekitar empat tahun.

Setelah dirujuk dari RSUD BDH Surabaya ke RSUD Dr. Soetomo, penanganan medis belum juga terlaksana. Dian pun terlihat tak berdaya menunggu jadwal operasi yang tak kunjung datang.

Kondisi yang semakin memburuk membuat Dian akhirnya mendatangi rumah Rita, Kader Surabaya Hebat (KSH) di wilayah Manukan Lor sambil menangis menahan sakit. Melihat hal tersebut, Rita berinisiatif mencari solusi. Sayangnya, jalur prosedural yang ditempuh belum membuahkan hasil.

“Saya juga sudah koordinasi dengan pihak puskesmas tapi gak ada respon. Pihak RT dan RW juga gak ada solusi dan tindakan,” ungkap Rita, Minggu (11/10).

Karena merasa Dian semakin menderita, Rita akhirnya memberanikan diri menyampaikan keluhan tersebut melalui pesan langsung ke akun TikTok Wali Kota Surabaya. Keputusan ini justru membuatnya ditegur sebagian warga.

“Ya karena pasien yang bersangkutan mengeluh ke saya mendatangi rumah saya dengan menangis kesakitan akhirnya saya inisiatif curhat ke Pak Wali Kota lewat TikTok. Dan saya sempat dimarahi sama warga karena mendahului kehendak,” tutur Rita.

Bahkan informasi yang diterima dari RSUD Dr. Soetomo menyebut Dian baru akan dioperasi sekitar satu bulan lagi. “Ketika saya laporan ke Soetomo katanya satu bulan lagi dioperasi. Ini kan terlalu lama,” katanya.

Berkat keberanian Rita, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera meninjau langsung kondisi Dian. Eri menjelaskan bahwa keluhan sakit di perut Dian semakin terlihat parah pasca Lebaran 2026, disertai penurunan berat badan yang signifikan. Pemeriksaan berjenjang akhirnya mengungkap kondisi sebenarnya.

“Awalnya dicek di Puskesmas terdeteksi tumor, lalu dirujuk ke RS BDH ditemukan ada kista di bagian atas dan tumor di bagian bawah. Setelah dirujuk kembali ke RSUD Dr. Soetomo, baru diketahui bahwa itu kanker ganas,” kata Eri.

Mengingat antrean di RSUD Dr. Soetomo yang sangat panjang dan mencakup rujukan dari berbagai daerah, Wali Kota Eri tidak ingin membiarkan Dian menunggu lebih lama. Ia memerintahkan agar Dian segera dirujuk ke RSUD Soewandhie.

“Kalau antrean di Soetomo terlalu lama, kita siapkan operasinya di RSUD Soewandhie agar bisa cepat ditangani. Kalau terlalu lama, kita khawatirkan kankernya makin menjalar. Kalau bisa dipercepat di Soetomo ya dilakukan di sana, tapi kalau tidak bisa, langsung kita tindak di Soewandhie,” tegas Eri.

Tak lama kemudian, Dian langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Soewandhie untuk pemeriksaan lengkap dan penanganan medis lebih lanjut. Eri pun memuji kepekaan dan keberanian Rita yang terbukti menjadi penyelamat bagi Dian.

“Saya sangat bangga dengan Bu Rita. Kalau saya tidak di-DM, saya juga tidak tahu. Kepedulian seperti ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai Kampung Pancasila yang harus menjadi contoh bagi kita semua,” ujar Eri.

Ia juga mengajak seluruh kader KSH untuk terus peka dan berani melapor jika menemukan warga yang membutuhkan pertolongan. “Saya berpesan kepada KSH untuk tidak ragu melapor jika menemukan kondisi darurat serupa di sekitarnya,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjamin RSUD Soewandhie siap memberikan penanganan terbaik melalui Soewandhie Oncology Center.

“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota, pasien segera ditangani. RSUD Soewandhie memiliki Soewandhie Oncology Center, artinya kita mampu melakukan penanganan tumor dan kanker secara utuh dari awal sampai akhir,” terang dr. Billy.

Layanan ini mencakup rangkaian penanganan lengkap, mulai dari pemeriksaan diagnostik, tindakan operasi, hingga perawatan pascaoperasi seperti kemoterapi dan radioterapi.

“Setelah tindakan pembedahan untuk mengangkat tumornya, pasien membutuhkan perawatan lanjutan. Di RSUD Soewandhie, fasilitas seperti kemoterapi hingga radioterapi sudah ada. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait