METROTODAY, SURABAYA – Peristiwa ledakan tabung gas 50 kilogram terjadi di Rumah Makan Nasi Tempong, kawasan San Antonio, Kalisari, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10) pagi.
Salah satu korban yang kini dirawat di RSUD Haji Surabaya, Muhamad Sofyan, 19, ternyata baru saja memulai hari pertamanya bekerja di tempat tersebut.
Ibu Sofyan, Hasinah, mengaku menerima kabar langsung dari putranya tak lama setelah ledakan terjadi. Mendengar berita itu, ia sangat terguncang hingga sempat tak mampu berjalan.
“Saya kaget sampai tak bisa jalan. Disuruh cari ke rumah sakit mana, akhirnya sampai ke sini,” ujar Hasinah saat ditemui di RSUD Haji Surabaya.
Ledakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelumnya sama sekali tidak ada firasat buruk. Kabar justru datang langsung dari Sofyan melalui telepon.
“Begitu pulang mau sarapan pagi, dapat telepon langsung dari Sofyan ke kakaknya,” tuturnya.
Hasinah menegaskan putranya baru lulus sekolah dan hari itu adalah hari pertamanya bekerja. “Hari pertama kerja di restoran itu,” tuturnya.
Kini kondisi Sofyan mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan. “Wajahnya dan tangan untuk bagian lain tidak,” jelas Hasinah.
Sofyan adalah anak kelima yang berdomisili di Wonokusumo, Surabaya. Hasinah berharap putranya segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. (ahm)


