METROTODAY, SURABAYA – Harga sejumlah kebutuhan pokok dan sayur-mayur di Pasar Tradisional Dukuh Kupang, Surabaya, mengalami lonjakan tajam dalam tiga minggu terakhir.
Kenaikan diduga dipicu dampak musim kemarau panjang yang menurunkan hasil panen petani. Akibatnya, pembeli membatasi belanja, sementara pedagang terpaksa mengurangi stok dagangan.
Salah satu pedagang di Pasar Dukuh Kupang, Kholifah menyebut kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah kecil dari Rp 30 ribu melonjak menjadi Rp 70 ribu per kilogram.
Cabai besar naik dari Rp 30 ribu–Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg. Bawang merah ukuran besar naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 39 ribu per kg, ukuran kecil dibanderol Rp 28 ribu.
“Cabai rawit merah naik jadi Rp 70 ribu per kilogram. Bawang merah juga naik,” tuturnya, Senin (5/10).
Tak hanya bumbu, sayuran juga ikut merangkak naik. Sawi putih melonjak hampir dua kali lipat, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 18 ribu–Rp 20 ribu per kilogram.
Tomat naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp13 ribu – Rp 15 ribu bahkan ukuran besar mencapai Rp 20 ribu per kilogram. Wortel dan sawi hijau rata-rata naik separuh dari harga biasanya.
Ia mengakui kondisi ini mempengaruhi omzet dagangannya. “Pembeli terpaksa mengurangi belanjaan. Kami pun mengurangi pasokan kulakan, cabai yang biasanya 8 kilogram kini hanya 5 kilogram sayuran dari 15 kilogram turun jadi 10 kilogram supaya tidak rugi karena sepi pembeli,” ungkap Kholifah.
Kenaikan harga diprediksi masih bertahan hingga cuaca membaik dan hasil panen petani kembali lancar. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Harga sejumlah kebutuhan pokok dan sayur-mayur di Pasar Tradisional Dukuh Kupang, Surabaya, mengalami lonjakan tajam dalam tiga minggu terakhir.
Kenaikan diduga dipicu dampak musim kemarau panjang yang menurunkan hasil panen petani. Akibatnya, pembeli membatasi belanja, sementara pedagang terpaksa mengurangi stok dagangan.
Salah satu pedagang di Pasar Dukuh Kupang, Kholifah menyebut kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah kecil dari Rp 30 ribu melonjak menjadi Rp 70 ribu per kilogram.
Cabai besar naik dari Rp 30 ribu–Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg. Bawang merah ukuran besar naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 39 ribu per kg, ukuran kecil dibanderol Rp 28 ribu.
“Cabai rawit merah naik jadi Rp 70 ribu per kilogram. Bawang merah juga naik,” tuturnya, Senin (5/10).
Tak hanya bumbu, sayuran juga ikut merangkak naik. Sawi putih melonjak hampir dua kali lipat, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 18 ribu–Rp 20 ribu per kilogram.
Tomat naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp13 ribu – Rp 15 ribu bahkan ukuran besar mencapai Rp 20 ribu per kilogram. Wortel dan sawi hijau rata-rata naik separuh dari harga biasanya.
Ia mengakui kondisi ini mempengaruhi omzet dagangannya. “Pembeli terpaksa mengurangi belanjaan. Kami pun mengurangi pasokan kulakan, cabai yang biasanya 8 kilogram kini hanya 5 kilogram sayuran dari 15 kilogram turun jadi 10 kilogram supaya tidak rugi karena sepi pembeli,” ungkap Kholifah.
Kenaikan harga diprediksi masih bertahan hingga cuaca membaik dan hasil panen petani kembali lancar. (ahm)