METROTODAY, SURABAYA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) akan berlangsung selama sepuluh hari ke depan dan digelar secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia.
Sebagai salah satu lokasi penyelenggara, Universitas Airlangga (Unair) telah memulai pelaksanaan ujian pada hari pertama, dengan Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni (AMA) Unair, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah, MSi PhD, turun langsung meninjau jalannya proses teknis di lapangan.
Prof. Amin menyampaikan bahwa pada tahun ini, Unair menampung sebanyak 16.672 orang peserta yang akan mengikuti ujian tersebut.
Jumlah ini mencapai 94,7 persen dari total kapasitas daya tampung yang disediakan, yaitu sebanyak 17.600 kursi.
Peserta yang terdaftar pun berasal dari berbagai daerah, bahkan mencakup peserta dari luar negeri.
“Peserta berasal dari 38 provinsi dan cluster Luar Negeri,” ungkapnya, Senin (21/4).

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan fasilitas dan ruangan dengan sebaik-baiknya guna menunjang kelancaran pelaksanaan ujian.
Secara keseluruhan, lokasi pelaksanaan tersebar di 10 gedung yang berada di lingkungan Kampus B dan Kampus C, dengan total 22 ruangan khusus ujian berbasis komputer.
“Kampus B berada di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Vokasi (Gedung A dan C). Sedangkan di Kampus C ada di Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Gedung Nano, Gedung Nani, dan FKM,” tuturnya.
Terkait kenyamanan peserta, Prof. Amin menekankan bahwa berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan, terutama bagi mereka yang mengikuti ujian pada sesi pagi.
Di setiap lokasi pelaksanaan, disediakan ruang transit bagi peserta, serta disuguhkan teh hangat dan makanan ringan.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tenaga kesehatan dan kendaraan ambulans sebagai bentuk antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Fasilitas khusus dari pihak UTBK UNAIR yakni seluruh lokasi dilengkapi ruang transit peserta, serta disediakan teh hangat dan snack pagi untuk peserta sesi pagi. Kami juga sudah menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans untuk antisipasi,” jelas Prof. Amin.
Meskipun persiapan telah dilakukan dengan matang, tercatat masih ada peserta yang tidak hadir pada hari pertama pelaksanaan.
Berdasarkan data yang dihimpun panitia, sebanyak 37 peserta tercatat tidak hadir pada sesi pembukaan tanpa memberikan konfirmasi lebih lanjut, sedangkan peserta yang hadir dan mengikuti ujian pada sesi pertama berjumlah 843 orang.
Selain memastikan kenyamanan umum, pihak penyelenggara juga memberikan perhatian khusus bagi peserta dengan kebutuhan khusus.
Prof. Amin menyebutkan bahwa terdapat 22 orang peserta disabilitas yang dijadwalkan mengikuti ujian pada sesi siang hari tersebut, dengan rincian 18 orang peserta tuna rungu dan 4 orang peserta tuna daksa, yang seluruhnya akan mengikuti proses ujian pada sesi kedua hari itu.
“Untuk peserta khusus, ada 18 peserta tuna rungu dan 4 peserta tuna daksa yang ujiannya akan dilaksanakan di sesi kedua hari ini,” tambahnya.
Dalam menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan ujian, Prof. Amin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi praktik kecurangan, termasuk perjokian.
Meskipun sistem pelaksanaan terus diperbarui dan disempurnakan, pengawasan tetap menjadi prioritas utama agar proses berjalan dengan jujur dan adil.
“Kita tetap berhati-hati dengan hal ini (joki), agar kiranya kasus perjokian ini bisa kita hilangkan,” tegasnya.
Sebagai pesan penutup, ia juga mengimbau kepada seluruh peserta agar tidak hanya mempersiapkan kemampuan akademik, tetapi juga memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat.
Ia menyarankan agar peserta sudah mengetahui lokasi ujian dengan jelas sebelum hari pelaksanaan, serta tidak melewatkan waktu makan pagi karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal ujian.
“Kami sangat berharap siswa dapat mengetahui lokasi dan mempersiapkan mental. Jangan lupa sarapan, karena itu juga menentukan dalam proses penyelesaian tugas atau ujian yang berlangsung,” pungkasnya. (ahm)

