2 April 2026, 19:54 PM WIB

Sama Sama Lolos SNBP UNAIR, Kakak Beradik Kembar Ini Punya Metode Belajar Berbeda

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Berhasil masuk ke perguruan tinggi impian tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi, hal itu bisa diraih bersama saudara kembar. Kisah inspiratif ini dialami oleh Carissa Elvina Angela dan Callista Elysia Angela.

Keduanya berhasil diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Meski memiliki wajah yang identik, ternyata cara mereka menuntut ilmu justru sangat berbeda. Callista mengaku lebih nyaman belajar dengan cara berdiskusi bersama orang lain. Menurutnya, metode ini sangat efektif untuk mengoreksi kesalahan.

“Saya sangat suka ketika ada orang yang bisa membenarkan apa yang telah saya ucapkan ketika saya salah,” jelas Callista, Kamis (2/4).

Berbeda dengan saudarinya, Carissa justru memilih belajar secara mandiri. Ia merasa metode individu membuat konsentrasinya lebih terjaga dan tidak mudah terganggu.

“Kalau sama teman tuh jadinya malah ngobrol dan jadi terdistraksi dengan hal lain di luar tugas yang sedang kita kerjakan,” ujar Carissa.

Di samping kesibukan akademik, keduanya juga dikenal aktif berorganisasi semasa di sekolah.

Callista pernah menjabat sebagai Ketua OSIS saat kelas 10 dan Wakil Ketua OSIS saat kelas 11. Sementara itu, Carissa lebih menekuni bidang olahraga dengan mengikuti ekstrakurikuler voli.

Mengenai strategi mereka bisa lolos di jalur prestasi, Carissa menuturkan bahwa penting untuk mengenali potensi diri dan menentukan tujuan sejak awal.

Awalnya, keduanya berminat masuk Ilmu Komunikasi. Namun setelah mencari informasi, mereka justru jatuh hati pada jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.

“Awalnya, kita ingin masuk Ilmu Komunikasi, lalu kita carilah informasi-informasi terkait jurusan lainnya. Sampai akhirnya kita menemukan Bahasa dan Sastra Inggris, terus kita pikir oke nih untuk dipelajari. Kebetulan kami juga suka bahasa Inggris, jadi coba aja dulu deh,” jelas Carissa.

Sementara itu, Callista menambahkan bahwa kunci lainnya adalah kesiapan menghadapi segala kemungkinan. Ia menekankan pentingnya memiliki rencana cadangan bukan karena pesimis, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan.

“Kita selalu konsisten untuk mempelajari bidang yang kami minati. Menyiapkan cadangan itu penting untuk setiap kemungkinan yang bisa terjadi,” pungkasnya. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Berhasil masuk ke perguruan tinggi impian tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi, hal itu bisa diraih bersama saudara kembar. Kisah inspiratif ini dialami oleh Carissa Elvina Angela dan Callista Elysia Angela.

Keduanya berhasil diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Meski memiliki wajah yang identik, ternyata cara mereka menuntut ilmu justru sangat berbeda. Callista mengaku lebih nyaman belajar dengan cara berdiskusi bersama orang lain. Menurutnya, metode ini sangat efektif untuk mengoreksi kesalahan.

“Saya sangat suka ketika ada orang yang bisa membenarkan apa yang telah saya ucapkan ketika saya salah,” jelas Callista, Kamis (2/4).

Berbeda dengan saudarinya, Carissa justru memilih belajar secara mandiri. Ia merasa metode individu membuat konsentrasinya lebih terjaga dan tidak mudah terganggu.

“Kalau sama teman tuh jadinya malah ngobrol dan jadi terdistraksi dengan hal lain di luar tugas yang sedang kita kerjakan,” ujar Carissa.

Di samping kesibukan akademik, keduanya juga dikenal aktif berorganisasi semasa di sekolah.

Callista pernah menjabat sebagai Ketua OSIS saat kelas 10 dan Wakil Ketua OSIS saat kelas 11. Sementara itu, Carissa lebih menekuni bidang olahraga dengan mengikuti ekstrakurikuler voli.

Mengenai strategi mereka bisa lolos di jalur prestasi, Carissa menuturkan bahwa penting untuk mengenali potensi diri dan menentukan tujuan sejak awal.

Awalnya, keduanya berminat masuk Ilmu Komunikasi. Namun setelah mencari informasi, mereka justru jatuh hati pada jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.

“Awalnya, kita ingin masuk Ilmu Komunikasi, lalu kita carilah informasi-informasi terkait jurusan lainnya. Sampai akhirnya kita menemukan Bahasa dan Sastra Inggris, terus kita pikir oke nih untuk dipelajari. Kebetulan kami juga suka bahasa Inggris, jadi coba aja dulu deh,” jelas Carissa.

Sementara itu, Callista menambahkan bahwa kunci lainnya adalah kesiapan menghadapi segala kemungkinan. Ia menekankan pentingnya memiliki rencana cadangan bukan karena pesimis, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan.

“Kita selalu konsisten untuk mempelajari bidang yang kami minati. Menyiapkan cadangan itu penting untuk setiap kemungkinan yang bisa terjadi,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait