METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung eks Hi-Tech Mal, Rabu (14/1), bersama jajaran kepala Perangkat Daerah (PD) di Pemkot Surabaya.
Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau infrastruktur bagian luar dan dalam gedung serta mengumumkan rencana perbaikan dan transformasi tempat ini menjadi pusat aktivitas bagi masyarakat kota.
Eri menegaskan bahwa pemkot akan segera melakukan perbaikan terhadap gedung tersebut, dengan fokus pada bagian basement, lantai dasar, fasad, dan pilar-pilar gedung secara total. Selain itu, pihaknya juga tengah mendata pelaku ekonomi kreatif dan anak muda yang akan menghuni gedung.
“Jadi ada beberapa perbaikan yang akan kita lakukan, sekaligus teman-teman pariwisata mendata (pelaku) ekonomi kreatif dan anak-anak muda yang akan masuk ke sini. Insya Allah kita akan berikan gratis selama enam bulan,” ujar Eri.
Setelah diperbaiki, gedung eks Hi-Tech Mal akan difungsikan sebagai pusat hiburan anak-anak, ekonomi kreatif, olahraga, dan tempat berkumpul anak muda. Pemkot juga akan bekerja sama dengan sejumlah usaha food and beverage (F&B) untuk meramaikan kawasan ini.
“Untuk namanya nanti kita sayembarakan lagi, sehingga nanti di bulan Mei ulang tahun Surabaya (gedung) ini sudah bisa ditempati yang lantai basement dan lantai dasar. Sedangkan lantai dua dan tiganya semoga juga bisa ditempati, sudah bisa digunakan untuk tempat pertunjukan anak-anak ya,” paparnya.
Menurutnya, beberapa bagian perbaikan sudah memasuki tahap penyelesaian akhir. “Ini tinggal finishing-nya. Kayak membungkus pilar-pilarnya, terus permainan lampunya. Kalau strukturnya sudah, tinggal detailing-nya sehingga target kita adalah 31 Mei,” ungkapnya.
Eri juga berharap perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh hingga lantai tiga, yang nantinya bisa digunakan sebagai tempat pertunjukan untuk anak-anak. “Juga nanti ada tempat-tempat lainyalah kita kerja dengan investor yang ada di Kota Surabaya. Nah, itu nanti di situ kita akan connect dengan F&B yang atasnya kita gunakan dengan industri kreatif dan ekonomi kreatif,” harapnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian Maharhandono, menambahkan bahwa pedagang elektronik yang berjualan di lantai satu tidak perlu dipindahkan.
“Jadi nggak dipindah, tetap di lantai satu,” jelasnya, Iman mengaku karena fokus perbaikan saat ini hanya pada bagian basement, lantai dasar, pilar, dan fasad gedung. (ahm)

