4 February 2026, 6:17 AM WIB

Benarkah Makanan Pedas Bisa Picu Sindrom Ovarium PCOS? Ini Penjelasan Dokter Kandungan

METROTODAY, SIDOARJO – Isu tentang makanan pedas seperti seblak, cimol pedas, hingga ceker mercon yang disebut-sebut dapat memicu PCOS kembali ramai dibicarakan publik. Namun, dokter spesialis kandungan menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak memiliki dasar medis.

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi gangguan hormon pada perempuan, dan pemicunya sama sekali tidak berkaitan dengan konsumsi makanan pedas.

Menurut dokter spesialis kandungan dr. Boy Abidin, Sp.OG, Subsp.(K) FER, anggapan bahwa makanan pedas menyebabkan PCOS adalah keliru.

“Sebenarnya tidak ada kaitan dengan makanan-makanan yang disebutkan ya, makanan seblak lah, cimol atau cilok pedas, atau ceker mercon,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa makanan pedas dapat tetap dikonsumsi selama porsinya tidak berlebihan dan tetap mengikuti prinsip makan sehat.

PCOS sendiri merupakan kondisi gangguan metabolik yang muncul akibat ketidakseimbangan hormon pada perempuan usia reproduksi. Gangguan ini menyebabkan sejumlah perubahan pada tubuh, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan produksi hormon tertentu yang tidak stabil.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada kesehatan organ reproduksi dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Meski begitu, dokter menyampaikan bahwa PCOS tidak memiliki hubungan sebab-akibat dengan jenis makanan tertentu.

Dalam penjelasannya, dr. Boy menyampaikan bahwa berbagai makanan tetap boleh dikonsumsi sepanjang porsinya diperhatikan dan tidak berlebihan.

“Selama makanan tersebut sehat, silakan dikonsumsi dengan jumlah yang secukupnya. Tentunya bukan salah makanan, kita yang harus mengontrol mana yang mau kita makan atau tidak,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemahaman yang salah terkait makanan pedas sering kali memicu kekhawatiran yang tidak perlu.

Gejala PCOS biasanya ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur, perubahan pada kondisi kulit, atau tubuh yang merespons hormon secara berbeda. Beberapa perempuan dapat merasakan gejala lebih ringan, sementara lainnya mengalami tanda yang lebih jelas.

Meski demikian, dokter mengingatkan bahwa berbagai gejala tersebut perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat. Tujuan pemeriksaan adalah memastikan kondisi tubuh berada dalam keadaan yang sehat dan memantau fungsi reproduksi dengan baik.

Selain itu, dokter juga menekankan pentingnya menjaga pola makan dan kebiasaan hidup sehat bagi perempuan sejak remaja.

Perawatan diri melalui konsumsi makanan sehat, perhatian terhadap kebutuhan nutrisi seperti hemoglobin dan kalsium, serta kebiasaan berolahraga diyakini dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Dengan demikian, perempuan dapat mengurangi berbagai keluhan yang berhubungan dengan metabolisme dan kesehatan reproduksi.

Melalui edukasi yang tepat dan klarifikasi dari ahli, masyarakat diharapkan tidak lagi terpaku pada mitos bahwa makanan pedas seperti seblak, cilok, atau ceker mercon dapat menyebabkan PCOS.

Pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi sangat penting agar perempuan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menjaga tubuhnya, terutama terkait pola makan dan gaya hidup sehari-hari. (ame/MT)

METROTODAY, SIDOARJO – Isu tentang makanan pedas seperti seblak, cimol pedas, hingga ceker mercon yang disebut-sebut dapat memicu PCOS kembali ramai dibicarakan publik. Namun, dokter spesialis kandungan menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak memiliki dasar medis.

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi gangguan hormon pada perempuan, dan pemicunya sama sekali tidak berkaitan dengan konsumsi makanan pedas.

Menurut dokter spesialis kandungan dr. Boy Abidin, Sp.OG, Subsp.(K) FER, anggapan bahwa makanan pedas menyebabkan PCOS adalah keliru.

“Sebenarnya tidak ada kaitan dengan makanan-makanan yang disebutkan ya, makanan seblak lah, cimol atau cilok pedas, atau ceker mercon,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa makanan pedas dapat tetap dikonsumsi selama porsinya tidak berlebihan dan tetap mengikuti prinsip makan sehat.

PCOS sendiri merupakan kondisi gangguan metabolik yang muncul akibat ketidakseimbangan hormon pada perempuan usia reproduksi. Gangguan ini menyebabkan sejumlah perubahan pada tubuh, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan produksi hormon tertentu yang tidak stabil.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada kesehatan organ reproduksi dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Meski begitu, dokter menyampaikan bahwa PCOS tidak memiliki hubungan sebab-akibat dengan jenis makanan tertentu.

Dalam penjelasannya, dr. Boy menyampaikan bahwa berbagai makanan tetap boleh dikonsumsi sepanjang porsinya diperhatikan dan tidak berlebihan.

“Selama makanan tersebut sehat, silakan dikonsumsi dengan jumlah yang secukupnya. Tentunya bukan salah makanan, kita yang harus mengontrol mana yang mau kita makan atau tidak,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemahaman yang salah terkait makanan pedas sering kali memicu kekhawatiran yang tidak perlu.

Gejala PCOS biasanya ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur, perubahan pada kondisi kulit, atau tubuh yang merespons hormon secara berbeda. Beberapa perempuan dapat merasakan gejala lebih ringan, sementara lainnya mengalami tanda yang lebih jelas.

Meski demikian, dokter mengingatkan bahwa berbagai gejala tersebut perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat. Tujuan pemeriksaan adalah memastikan kondisi tubuh berada dalam keadaan yang sehat dan memantau fungsi reproduksi dengan baik.

Selain itu, dokter juga menekankan pentingnya menjaga pola makan dan kebiasaan hidup sehat bagi perempuan sejak remaja.

Perawatan diri melalui konsumsi makanan sehat, perhatian terhadap kebutuhan nutrisi seperti hemoglobin dan kalsium, serta kebiasaan berolahraga diyakini dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Dengan demikian, perempuan dapat mengurangi berbagai keluhan yang berhubungan dengan metabolisme dan kesehatan reproduksi.

Melalui edukasi yang tepat dan klarifikasi dari ahli, masyarakat diharapkan tidak lagi terpaku pada mitos bahwa makanan pedas seperti seblak, cilok, atau ceker mercon dapat menyebabkan PCOS.

Pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi sangat penting agar perempuan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menjaga tubuhnya, terutama terkait pola makan dan gaya hidup sehari-hari. (ame/MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait